Tim nasional Korea Selatan finis di peringkat ketiga Grup K pada pertandingan fase grup yang berlangsung pada tanggal 28 waktu setempat. Posisi tersebut berada di luar batas delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
Dengan begitu, Korea Selatan gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia Rusia 2018, delapan tahun lalu. Setelah kabar itu mencuat, sejumlah penggemar sepak bola menyerbu akun media sosial Jonathan dan membanjirinya dengan komentar kebencian.
| Baca juga: Song Hye-kyo Tinggalkan Agensi UAA Setelah 14 Tahun Bersama |
Hal tersebut diduga dipicu oleh kemenangan comeback Republik Demokratik Kongo atas Uzbekistan dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup K, yang sekaligus menggagalkan harapan Korea Selatan untuk lolos ke babak 32 besar.
Jonathan menjadi sasaran tanpa alasan lain selain karena ia berasal dari Republik Demokratik Kongo. Kolom komentar unggahan terbaru Jonathan pun dipenuhi komentar bernada rasis.
"Jujur saja, bukankah kamu sebenarnya mendukung Kongo?" komentar salah satu akun, dikutip dari Star News, Minggu, 28 Juni 2026.
“Deportasi,” tulis akun lainnya.
Jonathan bahkan dituntut untuk meminta maaf kepada masyarakat Korea Selatan dan disalahkan atas kegagalan tim nasional sepak bola tersebut terus berlaga di Piala Dunia 2026.
| Baca juga: Jeongyeon TWICE Temui Agensi Byeon Woo-seok, Rumor Tinggalkan JYP Kian Menguat |
“Minta maaf kepada rakyat Korea,” kata salah satu akun.
"Karena kamu mendukung Kongo, Korea Selatan tidak bisa lolos ke babak 32 besar,” ujarnya.
Untungnya, tidak sedikit penggemar sepak bola yang justru membela Jonathan. Mereka mempertanyakan kesalahan Jonathan sampai perlu dihujat, serta mengingatkan fans lain untuk menjaga martabat bangsa.
Bernama lengkap Jonathan Yiaombi, ia lahir di Republik Demokratik Kongo pada tahun 2000 lalu pindah ke Korea Selatan saat masih anak-anak dengan status pengungsi. Namun saat ini, ia sedang menyelesaikan proses naturalisasi untuk menjadi warga negara Korea Selatan.
"Kewarganegaraan saya masih Republik Demokratik Kongo, tetapi pada dasarnya saya sudah menyelesaikan semua ujian naturalisasi dan semua persiapan yang bisa saya lakukan. Sekarang saya hanya tinggal menunggu," ujar Jonathan dalam sebuah talkshow yang tayang di YouTube.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda