Pesta Timuran Jaksel (Foto: Medcom/Basuki)
Pesta Timuran Jaksel (Foto: Medcom/Basuki)

Pesta Timuran Jaksel Rayakan Keberagaman Musik Indonesia Timur, Lanjutkan Semangat Glenn Fredly

Basuki Rachmat • 19 Juni 2026 23:20
Ringkasnya gini..
  • Pesta Timuran Jaksel hadirkan ragam musik Indonesia Timur, dari lagu pesta, pop, hingga Timur Jazz Rock dalam satu panggung.
  • Festival ini mempertemukan musisi Ambon, Papua, dan NTT lewat kolaborasi Timur Jazz Rock yang terinspirasi semangat Glenn Fredly.
  • Pesta Timuran Jaksel menggandeng Lagu Timur Session dari Belanda untuk memperluas gaung budaya dan musik Indonesia Timur.
Jakarta: Di tengah derasnya arus tren musik digital, satu warna musik terus mencuri perhatian dan mendominasi percakapan publik: musik dari Indonesia Timur. Tak lagi sekadar dianggap sebagai fenomena sesaat, musik Timur kini menjelma menjadi kekuatan kultural baru yang berhasil menembus berbagai lapisan pendengar di Indonesia.
 
Berangkat dari semangat tersebut, lahirlah Pesta Timuran Jaksel, sebuah festival yang mempertemukan komunitas, musisi, kreator, hingga para penikmat musik Indonesia Timur dalam satu ruang perayaan budaya yang inklusif dan penuh kolaborasi.
 
Menariknya, festival ini tidak hanya menghadirkan musik yang saat ini tengah digandrungi seperti hip-hop acara dan lagu-lagu pesta khas Timur. Pesta Timuran Jaksel juga akan menampilkan ragam warna musik lain, mulai dari pop, jazz rock, hingga kolaborasi lintas budaya yang melibatkan musisi dan kolektif seni dari berbagai wilayah Indonesia Timur, bahkan komunitas diaspora Timur terbesar yang berbasis di Belanda.

Saat sesi doorstop interview, Medcom.id pun sempat menanyakan alasan promotor acara di balik keputusan kurasi lineup lintas genre tersebut di Pesta Timuran Jaksel 2026.
Founder Timuran Jaksel dan Pesta Timuran, Robby Neo, mengatakan bahwa festival ini dirancang untuk menghadirkan spektrum musik Timur secara utuh dalam satu panggung. Karena itu, proses kurasi penampil dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman genre, daerah asal, hingga kultur yang berkembang di Indonesia Timur.
 
"Kita pengen semua tentang musik Timur ini ada. Pertama kita ada Minang Timur, kenapa? Karena Minang Timur ini juga cukup membesarkan musik Timur. Jadi kita pilih Jacson Zeran dan Wita Sofi. Minang Timur ini juga harus diangkat, jadi ini bentuk kita, beragam budaya kita, Minang dan Timur ini bisa kolaborasi," tutur Robby di Bajawa Kemang, Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026.

Hadirkan Kolaborasi Timur Jazz Rock

Salah satu program spesial yang akan menjadi sorotan adalah Timur Jazz Rock, sebuah pertunjukan yang terinspirasi dari semangat kolaborasi musik lintas daerah di Indonesia Timur.
 
Robby menjelaskan konsep tersebut berangkat dari proyek Ambon Jazz Rock yang pernah digagas mendiang Glenn Fredly bersama Barry Likumahuwa.
 
“Dulu sempat ada Ambon Jazz Rock yang cukup besar. Jadi dulu almarhum Bung Glenn sama Kaka Barry bikin Ambon Jazz Rock, tapi karena roots kita ini pengen Timur secara keseluruhan, kalau Timur itu nggak cuman Ambon tapi ada juga Papua, ada juga NTT. Jadi kita ingin ada semua unsur ini di Pesta Timuran Jaksel," ujar Robby.
 
Melalui Timur Jazz Rock, sejumlah musisi dari berbagai daerah akan dipertemukan dalam satu panggung kolaboratif.
 
"Timur Jazz Rock adalah panggung kolaborasi dari Barry Likumahuwa dengan Teddy Adhitya yang perwakilan dari Ambon, terus ada Nowela dan Wizz Becker perwakilan dari Papua, dan Mario G. Klau yang perwakilan dari NTT. Jadi kita memang ngejahit ini jadi satu kesatuan di sini," ungkapnya.  

Hadirkan "Afgan-Afgan"-nya Timur

Selain musik pesta dan jazz rock, festival ini juga akan menghadirkan sisi lain musik Timur melalui program bertajuk Suara Timur.
 
Program tersebut akan menampilkan para penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagu bertema cinta dan melankolis yang selama ini memiliki basis penggemar besar di Indonesia Timur.
 
"Nah, lalu ada Suara Timur. Itu adalah penyanyi-penyanyi galaunya-lah kita bilang, Afgan-nya Timur. Jadi ada Fresly Nikijuluw dan lain-lain. Mereka nyanyiin lagu Timur secara dengan skill suara olah vokal yang baik, mereka juga akan kolaborasi," jelas Robby.

Gandeng Kolektif Timur Terbesar di Belanda

Tak hanya melibatkan musisi dari Indonesia, Pesta Timuran Jaksel juga akan menghadirkan Lagu Timur Session, komunitas musik Timur yang berbasis di Belanda dan dikenal luas melalui berbagai konten musik mereka di YouTube.
 
Menurut Robby, kehadiran komunitas tersebut menjadi salah satu momen spesial dalam festival tahun ini.
 
"Terus yang paling gong juga kita ajak kolaborasi komunitas Timur yang paling besar di Belanda. Jadi namanya Lagu Timur Session. Ini adalah anak Timur, mereka berdarah Timur," terang Robby.
 
"Jadi Miguell Kaidel, dan teman-temannya itu mereka bikin video YouTube yang ditonton sama dunia sebenarnya. Lagu Timur Session ini dikenal dunia. Nah, mereka itu darah Belanda tapi stay-nya di Belanda, tapi mereka darahnya darah Timur semua. Nah, kita ajak mereka datang untuk perkenalkan lagi budaya Timur yang di sini dan mereka juga pasti akan ada orang sana akan melihat budaya ini secara luas gitu," sambungnya.
Tak hanya musik, Pesta Timuran Jaksel juga menyiapkan berbagai program pendukung yang memperkuat nuansa komunitas dan budaya urban. Mulai dari kompetisi tari Spice Jam Dance Battle, pertunjukan Titik Kumpul, hingga penampilan komedian Arie Kriting sebagai pemandu acara.
 
Sementara bagi pencinta kuliner, area Rica-Rica Garden akan menghadirkan beragam sajian khas Indonesia Timur, mulai dari sirih pinang hingga papeda kuah kuning.
 
Bagi Sobat Medcom yang tertarik hadir, Pesta Timuran Jaksel akan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026 di CIBIS Park, Jakarta Selatan. Informasi lebih lanjut dan pembelian tiket dapat diakses melalui pestatimuran.com.
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA