Acara bertema Berpenghasilan dari Menulis Konten di Aplikasi Novel Digital (Foto: instagram)
Acara bertema Berpenghasilan dari Menulis Konten di Aplikasi Novel Digital (Foto: instagram)

Kemenekraf Dukung Penulis Novel Indonesia Bersaing di Kancah Dunia

Elang Riki Yanuar • 02 Januari 2026 19:17
Jakarta: Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan perannya sebagai motor penggerak pengembangan konten digital dan literasi melalui penyelenggaraan acara "Berpenghasilan dari Menulis Konten di Aplikasi Novel Digital".
 
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan KBM App ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Mereka terdiri dari penulis, pegiat literasi, hingga talenta kreatif yang ingin menjadikan karya tulis sebagai sumber penghasilan berbasis kekayaan intelektual.
 
Ajang ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Ekonomi Kreatif, antara lain Neil L Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi; Yuana Rochma Astuti, Direktur Konten Digital; serta Fahmy Akmal, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif.

Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, forum ini bukan sekadar temu komunitas, melainkan bagian dari strategi memperkuat subsektor konten digital. Pemerintah melihat penulis novel digital sebagai aktor penting dalam rantai nilai ekonomi kreatif yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
 
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Neil L Himam, menegaskan bahwa para penulis memiliki posisi strategis sebagai pelaku ekonomi kreatif. Ia merujuk Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif yang menempatkan kekayaan intelektual sebagai sumber nilai tambah ekonomi berbasis kreativitas, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Menurut Neil, kehadiran platform digital telah menurunkan hambatan masuk bagi penulis untuk berkarya dan mendistribusikan konten secara luas. Hal ini membuka peluang menjadikan aktivitas menulis sebagai penghasilan tambahan bahkan sumber nafkah utama.
 
Ia juga menyoroti peluang besar pada skema gig economy kreatif dan ekspor konten. Cerita diaspora Indonesia di luar negeri, kata Neil, dapat menjadi sumber narasi bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya di pasar global.
 
Dalam forum tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan tiga penulis sukses KBM App sebagai bukti nyata keberhasilan ekosistem ini. Bunga BTP dengan capaian penghasilan hingga Rp3,3 miliar, Dwi Indrawati dengan lebih dari Rp2 miliar, serta Julli Nobasa yang menembus lebih dari Rp800 juta, berbagi praktik terbaik di hadapan peserta.
 
Direktur Konten Digital Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuana Rochma Astuti, menekankan bahwa pemerintah hadir sebagai mitra strategis kreator. Ia mendorong peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mempraktikkan ilmu yang diperoleh, serta memanfaatkan berbagai program pengembangan yang disediakan kementerian.
 
Yuana juga menilai bahwa ekonomi kreatif menawarkan pola kerja fleksibel yang sejalan dengan tren gig economy. Oleh karena itu, penguatan jejaring dan kolaborasi lintas subsektor menjadi faktor penting agar penulis mampu bertahan dan tumbuh di tengah perubahan teknologi.
"Kami berharap semakin banyak penulis yang mampu mengoptimalkan kekayaan intelektualnya sehingga ekonomi kreatif Indonesia tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing global," tutupnya. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan