Istri Arda Naff itu mulai berteman dengan terduga pelaku pada tahun 2021 karena anak mereka berada di sekolah yang sama.
“Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan saling mendukung saat ada kesulitan,” tulis Tantri.
Sempat Khawatir Jalani Bisnis Bersama
Setelah beberapa tahun berteman, Poppy menawarkan kerja sama dalam bisnis yang dijalankannya. Skemanya berupa penyertaan modal untuk pembelian produk.Namun, vokalis Kotak itu sempat khawatir bahwa kemitraan ini akan berpengaruh pada suasana pertemanan mereka. Selama ini, Tantri mengaku sangat berhati-hati dengan sesuatu yang berhubungan dengan bisnis atau uang.
“Namun karena kepercayaan yang sudah terbangun dan pengalaman yang selama ini berjalan lancar, aku akhirnya luluh juga,” ungkapnya.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, Poppy kerap mengajak Tantri dalam berbagai proyek, mulai dari pergantian investor, penawaran lelang, hingga prapesan (PO) alat berat berupa traktor.
Tiba-Tiba Hilang Kontak
Setelah lebih dari satu tahun menjalani bisnis bersama, nomor telepon dan akun media sosial Poppy mendadak tidak dapat dihubungi. Transaksi terakhir tercatat pada 19 Juni 2026.Tak lama kemudian, ia keluar dari grup bisnis dan keberadaannya tidak lagi diketahui. Nomor telepon anak-anaknya pun dilaporkan tidak aktif.
Sejak saat itu, Tantri bersama puluhan orang lainnya berupaya mencari keberadaan Poppy sambil saling bertukar informasi di tengah kepanikan.
Ketika rumah pelaku didatangi, Tantri bersaksi bahwa keluarga Poppy sudah melepas tanggung jawab. Dia berharap kalau Poppy akan kembali dan memberikan kejelasan atas semua huru-hara yang terjadi.
“Aku berharap kamu datang, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini telah menaruh kepercayaan dengan mati-matian sama kamu,” harap Tantri.
Puluhan Korban Penipuan Bersaksi, Termasuk Keluarga
Di kesempatan yang sama, Tantri juga mencantumkan beberapa tangkapan layar yang menunjukkan kesaksian para korban penipuan. Salah satu dari mereka sudah menjadi korban penipuan Poppy sejak tahun 2016. Kala itu, mereka tergabung dalam sebuah grup “arisan online” di platform Facebook.Pelaku pun meraup dana korban hingga Rp120 juta. Pihak tertipu meminta pertanggungjawaban terhadap orang tua pelaku. Ia pun hanya dibayar sebesar Rp10 juta sebelum diusir dan dimarahi oleh sang orang tua.
Korban lain mengungkap bahwa ia juga tertipu senilai Rp80 juta lewat skema yang sama. Ketika ingin dilaporkan polisi, Poppy selalu menantang balik dengan menyebut bahwa ia tidak takut.
Tak hanya pihak di luar keluarga, kerabat Poppy juga mengaku menjadi korban. Mereka menyebut pelaku memutus seluruh akses komunikasi dengan menghapus akun media sosial dan menonaktifkan nomor teleponnya.
“Nipu duit saudara kandung, duit tante kandung, duit sahabatnya. Doi kabur 2 hari lalu ntah kemana bawa ketiga anak perempuannya. No whatsapp dihapus, instagram di hapus, tiktok dihapus,” tulis seorang terduga korban lewat platform Threads.
Hingga kini, Tantri masih berkomunikasi dengan para pihak yang mengaku menjadi korban. Berdasarkan klaim yang beredar, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp10 miliar, meski angka tersebut masih perlu diverifikasi.
Doa Tantri
Di akhir unggahan, vokalis Kotak itu berharap bahwa kasus penipuan yang menimpanya bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain. Ia juga berdoa kalau semua rezeki yang dilimpahkan kepadanya akan selalu bernilai lebih agar ia tidak merasa kekurangan.“Dan semoga kejadian ini menjadi pengingat untuk kita semua agar lebih berhati-hati, lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta gak mudah tergiur oleh sesuatu yang terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan,” harap Tantri.
“Jika ada satu hal baik yang bisa lahir dari pengalaman ini, semoga itu adalah pelajaran yang menyelamatkan orang lain agar tidak mengalami hal yang sama. Semoga menjadi pelajaran untuk banyak orang,” pungkasnya.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda