Sally Rooney menyatakan bahwa penerbitan karya-karyanya lebih lanjut dapat dikategorikan sebagai "tindak pidana berat" di Britania Raya. Hal inilah yang mendorong dirinya bersama pihak penerbit, Faber, memutuskan untuk menghentikan distribusi bukunya di negara tersebut.
"Saya telah berupaya sepenuhnya untuk bersikap jujur kepada publik mengenai keyakinan dan niat saya, dan saya siap menanggung segala konsekuensinya," kata Sally Rooney, dikutip dari BBC, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Penghentian Penjualan Digital dan Sisa Stok Toko Buku
Buku digital (e-book) karya Sally Rooney juga telah ditarik dari pasaran di Britania Raya, meskipun sejumlah toko buku fisik masih menyimpan sisa stok.
Salah satunya terjadi di jaringan toko buku Waterstones. Pihak toko buku menyampaikan bahwa penerbit masih mengizinkan para penjual buku untuk memajang dan menjual stok yang tersisa di rak mereka tanpa pembatasan.
Sementara itu, Sally Rooney telah mencatatkan penjualan sebanyak 6 juta eksemplar buku dari katalog karyanya di seluruh dunia, berdasarkan data NielsenIQ BookData. Bahkan, 2,3 juta eksemplar di antaranya terjual di Britania Raya.
Salah satu novel populer karyanya bertajuk Normal People (2018) telah diadaptasi ke dalam serial televisi berjudul sama pada tahun 2020. Serial ini berhasil melambungkan karier Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones di dunia seni peran.
Alasan Moral dan Regulasi Penerbit
Pendapatan dari penjualan buku Sally Rooney kini tidak dapat disalurkan oleh pihak penerbit akibat aturan yang berlaku di Britania Raya.
"Regulasi yang berlaku di Britania Raya saat ini menciptakan situasi yang membuat Faber tidak dapat menyalurkan pendapatan dari pasar Britania Raya kepada Sally Rooney,” jelas Faber..
“Menjual karya seorang penulis tanpa bisa menyerahkan hak pendapatannya merupakan hal yang secara moral tidak dapat diterima bagi sebuah penerbit,” lanjut mereka.
Oleh karena itu, pihak penerbit memutuskan untuk tidak lagi mendistribusikan karya-karya Sally Rooney di Britania Raya dalam bentuk apa pun. Keputusan tersebut telah disepakati oleh sang penulis.
"Kami tetap bangga menjadi penerbit bagi karya-karyanya yang luar biasa, dan kami akan terus menjualnya di wilayah lain,” pungkas Faber.
Latar Belakang Pelarangan dan Risikonya
Pemerintah Britania Raya diketahui telah memasukkan Palestine Action ke dalam daftar organisasi teroris pada 2025, dengan alasan kelompok tersebut memiliki "rekam jejak panjang" dalam aksi perusakan secara ilegal.
Aktivitas kelompok ini antara lain menyasar perusahaan-perusahaan persenjataan yang terhubung dengan perang Israel di Gaza.
Dalam artikel Irish Times pada Agustus 2025, Sally Rooney menegaskan akan terus menggunakan hasil penjualan karyanya untuk mendukung kelompok tersebut meskipun tindakan itu melanggar hukum di Britania Raya. Ia juga membatalkan perjalanannya ke Britania Raya untuk menerima penghargaan karena khawatir akan ditangkap.
Dukungan dari Palestine Action
Pendiri Palestine Action, Huda Ammori, menilai bahwa Sally Rooney telah mengambil "sikap yang berani dan berprinsip sejak rencana pelarangan Palestine Action diumumkan."
Huda Ammori menambahkan bahwa penarikan buku-buku sang penulis menandai "titik terendah baru dalam gelombang ancaman terhadap kebebasan berpendapat akibat pelarangan Palestine Action."