Pada hari ketiga festival musik tersebut, The Panturas sukses menghibur penonton di TSP & Co Stage, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Pemain bas The Panturas, Bagus Patria alias Gogon, membagikan pengalamannya tampil pada sore hari, tepatnya mulai pukul 15.45 WIB.
"Seru dan berdebu. Tapi tetap seru walaupun main jam 4 sore tapi penontonnya udah rame, udah seru, udah pada gila," kata Gogon dalam wawancara bersama Medcom.id.
Ritual Pemanasan Sebelum Naik Panggung
Sebelum naik ke atas panggung, ada ritual khusus yang dilakukan para personel The Panturas, khususnya sang penabuh drum, Surya Fikri alias Kuya."Kalau yang normal saya baru 3 bulan inilah selalu stretching 20 menit," ungkap Kuya.
Menurutnya, kebiasaan tersebut berdampak positif terhadap penampilannya di atas panggung.
"Lumayan ngaruh tuh buat performance," lanjutnya.
Harapan untuk The Sounds Project
Pada kesempatan itu, The Panturas berharap The Sounds Project dapat terus menghadirkan mereka hingga kelak menjadi legenda di industri musik Indonesia."Nanti kita manggung kayak God Bless manggung gitu ya, udah tua gitu. Masih ada terus," ujar Gogon.
Sang gitaris, Rizal Taufik alias Ijal, turut menyampaikan pesan kepada penonton agar selalu menjaga ketertiban selama menghadiri The Sounds Project.
"Pesannya buat penonton, tolong tertib. Yang buat disabilitas, jangan dinaikin orang sehat," pungkas Ijal.
The Panturas tercatat telah tampil sebanyak enam kali di The Sounds Project. Selain grup musik asal Jatinangor, Sumedang tersebut, festival ini juga dimeriahkan oleh jajaran penampil lain, seperti For Revenge, Tulus, hingga band rock asal Australia, Jet.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda