Fenomena Jasa Titip di Konser Musik
Seorang pelaku usaha asal Bekasi mengaku telah menekuni bisnis tersebut di berbagai acara konser, termasuk musisi internasional. Ia memulai usaha ini sejak tahun 2025.
"Aku konser K-pop, konser Western, kadang konser Thailand juga," ungkap Mei kepada Medcom.id di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Tarif yang ia tetapkan untuk jasa titip berkisar antara Rp10.000 hingga Rp30.000 sampai konser selesai, sedangkan sewa power bank dibanderol sekitar Rp50.000.
Sepi Peminat di Konser Kanye West
Meski harga yang ditawarkan terbilang murah, Mei merasa peminat jasanya kurang ramai pada konser Kanye West di Jakarta.
"Kalau untuk hari ini aku kurang ramai ya. Karena mungkin yang open jasa juga banyak, lebih banyak dari sebelum-sebelumnya ya," ujar Mei.
Konser Kanye West di Jakarta diketahui mendatangkan puluhan ribu penonton mancanegara. Namun, kehadiran mereka ternyata tidak berdampak signifikan pada pelaku usaha tersebut.
"Enggak (minat) sih ya. Mungkin mungkin mereka juga bingung kali ya," tutur Mei.
Namun, ia mengatakan bahwa pada momen puncak seperti konser K-pop, usahanya pernah mencapai titik teramai.
"Biasanya tuh ramainya di konser K-pop. Terus bisa kalau lagi ramai banget, bisa kayak 5 koper atau 5 ransel gitu," kata Mei.
Pendapatan dari usaha jasa titip barang dan sewa power bank bisa mencapai sekitar Rp500.000 dalam sehari.
Kendala Perizinan di Kawasan GBK
Ketika Medcom.id menghampirinya, Mei bersama rekannya sempat diminta pergi oleh petugas keamanan di sekitar GBK. Ia mengaku kurang mengetahui regulasi perizinan resmi karena proses birokrasinya yang sulit ditempuh.
'Soalnya kita juga pernah coba buat cari izinnya ke resminya gitu juga eh diarahinnya agak sulit juga sih," ucap Mei.
Medcom.id pun sempat berbincang dengan perwakilan petugas keamanan GBK mengenai isu yang dihadapi oleh pelaku usaha tersebut.
Ia menjelaskan bahwa para pedagang di kawasan GBK diwajibkan memiliki izin resmi dari pihak manajemen, layaknya pelaku UMKM setempat.
"UMKM yang di sini mereka izin ke pihak manajemen GBK. Sedangkan yang pedagang asongan yang ilegal-lah bahasanya, mereka tanpa izin," jelas perwakilan petugas keamanan GBK.
Menanggapi informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa proses perizinan tergolong rumit, petugas keamanan itu justru berpendapat bahwa pengurusan izin sebenarnya tidaklah sulit.
"Kalau untuk izinnya menurut saya sih enggak ribet," pungkasnya.