Dalam pernyataannya, Erza mengaku telah menginformasikan detail proyek film bertajuk Tirai Jagal kepada para peserta casting, termasuk adanya adegan sensual.
“Saya selaku penulis serta sutradara di film ini, memang film kita adalah film gore, action, thriller, pembunuhan, psikopat, penculikan, penyekapan, pembunuhan, penyiksaan, adegan sensual, itu sudah kita sounding dari awal sebelum mereka datang casting secara offline,” jelas Erza.
Proses Seleksi dan Kesepakatan Adegan Sensitif
Erza mengonfirmasi bahwa pihak yang mengaku sebagai korban merupakan talenta yang telah lolos seleksi tahap kedua untuk film tersebut. Ia menegaskan telah memberikan perlakuan yang baik serta menyediakan fasilitas yang layak selama proses pencarian pemeran berlangsung.“Kita fasilitasi tempatnya, kita sewa ballroom, kita kasih makan, kita kasih minum, orang tua mau dateng mau nganterin silakan, ya,” ujar Erza.
Ia menambahkan bahwa sebelum hadir di lokasi, para talenta sudah diberi tahu mengenai adanya kontak fisik dalam adegan tertentu, termasuk pada area sensitif. Menurutnya, hal tersebut dilakukan demi transparansi karena genre film yang diusung memang ekstrem.
“Contoh, ada adegan pegang, 'Kamu siap nggak di adegan dipegang di bagian rambut, di bagian paha, ya di bagian tangan' gitu ya, 'di bagian-bagian sensitif, bersedia nggak untuk memerankan film ini?'. Kita sudah sounding di awal karena film kita bergenre thriller, action, gore, psikopat, ya. Jadi memang tujuan kita ya mencari talent-talent yang memang bersedia,” paparnya.
Klaim Persetujuan dari Pihak Keluarga
Sutradara ini juga menunjukkan bukti percakapan terakhir yang menunjukkan kesediaan talenta untuk menjalani proses pendalaman karakter. Erza mengeklaim bahwa pembicaraan mengenai batasan adegan tersebut juga diketahui oleh orang tua talenta yang bersangkutan.“Nah ini chat terakhir saya, bahwa dia tidak bermasalah asalkan adegan-adegan yang lain itu tidak ditampilkan karena dia masih cukup muda untuk memerankan adegan itu. Dan kita nggak masalah gitu ya, dia hanya... dia sudah sepakat nih. Nah ini buktinya,” ucap Erza.
“Ya, ini chatan terakhir, dan pada saat kita teleponan itu ada orang tuanya di samping. Itu kita lagi deal-deal-an tuh. Ya, saya tahu ada orang tuanya. 'Kamu bersedia dipegang di area mana saja? Mana yang sensitif, mana yang nggak mau?' gitu ya,” lanjutnya.

(Bukti chat bersama talenta yang diunggah Ezra, Dok. Instagram/officialerzaa)
Permohonan Maaf dan Komitmen Melanjutkan Proyek
Meski memberikan pembelaan, Erza menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di ruang publik. Ia menyatakan akan bersikap proaktif dalam menghadapi tuduhan ini dan berharap polemik tersebut segera berakhir.“Jadi atas nama pribadi saya mohon maaf bila sudah membuat kegaduhan di media, dan pastinya kita proaktif kok, ya. Kita proaktif. Bahkan ada yang komen di Instagram saya balas dan lain sebagainya, ada yang DM saya balas gitu ya,” tuturnya.
Terlepas dari isu yang beredar, Erza berkomitmen untuk tetap melanjutkan produksi film Tirai Jagal. Ia kembali menekankan bahwa sifat film ini memang sensitif sejak awal pembukaan lowongan pemeran.
"Kita akan tetap garap film ini. Film ini memang bergenre sensitif dan kita sudah sounding di awal, ini genre film sensitif. Makanya kita open di awal," lanjut Ezra.
Kronologi Dugaan Pelecehan yang Viral di Media Sosial
Kasus ini mencuat setelah seorang perempuan bernama Adine melalui akun X @adnazraa pada Minggu, 22 Februari 2026, mengungkap dugaan pelecehan seksual dan manipulasi oleh Erza. Adine menyebut terdapat sedikitnya tiga korban, termasuk anak di bawah umur.Modus yang diduga dilakukan adalah dengan mendekati korban melalui pengumuman casting di Instagram, yang kemudian berlanjut pada tindakan grooming. Pelaku disinyalir meminta komunikasi rutin secara personal dan meminta foto-foto pribadi yang dinilai tidak wajar.
Dalam unggahannya, Adine menyebut sutradara tersebut memaksa korban mengirimkan foto dengan pose tertentu, menanyakan ukuran pakaian dalam, hingga menawarkan bayaran khusus untuk bagian tubuh yang boleh disentuh. Adine akhirnya memilih mundur dari proyek tersebut setelah mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya.
Sebelumnya mohon maaf jika tulisan aku masih berantakan, dan izin menggunakan bahasa yg santai. Perkenalkan aku Adine, aku 17thn(minor).
— adine (@adnazraa) February 21, 2026
Cerita dimulai dari aku mengikuti casting untuk sebuah project film thriller(katanya), aku apply comcard melalui WA ke nomor yang tercantum pic.twitter.com/jXxDK6nKIV
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News