Ruben Onsu (Foto: Instagram/ruben_onsu)
Ruben Onsu (Foto: Instagram/ruben_onsu)

Ruben Onsu Diduga Kena Tipu Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar, Ini Kronologinya

Rafi Alvirtyantoro • 22 April 2026 10:32
Ringkasnya gini..
  • Presenter Ruben Onsu diduga mengalami kerugian sebesar Rp5,5 miliar akibat menjadi korban penipuan bisnis produksi mukena.
  • Terduga pelaku bernama Philipus Suprihatin meminta dana berkali-kali kepada Ruben dengan dalih biaya pabrik dan operasional vendor.
  • Dana investasi tersebut diduga tidak pernah disalurkan ke pabrik sehingga bisnis mukena tidak berjalan hingga Lebaran 2026 usai.
Jakarta: Presenter Ruben Onsu diduga menjadi korban penipuan bisnis mukena dengan kerugian mencapai Rp5,5 miliar.
 
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari perkenalan kliennya dengan seseorang bernama Philipus Suprihatin yang kemudian berujung pada rencana produksi mukena.
 
“Ruben bercerita bahwa beberapa bulan sebelum Lebaran, Ruben dikenalkan oleh temannya ke seseorang yang bernama Philipus Suprihatin… Philipus ini mengatakan bahwa dia bisa mengenalkan atau menjadi jembatan bagi Ruben dengan sebuah PT, nama PT-nya itu PT Venteny Fortuna Indo, berkaitan dengan rencana untuk memproduksi mukena,” kata Minola Sebayang kepada awak media baru-baru ini.

Modus Operandi dan Momentum Lebaran

Ide bisnis tersebut disetujui oleh Ruben Onsu mengingat momentum Lebaran yang sudah dekat. Ia berharap bisnis mukena ini dapat memberikan keuntungan bagi operasional perusahaannya.

“Momentumnya tepat, dan hasil dari jualan mukena itu mungkin bisa juga untuk membuat roda perusahaannya Ruben dan hal-hal yang lain itu bisa berjalan dengan baik,” ujar Minola.
 
Setelah perkenalan tersebut, komunikasi antara Ruben dan Philipus berlangsung intens. Dalam prosesnya, Philipus berkali-kali meminta sejumlah uang kepada Ruben dengan berbagai alasan teknis.
 
“Setelah perkenalan itu, terjadi komunikasi yang intens antara Philipus dengan Ruben, ya. Dan dalam pembicaraan itu, berkali-kali si Philipus ini sudah meminta uang,” tutur Minola.  

Alasan Produksi dan Biaya Operasional

Philipus berdalih bahwa uang tersebut diperlukan untuk biaya produksi di pabrik. Ia meyakinkan Ruben bahwa pihak pabrik meminta pembayaran di muka sebelum mulai berproduksi.
 
“Jadi meminta uang dengan alasan: satu, bahwa pabrik itu akan memproduksi mukena itu kalau uangnya itu bayar di muka. Dia (Philipus) bilang produksi dulu baru dibayar, tapi pabrik selalu ingin ada uang baru mukena diproduksi,” lanjut Minola.
 
Selain alasan produksi, Philipus juga meminta dana untuk keperluan mencari vendor dengan kualitas bahan terbaik.
 
“Philipus mengatakan bahwa untuk mencari pabrik dengan harga yang bagus, ya, dan juga bahan yang bagus, dia memerlukan beberapa biaya untuk entertain,” tutur Minola.  

Aliran Dana dan Perjanjian Fiktif

Atas dasar kepercayaan, Ruben mengirimkan uang secara bertahap ke dua nomor rekening, yakni rekening pribadi Philipus dan rekening atas nama PT Venteny Fortuna Indo. Ruben juga diminta menandatangani kontrak kerja sama yang nilainya mencapai Rp5,5 miliar.
 
“Perjanjian yang seolah-olah perjanjian ini adalah dari PT ke PT. Dari PT Venteny Fortuna Indonesia dengan PT-nya Ruben. Nilai kontrak dalam perjanjian tersebut, Ruben mengatakan lebih kurang 5,5 miliar,” ucap Minola.  

Bisnis Macet dan Dana Tidak Disalurkan

Namun, hingga momen Lebaran 2026 berlalu, bisnis mukena tersebut tidak kunjung terealisasi. Minola mengungkapkan bahwa modal yang telah disetorkan Ruben ternyata tidak pernah diteruskan ke pihak pabrik.
 
“Apa yang ditransferkan oleh Ruben pun ternyata tidak pernah diturunkan ke pabrik, sehingga pabrik tidak bisa memproduksi mukena seperti apa yang diharapkan oleh Ruben,” ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA