Konser tersebut merupakan hasil kolaborasi Turnstile dengan organisasi kemanusiaan Human Concern International. Pengunjung nantinya dapat menyaksikan pertunjukan live Turnstile secara gratis, dengan kesempatan memberikan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis kemanusiaan di Palestina, Sudan, dan Lebanon.
Selain menjadi ajang solidaritas, konser ini juga akan menandai berakhirnya rangkaian tur Never Enough Turnstile di kawasan Amerika Utara.
Direktur Global Human Concern International, Hassan Wadi, menyambut baik kolaborasi tersebut. Sebagai warga Gaza, ia mengaku bangga melihat Turnstile dan komunitas skena hardcore di Amerika Serikat bersatu untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit karena konflik.
“Sebagai warga Gaza, saya sangat bangga melihat tim dan komunitas Turnstile bersatu untuk mendukung masyarakat di Gaza, Lebanon, dan Sudan. Ketiga wilayah ini telah mengalami begitu banyak penderitaan,” ujar Hassan Wadi, dikutip dari NME pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia berharap dukungan dari para penggemar dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak krisis, mulai dari makanan, air bersih, layanan medis, hingga tempat tinggal.
“Dengan dukungan kalian, kami berharap bisa menyediakan makanan, air bersih, layanan medis, dan tempat tinggal bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan di ketiga wilayah tersebut. Terima kasih atas dukungan kalian semua. Kami merasa terhormat bisa mengumpulkan dan menyalurkan donasi ini," ungkapnya.
Turnstile Tegaskan Pentingnya Solidaritas dan Empati
Komitmen Turnstile untuk menyuarakan persoalan kemanusiaan sebelumnya juga terlihat saat mereka menghadiri ajang BRIT Awards 2026. Dalam kesempatan tersebut, para personel band menekankan pentingnya peran musisi dalam merefleksikan berbagai persoalan yang terjadi di dunia.
“Hal itu sangat penting. Menurut saya, musisi bisa menjadi semacam cermin yang merefleksikan apa yang sedang terjadi di dunia,” ujar Turnstile saat diwawancarai NME di karpet merah BRIT Awards 2026.
Mereka juga menyoroti pentingnya empati di tengah berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan, khususnya di Amerika Serikat.
“Terutama di Amerika Serikat saat ini, ada begitu banyak upaya untuk menghilangkan sisi kemanusiaan seseorang. Karena itu, empati dan kesadaran terhadap situasi yang terjadi sangat dibutuhkan," lanjut mereka.
Bagi Turnstile, bermusik bukan sekadar menyampaikan karya kepada pendengar, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan pandangan dan menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di dunia saat ini.
"Kami adalah sebuah band dan berusaha melakukan apa yang kami bisa untuk merefleksikan keadaan tersebut, memberi ruang bagi orang-orang untuk bersuara, sekaligus menyoroti berbagai persoalan yang terjadi," tutup Turnstile.
Baca Juga :