Sukardi mengaku telah melihat rekaman CCTV yang menjadi barang bukti saat proses pemeriksaan. Ia menyimpulkan terdapat perbedaan signifikan antara video yang dipegang pihak kepolisian dengan potongan klip yang selama ini beredar di media sosial.
“Sudah (melihat) yang tersebar di media sosial (juga). Saya bisa menyimpulkan itu berbeda,” ungkap Sukardi, dikutip dari saluran YouTube Intens Investigasi pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perbedaan Ruangan dan Posisi Benda
Meskipun melihat adanya perbedaan, Sukardi tidak membantah identitas orang yang berada dalam rekaman tersebut. Ia tetap membenarkan bahwa sosok dalam video adalah Inara Rusli dan Insanul Fahmi.“Tapi saya tidak bisa bilang bahwa itu bukan IR atau bukan I, tapi berbeda (videonya),” tambah Sukardi.
Ia menjelaskan sejumlah perbedaan yang ia temukan saat menyaksikan rekaman di Bareskrim Polri pada Rabu, 18 Februari 2026. Salah satu poin yang paling mencolok adalah tatanan interior dalam video tersebut.
“Berbeda bentuk ruangan, berbeda posisi apa namanya benda-benda atau ee hal-hal yang ada di dalam ruangan itu beda. Sangat berbeda,” jelas Sukardi.
Fakta Durasi CCTV Hanya 90 Menit
Dalam proses pemeriksaan, pihak kepolisian hanya menampilkan cuplikan pendek sebagai pengantar, tidak secara keseluruhan.“Hanya rekaman sekitar kurang dari 1 menit. Hanya pengantar saja,” tutur Sukardi.
Pada kesempatan tersebut, ia mengonfirmasi bahwa durasi asli rekaman CCTV yang sebenarnya adalah 90 menit atau 1,5 jam, bukan 2 jam seperti informasi yang beredar luas selama ini.
“Selama ini banyak tersebar luas itu sebenarnya infonya bukan 2 jam atau 120 menit. Yang asli berdasarkan kesaksian itu hanya 90 menit dari pukul 10.30 sampai 00.00, 1,5 jam,” ujar Sukardi.
Alasan Saksi Enggan Muncul ke Publik
Di sisi lain, mantan sopir Inara Rusli beserta istrinya memilih untuk tidak tampil di hadapan awak media. Hal ini dilakukan demi menghindari tekanan atau dampak buruk yang tidak diinginkan. Mereka menegaskan bahwa keterlibatan dalam kasus ini murni untuk membantu proses hukum, bukan mencari popularitas atau keuntungan materi.“Memang dari awal ya dari awal niatnya hanya ingin membantu mengungkap kebenaran yang memang tidak mendapatkan keuntungan apapun dan benefit apapun,” ucap Sukardi.
Hingga saat ini, perkara yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian. Penyidik terus mendalami keterangan para saksi guna mengungkap kejelasan dari dugaan tindak pidana yang dilaporkan.
Baca Juga :
Wardatina Mawa Kantongi Bukti Tambahan Dugaan Perselingkuhan Inara Rusli dan Insanul Fahmi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News