Barasuara saat tampil di TSP day2 (Foto: Instagram @live.avenue/@thesoundsproject)
Barasuara saat tampil di TSP day2 (Foto: Instagram @live.avenue/@thesoundsproject)

Barasuara Jadi "Home Band" The Sounds Project, Tampil untuk Kesembilan Kalinya

Basuki Rachmat • 09 Agustus 2026 08:13
Ringkasnya gini..
  • Barasuara tampil untuk kesembilan kalinya di The Sounds Project Vol. 9 pada Sabtu malam di Ecovention Ancol.
  • Iga Massardi menyebut Barasuara sebagai "home band" karena konsisten tampil sejak The Sounds Project pertama digelar.
  • Barasuara dan The Sounds Project mengenang perjalanan festival yang bermula dari acara musik mahasiswa Gunadarma.
Jakarta: Grup indie rock asal Jakarta, Barasuara, sukses menjadi salah satu penampil utama yang menghidupkan panggung hari kedua The Sounds Project Vol. 9: Beyond Memories di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
 
Tampil di The Sounds Project Stage pada pukul 19.45 WIB, Barasuara yang diperkuat Iga Massardi (vokal, gitar), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal), Gerald Situmorang (bas), Tj Kusuma (gitar), dan Marco Steffiano (drum) langsung membuka pertunjukan dengan single terbaru mereka, "Sementara", yang dirilis pada 19 Juli 2026.
 
Usai membuka pertunjukan dengan karya terbaru, Iga dan kawan-kawan membawa penonton menyusuri repertoar dari album studio ketiga mereka, Jalaran Sadrah (2024).

Sejumlah lagu seperti "Fatalis" dan "Merayakan Fana" pun langsung disambut sing along oleh para Penunggang Badai, sebutan untuk penggemar Barasuara.
 
Setelah membawakan tiga lagu pembuka, Iga Massardi menyempatkan diri menyapa penonton. Ia kemudian mengungkap fakta menarik bahwa penampilan malam itu menjadi kali kesembilan Barasuara tampil di The Sounds Project.
 
Konsistensi tersebut membuat Iga berseloroh bahwa Barasuara layak disebut sebagai home band The Sounds Project. Pasalnya, grup tersebut tercatat telah hadir sejak festival ini pertama kali digelar dan nyaris tidak pernah absen dari jajaran penampil.
 
"The Sounds Project, perkenalkan kami Barasuara. Kami adalah home band dari The Sounds Project. Dan kami mau menyapa selamat malam untuk para Penunggang Badai yang sudah hadir malam ini," sapa Iga dari atas panggung.
 
Iga kemudian menyampaikan apresiasinya kepada penonton yang telah meluangkan waktu untuk menyaksikan penampilan Barasuara malam itu. Ia juga berharap perjumpaan tersebut dapat menjadi pengalaman yang berkesan, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali menyaksikan Barasuara secara langsung.
 
"Terima kasih sudah menyempatkan waktunya. Semoga berkenan menjadi pengalaman pertama kalian menyaksikan Barasuara. Semoga ini bukan menjadi yang terakhir. Dan untuk teman-teman yang sudah membantu kami selama 14 tahun ini, terima kasih banyak untuk kalian semua," lanjutnya.
 
Barasuara kemudian kembali menggeber panggung dengan "Habis Gelap", "Hitam dan Biru", serta "Manusia (Sumarah)". Energi penonton pun terus terjaga mengikuti karakter musik Barasuara yang dikenal penuh dinamika.
 
Barasuara Kenang Sejarah Lahirnya The Sounds Project yang Berawal dari Acara Kampus
Menjelang membawakan "Etalase" dari album Jalaran Sadrah, Iga menghadirkan sosok Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru atau Gana, ke atas panggung.
 
Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Iga untuk mengenang perjalanan panjang The Sounds Project. Ia mengingat bagaimana festival tersebut dahulu berawal dari sebuah acara musik yang digagas mahasiswa Universitas Gunadarma, jauh sebelum berkembang menjadi festival berskala besar seperti sekarang.
 
Iga juga mengungkapkan bahwa hubungan Barasuara dengan The Sounds Project telah terjalin sejak festival tersebut masih digelar di lingkungan kampus dan sejumlah venue berkapasitas kecil.
 
"Kami sudah bersama Gana dari waktu mereka main di kampus dan main di venue-venue kecil yang nonton waktu itu cuma panitia. Dan hari ini kami (Barasuara) bisa bersama Gana untuk kesembilan kalinya," tutur Iga.
 
Setelah menyampaikan apresiasinya kepada The Sounds Project dan para Penunggang Badai, Iga kemudian memberi tanda bahwa pertunjukan Barasuara malam itu telah mendekati penghujung.
Ia pun memperkenalkan lagu penutup dengan gaya khasnya yang jenaka.Iga juga mengungkapkan bahwa hubungan Barasuara dengan The Sounds Project telah terjalin sejak festival tersebut masih digelar di lingkungan kampus dan sejumlah venue berkapasitas kecil.
 
"Terima kasih The Sounds Project, terima kasih buat kalian semua. Thank you so much untuk para Penunggang Badai. Ini adalah persembahan terakhir dari kami. Ini adalah Terbuang Dalam Wak-Waw," tutup Iga dengan nada canda.
 
Barasuara akhirnya menutup penampilan dengan "Terbuang Dalam Waktu". Lagu tersebut menjadi klimaks pertunjukan setelah para Penunggang Badai ikut bernyanyi bersama, sekaligus mengakhiri penampilan kesembilan Barasuara di The Sounds Project dengan suasana penuh energi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA