Lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Minggu sore, 22 Februari 2026, Piche menyampaikan klarifikasi sekaligus membantah semua tudingan yang diarahkan kepadanya.
"Terkait pemberitaan-pemberitaan yang sudah beredar sampai hari ini, saya sampai saat ini masih mengikuti proses hukum yang ada. Maka dengan itu, saya ingin menjelaskan bahwa apa yang disangkakan dan dituduhkan kepada saya tidaklah benar," ungkap Piche Kota di Instagram.
Pelantun hits "Bahagia Lagi" tersebut juga menegaskan bahwa klarifikasi yang dilakukan olehnya bukanlah sebagai bentuk pembelaan diri kepada publik.
"Saya bersuara saat ini untuk keadilan saya sendiri. Dan saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepada saya," lanjutnya.
Meski membantah terlibat, Piche memastikan dirinya akan tetap kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan di Polres Belu.
"Saya sangat menghargai semua proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian, dan saya sebagai warga negara yang baik akan mengikuti setiap proses hukum yang ada. Terima kasih untuk semua pihak yang selalu mendampingi dan memberikan support kepada saya," tutup Piche Kota.
Kasus ini mencuat setelah Piche diduga terlibat dalam kasus asusila terhadap seorang siswi SMA berusia 16 tahun di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/12/I/2026/SPKT/Polres Belu/Polda NTT, peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah hotel di Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, pada 11 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA.
Saat ini, proses hukum masih terus berjalan dan publik pun menanti perkembangan selanjutnya dari kasus yang menyeret nama penyanyi muda dari ajang pencarian bakat musik paling bergengsi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News