Gisel mencatatkan waktu 4 jam 46 menit 55 detik untuk mencapai garis finis. Pencapaian ini menjadi momen istimewa bagi Gisel, terlebih setelah menjalani proses latihan dan persiapan untuk menghadapi salah satu ajang lari maraton terbesar di dunia tersebut.
Kabar keberhasilan itu dibagikan Gisel melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut, ia turut memperlihatkan momen kebersamaannya dengan sang putri, Gempi, yang hadir memberikan dukungan secara langsung.
Menariknya, Gempi tampak membawa poster buatannya sendiri dengan tulisan "Mama Icel #1 Fan". Dukungan sederhana tersebut menjadi salah satu momen manis yang menyertai keberhasilan Gisel menyelesaikan tantangan lari jarak jauh itu.
Dalam keterangannya, Gisel mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman, serta berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga bisa mencapai garis finis.
"Medal Monday. Masih Monday di sini, walaupun di Jakarta udah Selasa. Jadi masih sah dong ikutan Medal Monday. The full story will come later… sekarang masih menikmati jalan-jalan dulu sm Mpoy and family. Trimakasih buat semua dukungan, ucapan, dan doaaaaa dari temen temen semua. Aku bersyukur sekaliiiii," tulis Gisel.

Gisel menyadari bahwa keberhasilannya bukan semata-mata hasil dari usaha pribadi. Menurutnya, banyak orang yang turut mengambil bagian dalam perjalanan tersebut, mulai dari proses latihan hingga dukungan yang terus mengalir menjelang perlombaan.
"Im just an ordinary human, an ordinary runner, yang diberi kesempatan untuk berlari di sebuah race yang begitu extraordinary buat aku. Dan perjalanan ini bisa terwujud bukan hanya karena usahaku sendiri, tetapi juga karena begitu banyak orang luar biasa yang Tuhan hadirkan di sekelilingku: keluarga, teman-teman, brand, dan banyak pihak yang sudah menjadi bagian dari perjalanan ini," ungkap Gisel.
Ia juga mengenang orang-orang yang telah meluangkan waktu untuk menemaninya berlatih, termasuk saat menjalani sesi lari jarak jauh atau long run. Dukungan dan doa yang diberikan, baik secara langsung maupun melalui media sosial, menjadi bagian penting dari perjalanannya.
"Aku teringat orang-orang yang menemani proses latihanku, yang meluangkan waktu untuk menemani long run, yang menyemangati secara langsung maupun lewat media sosial, dan yang mendoakan," lanjutnya.
Tak hanya dukungan dari orang-orang terdekat, Gisel juga merasa bersyukur atas berbagai kemudahan yang mengantarkannya hingga bisa mengikuti Chicago Marathon 2026. Ia memandang pencapaian tersebut sebagai hasil dari banyak hal baik yang hadir dalam hidupnya.
"Belum lagi perjalanan yang dimudahkan, rezeki yang datang tepat pada waktunya, dan hal-hal yang satu per satu menemukan jalannya sampai akhirnya aku bisa berada di sini," ujar Gisel.
Menutup keterangannya, Gisel mengungkapkan bahwa pengalaman menempuh jarak 42,195 kilometer membuatnya semakin menyadari besarnya kasih Tuhan dalam perjalanan hidupnya.
"Sebelum berlari sejauh 42,195 kilometer, aku diingatkan bahwa salah satu hal terindah dalam perjalanan ini adalah menyadari betapa besar kasih Tuhan yang sudah membawaku sampai di titik ini. And for that, I am beyond grateful," tutupnya.