Vokalis The Brandals, Eka Annash (Foto: Medcom/Basuki)
Vokalis The Brandals, Eka Annash (Foto: Medcom/Basuki)

Soal Palestina hingga Maudy Ayunda, Eka The Brandals: “Diam Itu Udah Bukan Pilihan!"

Basuki Rachmat • 01 Oktober 2026 07:38
Ringkasnya gini..
  • Vokalis The Brandals, Eka Annash, menyuarakan pentingnya sikap kritis dan menegaskan bahwa diam bukan lagi pilihan di tengah krisis sosial maupun lingkungan.
  • Ia menyentil sosok seperti Ed Sheeran hingga Maudy Ayunda yang dinilainya terjebak dalam bubble privileges sehingga tidak peka terhadap realitas.
  • Eka mendorong masyarakat untuk lebih berani memanfaatkan media sosial guna menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.
Jakarta: Musisi sekaligus vokalis band rock The Brandals, Eka Annash, kembali menyuarakan pentingnya sikap kritis di tengah berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang terjadi saat ini. Menurutnya, situasi yang semakin genting, mulai dari konflik di Palestina hingga persoalan lingkungan di Indonesia, membuat sikap diam bukan lagi sebuah pilihan.

Eka Annash selama ini dikenal sebagai musisi yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan kemanusiaan. Sikap tersebut tidak hanya ia tunjukkan melalui karya musik, tetapi juga lewat keterlibatannya dalam sejumlah aksi solidaritas dan demonstrasi.

Musisi berusia 50 tahun itu juga kerap memanfaatkan ruang publik dan media sosial untuk menyampaikan pandangannya terhadap berbagai persoalan. Salah satunya adalah dukungannya terhadap kebebasan Palestina, serta kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang menurutnya belum sepenuhnya merepresentasikan kepentingan masyarakat luas.

Saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 30 September 2026, Medcom.id pun sempat menanyakan pandangan Eka mengenai seberapa penting bagi seorang musisi untuk berani bersuara lantang terhadap berbagai realitas sosial yang tengah terjadi, tanpa memilih bersikap abu-abu ataupun netral.

Eka kemudian menyoroti sejumlah isu yang belakangan menjadi perbincangan publik. Salah satunya adalah keputusan Ed Sheeran mencoret rapper Macklemore dari daftar musisi pembuka tur konsernya setelah Macklemore menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Menurut Eka, berbagai persoalan tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk tetap peka terhadap kondisi di sekitarnya. Ia menilai, ketika situasi sudah menyangkut hilangnya nyawa hingga kerusakan lingkungan, memilih diam bukan lagi sebuah pilihan.

"Kalau buat gue, di masa-masa genting sekarang, terutama menyangkut ke kondisi yang terjadi di Palestina, di mana nyawa udah melayang, dan nggak cuma di Palestina aja sebenarnya, di dalam negeri kita juga, (seperti) pembabatan hutan, dan segala macam bencana lainnya. Kalau buat gue pribadi, at least diam itu udah bukan jadi pilihan lagi," tutur Eka.
 

Baca Juga :

Buntut Polemik Macklemore, Ed Sheeran Kehilangan 439 Ribu Pengikut Instagram

 

Eka Annash: Jangan Sampai Terjebak dalam Bubble!


Eka kemudian mengaitkan pandangannya dengan kontroversi konten YouTube Maudy Ayunda bertajuk Mindfulness in the Age of Bad News. Konten yang membahas cara menjaga kesehatan mental di tengah derasnya kabar buruk tersebut sempat menuai kritik dari sebagian publik karena dinilai tidak peka terhadap situasi sosial yang sedang terjadi.

Menurut Eka, sikap diam terhadap berbagai persoalan di sekitar dapat muncul ketika seseorang terlalu jauh dari realitas yang dihadapi masyarakat. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah bubble yang membuat seseorang tidak lagi merasakan dampak dari berbagai persoalan di sekitarnya.

"Kalau lo masih punya privilege untuk diam, dalam artian lo nggak mau bersuara atau nggak terdampak dengan apa yang terjadi, itu berarti tanda kalau bubble lo atau dinding penyekat lo dengan dunia nyata sudah terlalu tebal," tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat seseorang kehilangan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial maupun lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

"Suara, resonansi dari kondisi alam sekeliling lo sudah nggak terdengar atau nggak bikin lo tergerak. Menurut gue, itu alarm buruk buat kita," lanjut Eka.

Pandangan tersebut kemudian ia kaitkan dengan posisi figur publik yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Menurut Eka, popularitas dan kehidupan sebagai selebritas berpotensi menciptakan jarak dengan realitas yang dialami masyarakat umum.

"Jadi itulah yang terjadi sama si Ed Sheeran menurut gue. Dia bubble-nya ya obviously dia udah mega bintang lah ya. Cuma itu kan hampir berdekatan sama si Maudy Ayunda tuh, yang bilang mindfulness segala macam. Jadi menurut gue, profil selebriti kayak gitu adalah yang bubble-nya udah terlampau tebal sampai dunia nyata tuh udah nggak relevan lagi buat mereka. Makanya ngomongnya agak ngaco kalau menurut gue," tuturnya.
 

Eka Annash Dorong Masyarakat Berani Bersuara


Lebih jauh, Eka menilai berbagai kondisi sosial yang terjadi saat ini semestinya mendorong lebih banyak orang untuk berani menyampaikan sikap. Namun, ia menegaskan bahwa keberanian tersebut tidak selalu harus diwujudkan melalui aksi besar atau turun ke jalan.

Menurut Eka, media sosial dapat menjadi salah satu ruang sederhana yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu yang dianggap penting. Ia mengingatkan bahwa suara sekecil apa pun tetap memiliki dampak ketika disampaikan secara konsisten.

"Ngeliat betapa gentingnya, krisisnya surrounding kita, lingkungan kita, dunia kita, kalau sampai nggak bersuara sih menurut gue ada yang salah sama lo. At least yang paling mudah itu ya dari sosial media, obviously. Tapi yang mungkin orang-orang nggak sadari dan mereka malas adalah mereka nggak nyadar kalau sekecil apa pun suara mereka tuh efeknya besar," tutup Eka Annash.
 

Baca Juga :

Tuai Kritik karena Konten “Mindfulness”, Maudy Ayunda Kembali Minta Maaf dan Akui Masih Harus Belajar



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA