Aurélie Moeremans (Foto: Instagram @aurelie)
Aurélie Moeremans (Foto: Instagram @aurelie)

Aurélie Moeremans Tulis Broken Strings sebagai Terapi Hadapi Trauma Masa Lalu

Basuki Rachmat • 15 Januari 2026 10:26
Jakarta: Aktris Aurélie Moeremans mengungkapkan bahwa kondisi mentalnya belum sepenuhnya pulih ketika ia menuliskan pengalaman pahit di masa remajanya melalui buku memoar personal bertajuk Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
 
Bagi Aurélie, proses panjang penulisan memoar tersebut justru menjadi bagian penting dari perjalanan pemulihan dirinya. Ia menyebut, menuangkan memori kelam ke dalam kata-kata merupakan bentuk terapi personal yang membantunya memahami kembali luka lama yang selama ini terpendam.
 
"Menulis Broken Strings itu bukan karena aku sudah pulih sepenuhnya lalu ingin menunjukkan ke publik kalau aku baik baik saja. Justru kebalikannya. Proses menulisnya adalah bagian dari proses pulih itu sendiri," kata Aurelie Moeremans kepada awak media pada Rabu, 14 Januari 2026.

Aktris berusia 32 tahun itu mengakui bahwa luka emosional tersebut masih ia rasakan, meski peristiwa menyakitkan itu telah berlalu bertahun-tahun lalu. 
 
Menurutnya, banyak kenangan yang selama ini ia anggap telah selesai, ternyata masih tersimpan dalam tubuh dan pikirannya.
 
"Ada banyak hal yang selama bertahun tahun aku simpan rapat, aku anggap sudah 'selesai', tapi ternyata masih tinggal di tubuh dan pikiranku. Saat ditulis, satu per satu memorinya muncul, dan di situ aku baru benar benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku," tuturnya.
 
Melalui proses menulis tersebut, Aurélie merasa perlahan berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang dialaminya. Ia menegaskan bahwa memoar itu bukan penanda kesembuhan, melainkan keberanian untuk menghadapi luka yang selama ini ia hindari.
 
"Menulis membuat aku berhenti menyalahkan diri sendiri. Jadi buku ini bukan bukti bahwa aku sudah sembuh, tapi bukti bahwa aku berani menghadapi lukanya," lanjut Aurélie.
 
Aktris berdarah keturunan Belgia itu juga menegaskan bahwa Broken Strings tidak ditulis dengan tujuan komersial. Sejak awal, ia ingin berbagi pengalaman personal dan berharap kisahnya dapat mewakili suara para penyintas lain yang mungkin mengalami hal serupa.
 
"Awalnya sama sekali tidak ada niat komersil. Bahkan e-book pun aku rilis gratis karena jujur aku tidak ingin ada kesan 'menjual trauma'. Fokusku cuma satu, supaya cerita ini sampai ke orang yang mungkin sedang mengalami hal serupa dan merasa sendirian," ujarnya.
 
Terkait keputusan merilis versi cetak bersama penerbit Ohara Books, Aurélie menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil setelah melihat besarnya respons publik. Ia menilai format fisik memberi ruang keberlanjutan dan akses yang lebih luas bagi pembaca.
 
"Keputusan untuk naik cetak baru muncul setelah melihat dampaknya. Setelah melihat betapa banyak orang yang ingin menyimpan buku ini, membacanya perlahan, memberikannya ke anak atau orang tua mereka. Di situ aku sadar, versi fisik itu bukan soal jualan, tapi soal keberlanjutan dan akses yang lebih luas," tutup Aurélie Moeremans.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan