Jenazah Celeste ditemukan dalam keadaan sangat membusuk di bagasi depan sebuah mobil Tesla yang terdaftar atas nama David Anthony Burke (nama asli D4vd), pada September 2025.
Pada bulan April 2026, penyidik akhirnya memperoleh akses ke akun iCloud D4vd, yang menurut mereka berisi sejumlah besar materi pornografi anak. Akun tersebut juga memuat pesan teks yang menunjukkan bahwa Celeste telah hamil pada usia 13 tahun, dan telah melakukan aborsi lebih dari setahun sebelum ia dibunuh.
Jaksa penuntut umum memaparkan data iCloud yang dipulihkan dari iPhone D4vd, yang memperlihatkan pesan teks antara dirinya dan Celeste sejak 8 Agustus 2022, saat korban berusia 11 tahun dan terdakwa berusia 17 tahun.
| Baca juga: Soundtrack Serial Arcane Karya D4vd Ditarik dari Layanan Streaming Buntut Dakwaan Pembunuhan |
Dalam salah satu percakapan pada awal Januari 2024, D4vd meminta maaf karena telah membuat Celeste mengalami hal tersebut. Ia juga sempat menanyakan apakah bayi itu adalah anaknya.
“Tentu saja itu anakmu, David,” jawab Celeste, dikutip dari NME, Minggu, 26 Juli 2026.
Pengadilan mendengarkan bahwa dalam pesan teks lain yang dikirimkan kepada remaja tersebut pada Juni 2024, D4vd menulis: “Mari jadikan aborsi ini yang terakhir sampai kita punya yang sesungguhnya.”
Kesaksian tersebut disampaikan selama sidang pendahuluan di mana hakim akan memutuskan apakah D4vd harus diadili atas pembunuhan Celeste. Jaksa penuntut pun berusaha membuktikan bahwa D4vd mulai melakukan pelecehan seksual terhadap Celeste saat korban berusia 13 tahun dan dia berusia 18 tahun.
| Baca juga: Jaksa Temukan Konten Pornografi Anak di Ponsel D4vd |
Kasus Pembunuhan Celeste Rivas Hernandez
Pada hari pertama sidang pendahuluan kasus pembunuhan tersebut pada Selasa, 21 Juli waktu setempat, pengadilan diperlihatkan serangkaian foto yang eksplisit terkait kasus tersebut, dan orang tua Hernandez hadir dalam sidang.Seorang detektif pembunuhan bersaksi bahwa D4vd telah membeli kantong mayat, gergaji mesin, kolam renang tiup, dan sekop secara daring beberapa hari setelah korban meninggal.
Rincian pembunuhan tersebut sebelumnya hanya dijelaskan dalam berkas pengadilan, dan sidang tersebut menandai pertama kalinya bukti dan foto-foto tersebut diperlihatkan secara terbuka di pengadilan.
| Baca juga: Sidang d4vd: Jaksa Beberkan Bukti Pembelian Gergaji Diduga untuk Mutilasi |
Menurut jaksa penuntut, D4vd menikam Celeste sebelum memotong-motong jenazahnya dengan gergaji mesin untuk menutupi pembunuhan tersebut setelah bertahun-tahun dugaan pelecehan seksual.
Diduga ia membunuh remaja tersebut karena korban mengancam akan membongkar hubungannya dengan seorang anak di bawah umur dan menghancurkan karier musiknya.
Namun, pihak D4vd membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa ia tidak tahu Celeste masih di bawah umur. Ia juga mengaku hanya pernah bertemu langsung sekali dengan korban yang saat itu berusia 13 tahun.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda