Persoalan tersebut mencakup berbagai kebutuhan utama selama tur, mulai dari venue, transportasi, hingga akomodasi bagi para personel dan kru.
Situasi bahkan sempat membuat rombongan ketiga band tersebut berada dalam kondisi sulit di Dublin, Irlandia. Mereka dikabarkan tidak mendapatkan akomodasi sebagaimana mestinya dan harus menghadapi cuaca dingin tanpa kepastian mengenai kelanjutan perjalanan tur.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan justru datang dari diaspora Indonesia yang tinggal di Irlandia. Salah satunya adalah Ailtje yang kemudian mengajak para musisi dan kru untuk bernaung sementara di kediamannya.
Kisah tersebut sebelumnya dibagikan Ailtje melalui akun Threads pribadinya, @binibule. Ia mengungkapkan bahwa terdapat 16 orang dari Indonesia yang sempat terlantar di Dublin tanpa akomodasi.
"Kemaren, ada 16 orang Indonesia, musicians yang, for lack of a better word, terdampar di Dublin. Tanpa akomodasi dan kedinginan di Grafton Street," tulis akun Threads @binibule.
Menurut Ailtje, bantuan tersebut bermula setelah adiknya yang mengetahui kondisi para musisi meminta dirinya turun tangan. Ia kemudian bersama diaspora Indonesia lainnya membantu menyediakan tempat tinggal serta kebutuhan sehari-hari.
"Adik gw, pencinta musik metal kontak, supaya gw bisa bantu. Bersama satu orang diaspora, 16 orang itu gw ajak pulang ke rumah gw," lanjutnya.
"Siang itu makanan untuk mereka juga disiapkan oleh seorang diaspora. Malamnya, ada seorang diaspora yang kirim bahan makan, buah, minuman, camilan, shampo pasta gigi," ungkapnya.
Kondisi Terkini DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit
Medcom.id berkesempatan menghubungi gitaris DeadSquad, Stevi Item, dan bassist Jasad, Yuli, secara daring pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, untuk mengetahui kondisi terbaru mereka.Yuli mengatakan bahwa untuk sementara waktu, rombongan mereka masih mendapat tempat tinggal di kediaman Ailtje yang merupakan warga diaspora Indonesia di Irlandia.
"Kita sekarang di rumahnya Mbak Ailtje, orang Indonesia yang tinggal di sini. Di daerah Longford, di pedesaan di pinggiran dekat Dublin, Irlandia," tutur Yuli dan Stevi kepada Medcom.id.
Meski menghadapi persoalan dengan promotor di Irlandia dan Inggris, Yuli memastikan perjalanan Cataclysmic Summer Tour 2026 di negara-negara Eropa lainnya tetap berjalan.
Ketiga band tersebut dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss mulai 20 Agustus hingga 5 September 2026. Agenda tersebut ditangani promotor yang berbeda sehingga tidak terdampak persoalan yang terjadi di Inggris dan Irlandia.
"Untuk ini kan beda ya, kita punya dua promotor: Satu promotor Diablo Production untuk Irlandia sama UK dan kita punya DF Booking untuk Eropa," tutur Yuli.
"Nah, jadi yang bermasalah adalah cuma Irlandia dengan UK saja. Besok kita terbang ke Eropa, nah itu sudah aman sih," tutupnya.
Jasad Pernah Hadapi Kendala dengan Promotor yang Sama
Persoalan dengan Diablo Productions rupanya bukan kali pertama dialami Jasad. Sebelum mengikuti Cataclysmic Summer Tour 2026 bersama DeadSquad dan Death Vomit, band tersebut juga sempat mengalami kendala dalam agenda tur Asia bertajuk Mocking The Wretched Asia Tour 2026.Yuli menjelaskan bahwa tur yang awalnya direncanakan berlangsung pada Januari 2026 tersebut harus ditunda hingga November mendatang. Salah satu persoalan yang dihadapi berkaitan dengan proses pengurusan visa untuk perjalanan antarnegeri di Asia.
"Sebelumnya memang kita merencanakan tur sama Diablo di Asia bulan Januari kemarin ya. Itu memang belum berjalan karena berbagai hal yang saya pikir Diablo ini belum mengerti bahwa di Asia itu antar negara harus pakai visa," ungkap Yuli.
"Itu karena waktu yang tidak cukup untuk pengurusan visa, akhirnya kita undur ke November yang akan datang, begitu," lanjutnya.
Kendati demikian, Yuli memastikan perjalanan Jasad bersama DeadSquad dan Death Vomit akan tetap berlanjut sesuai jadwal.
Dengan adanya dukungan dari promotor berbeda untuk wilayah Eropa lainnya, ketiga band ekstrem Indonesia tersebut kini bersiap melanjutkan perjalanan Cataclysmic Summer Tour 2026 setelah melewati sejumlah kendala di awal rangkaian tur.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda