Melalui unggahan di akun X @Timobros, sutradara film Nobody 2 tersebut meminta identitas pelaku segera diungkap ke publik.
“Spill aja siapa sutradaranya,” tulis Timo Tjahjanto dalam keterangan unggahannya pada Senin, 23 Februari 2026.
Timo mengaku muak dengan tindakan pelaku yang mencoreng industri perfilman tersebut.
“Gue eneg sama yang kek ginian,” tulis Timo Tjahjanto.
Spill aja siapa sutradaranya , gue eneg sama yg kek ginian. https://t.co/RPQ90z7pJb
— Timo Tjahjanto (@Timobros) February 23, 2026
Desakan Warganet untuk Blacklist Pelaku
Warganet yang melihat unggahan tersebut langsung meminta Timo Tjahjanto menggunakan koneksi luasnya di industri film untuk memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist). Bahkan, sutradara yang telah berkarier hampir dua dekade itu diharapkan mampu membantu menyeret pelaku ke jalur hukum.“Please gunain connection lu bang (Timo) buat blacklist, bahkan kalo bisa tangkep tuh orang. Curiga dia ada banyak korban yg gak speak up,” tulis seorang warganet.
Sejumlah warganet lain mulai menyebut nama Erzalul Octa Azis sebagai terduga pelaku dalam kasus pelecehan ini. Diketahui, Erza Trainer berperan sebagai sutradara dan penulis dalam proyek film bertajuk Tirai Jagal.
hati-hati. terduga pelaku yg adalah penulis film ???? https://t.co/AnRcZ5bFX5 pic.twitter.com/YgwmAwgZjO
— ???? vani (@vaneloody) February 22, 2026
Kronologi Dugaan Pelecehan dan Modus Pelaku
Sebelumnya, seorang perempuan bernama Adine melalui akun X @adnazraa pada Minggu, 22 Februari 2026, mengungkap dugaan pelecehan seksual dan manipulasi oleh seorang sutradara film thriller. Kasus ini ditengarai melibatkan sedikitnya tiga korban, termasuk anak di bawah umur.Modus pelaku dimulai dengan mendekati korban melalui pengumuman casting di Instagram. Pelaku kemudian melakukan grooming dengan meminta komunikasi rutin secara personal dan meminta korban mengirimkan foto-foto pribadi yang dinilai janggal.
Sutradara tersebut memaksa korban mengirimkan foto dengan pose tertentu, menanyakan ukuran pakaian dalam, hingga secara terang-terangan menawarkan "tarif" untuk setiap bagian tubuh korban yang boleh ia sentuh.
Meski sempat merasa terjebak dalam manipulasi pelaku, Adine akhirnya berani menolak dan memutuskan mundur sepenuhnya dari proyek tersebut setelah mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya.
Sebelumnya mohon maaf jika tulisan aku masih berantakan, dan izin menggunakan bahasa yg santai. Perkenalkan aku Adine, aku 17thn(minor).
— adine (@adnazraa) February 21, 2026
Cerita dimulai dari aku mengikuti casting untuk sebuah project film thriller(katanya), aku apply comcard melalui WA ke nomor yang tercantum pic.twitter.com/jXxDK6nKIV
Baca Juga :
Tak Ditahan, Richard Lee Dikenai Wajib Lapor
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News