Berdasarkan pantauan Medcom.id sejak pukul 17.00 WIB, kawasan GBK dipadati penonton lokal maupun mancanegara. Sejumlah penggemar terlihat mengenakan merchandise kaus hitam dengan sablon merah dan tulisan di bagian belakang, “YE LIVE AT GBK STADIUM 24.10.2026”.
Di antara kerumunan tersebut, Medcom.id berkesempatan berbincang dengan Odne, penonton asal Denmark. Ia mengaku datang ke konser Ye bersama teman-temannya saat sedang melakukan perjalanan backpacking.
"Saya Odne, dan saya berasal dari Kepulauan Faroe, wilayah yang merupakan bagian dari Denmark," tutur Odne.
Ia menjelaskan bahwa konser Ye bukanlah tujuan utama perjalanannya ke Indonesia. Namun, karena kebetulan sedang berada di Tanah Air, ia dan teman-temannya memutuskan untuk menyaksikan penampilan sang rapper secara langsung.
"Saya dan teman-teman sedang backpacking saat ini. Jadi, kami memutuskan untuk datang ke konser Kanye karena kebetulan kami sudah berada di sini. Jadi, sebenarnya kami tidak datang ke Indonesia khusus untuk menonton konsernya," lanjutnya.
Sebagai pelancong yang sedang menjelajahi sejumlah tempat, Odne mengaku kesulitan menghitung total pengeluarannya selama perjalanan. Meski demikian, ia memperkirakan biaya yang telah dikeluarkan berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp20 juta.
"Karena kami memang sedang backpacking, agak sulit untuk memperkirakan total pengeluarannya. Tapi, mungkin sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta," ungkap Odne.
Di tengah banyaknya lagu yang telah dirilis Ye, Odne menyebut “Saint Pablo” dari album The Life of Pablo sebagai salah satu favoritnya. Ia menyukai permainan lirik dan karakter musik dalam lagu tersebut.
“Saint Pablo' dari album The Life of Pablo. Itu lagu favorit saya. Saya suka bar liriknya dan suara musiknya," tuturnya.
Sempat Gagal Nonton Konser Ye di Italia
Konser di Jakarta juga menjadi kesempatan bagi Odne untuk menyaksikan Ye setelah rencana pertunjukan sang rapper di Reggio Emilia, Italia, pada Mei 2026 batal terlaksana.
Rencana konser di Italia tersebut menuai penolakan dari aktivis, organisasi masyarakat, hingga sejumlah pejabat setempat. Kontroversi pernyataan antisemitik dan retorika Ye di ruang publik turut memicu polemik menjelang pertunjukan tersebut.
Odne mengaku telah membeli tiket untuk konser di Italia yang direncanakan berlangsung pada musim panas. Namun, ia akhirnya harus menerima kenyataan bahwa pertunjukan tersebut dibatalkan.
"Menurut saya, itu bisa dimengerti. Saya membeli tiket konser Ye di Italia yang seharusnya digelar musim panas ini, tetapi konsernya dibatalkan karena sejumlah masalah keamanan," tutur Odne.
Meski memahami alasan di balik pembatalan tersebut, Odne mengaku tetap menikmati karya musik Ye. Ia juga menyadari bahwa perjalanan karier sang rapper tidak lepas dari berbagai kontroversi.
"Saya paham alasannya, karena dia memang bisa menjadi sosok yang kontroversial dan terkadang punya momen-momen tertentu yang datang dan pergi. Tapi, ya, begitulah hidup. Tidak masalah," ujarnya.
Bagi Odne, kontroversi yang menyertai sosok Ye tidak menghapus harapannya terhadap karya-karya sang rapper. Ia pun menyampaikan pesan agar Ye tetap melanjutkan perjalanan musiknya.
"Teruslah membuat musik, Ye. Jangan berhenti hanya karena kamu semakin tua," tutup Odne.