Perempuan yang akrab disapa Fuji itu mengatakan bahwa dirinya tidak pernah pelit kepada karyawan tersebut. Ia kerap memberikan gaji beserta bonus yang nilainya cukup besar.
“Gaji dan bonus itu bisa sampai dua digit lah tiap bulannya,” kata Fuji kepada awak media pada Senin, 20 April 2026.
Motif Penggelapan yang Mempertanyakan Rasa Syukur
Dengan penghasilan yang relatif besar tersebut, Fuji merasa janggal dengan motif penggelapan dana yang diduga dilakukan oleh sang mantan karyawan.“Aku tidak merendahkan ya. Tapi dengan gaji dia yang oke, kenapa memilih menggelapkan dana? Kenapa? Kurangnya di mana,” tanya Fuji.
Ia pun menilai mantan karyawannya itu sebagai sosok yang kurang bersyukur atas apa yang telah didapatkan.
“Ternyata, meski sudah lebih dari cukup tetap saja tidak merasa puas gitu loh,” lanjutnya.
Kerugian Miliaran Rupiah dan Tuntutan Keadilan
Kerugian yang dialami Fuji diketahui mencapai Rp1 miliar. Tidak berniat meminta ganti rugi secara materiel, Fuji hanya ingin pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.“Aku pengin dia dihukum seadil-adilnya. Mau dia balikin juga uangnya dari mana kan? Itu kan nyaris 4 digit yang dia gelapkan,” ujar Fuji.
Menurutnya, dana yang digelapkan tersebut merupakan hasil jerih payahnya selama ini.
“Aku capek kerja, dia malah mengambil yang bukan miliknya. Biarlah dia di dalam penjara,” ucap Fuji.
Status Hukum dan Dugaan Pelanggaran Privasi
Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menjelaskan bahwa kasus penggelapan dana yang dilaporkan kini telah naik ke tahap penyidikan. Mantan karyawan yang awalnya berstatus terlapor pun dikabarkan telah mengakui perbuatannya.Tak hanya penggelapan dana, mantan karyawan Fuji tersebut diduga menghapus ribuan data pekerjaan dari ponsel.
Selain itu, sejumlah percakapan pribadi milik Fuji juga ikut tersebar untuk dijadikan bahan ejekan.
Baca Juga :
Harry Styles Tolak Ajakan Foto Azizah Salsha
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News