Ecko Show (Foto: instagram)
Ecko Show (Foto: instagram)

Ecko Show Suarakan Keresahan Musisi Indonesia Timur: Siap Tinggalkan YouTube Jika Tak Dihargai

Elang Riki Yanuar • 05 Mei 2026 23:38
Ringkasnya gini..
  • Pendapatan musisi Indonesia Timur dari YouTube turun meski performa konten tetap tinggi, jadi sorotan Ecko Show.
  • Ecko Show minta transparansi monetisasi YouTube karena revenue tak sebanding dengan views dan audiens.
  • Musisi mulai lirik platform lain yang lebih adil demi masa depan industri musik digital Indonesia.
Jakarta: Musisi dan kreator Ecko Show kembali menyoroti kondisi yang tengah dirasakan oleh sejumlah pelaku musik dari kawasan Indonesia Timur. Ia mengungkapkan adanya penurunan pendapatan digital, khususnya dari platform YouTube, meskipun performa konten mereka dinilai masih stabil dan bahkan kuat dari sisi jumlah penonton dan interaksi audiens.
 
Fenomena ini dinilai menjadi perhatian serius karena YouTube selama ini berperan besar sebagai wadah distribusi karya bagi musisi daerah. Banyak kreator musik yang mengandalkan platform tersebut untuk menjangkau pendengar baru sekaligus membangun basis penggemar secara organik.
 
Ecko Show menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, banyak musisi dari Indonesia Timur berhasil membangun ekosistem pendengar yang solid melalui YouTube. Namun, perubahan mulai terasa ketika pendapatan yang mereka terima tidak lagi sebanding dengan performa konten yang tetap tinggi.

“Views masih bagus, streams masih jalan, audiens juga masih kuat. Tapi revenue yang diterima teman-teman justru terasa semakin menurun. Ini yang membuat banyak musisi mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa yang berubah?” ujar Ecko Show.
 
Pelantun "Tor Monitor Ketua" ini menegaskan bahwa kegelisahan ini bukan bentuk penolakan terhadap YouTube sebagai platform. Sebaliknya, para musisi berharap adanya transparansi yang lebih jelas terkait sistem monetisasi dan perubahan kebijakan yang mungkin berdampak pada pendapatan kreator.
 
“Kami menghargai peran YouTube dalam membantu banyak musisi daerah dikenal lebih luas. Tapi ketika performa konten tetap kuat sementara pendapatan menurun, tentu wajar kalau musisi meminta kejelasan. Kami ingin ada dialog yang lebih terbuka,” tambahnya.
Di sisi lain, Ecko Show juga membuka kemungkinan baru bagi para musisi Indonesia Timur untuk tidak terpaku pada satu platform saja. Ia menyebutkan bahwa peluang kerja sama dengan platform alternatif mulai dipertimbangkan, terutama yang menawarkan sistem lebih adil dan transparan.
 
“Kalau ada platform lain yang lebih serius menghargai karya musisi, lebih transparan dalam pembagian pendapatan, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik, kami siap mempertimbangkan. Bahkan kalau harus eksklusif, selama skemanya jelas dan adil, teman-teman musisi terbuka untuk itu,” tegasnya.
 
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa para musisi kini semakin sadar akan posisi mereka dalam ekosistem digital. Mereka tidak ingin hanya menjadi penggerak trafik tanpa mendapatkan manfaat ekonomi yang sepadan dengan kontribusi yang diberikan.
 
“Musisi tidak bisa hanya diminta terus membuat konten dan membawa audiens ke sebuah platform, tapi tidak mendapatkan nilai yang sepadan. Kalau platform tumbuh karena kreator, maka kreator juga harus ikut merasakan manfaat pertumbuhan itu,” lanjutnya.
 
Ecko Show juga menyoroti besarnya potensi musik dari Indonesia Timur. Ia menilai kawasan tersebut memiliki kekuatan unik, baik dari segi karakter musik, komunitas pendengar, maupun loyalitas audiens yang terus berkembang.
 
Menurutnya, isu ini bukan sekadar tentang penurunan pendapatan di satu platform, tetapi menyangkut masa depan industri musik digital Indonesia secara keseluruhan. Ia berharap seluruh pihak, mulai dari platform digital hingga pelaku industri, dapat lebih serius memperhatikan kesejahteraan musisi daerah.
 
“Ini bukan sekadar soal YouTube. Ini soal bagaimana musisi daerah bisa bertahan dan berkembang di era digital. Kalau ada platform yang berani memberikan sistem yang lebih baik, kami yakin banyak musisi akan terbuka untuk pindah, bahkan membangun ekosistem baru bersama,” ujar Ecko Show.
 
Ia pun berharap pernyataan ini dapat memicu diskusi yang lebih luas antara kreator, platform, dan pemangku kepentingan industri musik. Menurutnya, suara musisi daerah perlu mendapat ruang yang lebih besar dalam menentukan arah perkembangan industri ke depan.
 
“Kami tidak sedang mengancam. Kami sedang menyampaikan bahwa musisi juga punya pilihan. Musisi punya karya, punya pasar, dan punya komunitas. Yang kami cari adalah platform yang benar-benar menghargai itu,” tutup Ecko Show.
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA