Inayah menceritakan bagaimana dirinya diajak oleh Bayu Skak dan timnya untuk berlakon di film Foufo. Menariknya, Inayah tidak menerima naskah secara utuh, melainkan hanya bagian adegan yang melibatkan karakternya.
“Jadi, baru pertama kali nerima skrip itu enggak dalam bentuk skrip. Jadi, cuman potongan adegan saya aja. Itu pun gak ada, kalau misalnya scene itu, dialog itu lengkap gitu. Ini enggak,” akui Inayah.
Karena judul film Foufo berasal dari pelafalan bernuansa Madura, Inayah kebingungan cara mengucapkannya. Bahkan, ia sempat mengira proyek ini tentang salah satu isu viral di Indonesia, alih-alih tentang makhluk luar angkasa.
“Jadi saya itu syuting datang itu bahkan enggak tahu ini cara ngucapin, cara ngucapin judulnya itu gimana. Tadinya saya sama timnya itu berkeyakinan ini filmnya tentang Fufufafa ya,” ucapnya disambut sorakan terkejut penonton.
“Jadi beneran enggak tahu terus begitu. Tapi tapi yang bikin saya mau gitu ya. Karena Mas Bayu waktu itu ngomong, ‘Ini bakalan jadi film dengan bahasa daerah Madura pertama.’ Dan saya di situ sebagai tokoh orang Surabaya gitu,” tambahnya.
Dalam film ini, Inayah Wahid berperan sebagai Suci, petugas biro perjalanan ibadah Tanah Suci yang terus mendesak Muslim (Tretan Muslim) untuk membayar pelunasan haji sang ibu.
Ia mengaku tertarik terlibat dalam Foufo karena film ini berani mengangkat budaya Madura sebagai identitas utama. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi sesuatu yang harus dirayakan di tengah masih kuatnya stigma terhadap masyarakat Madura.
“Ini sesuatu yang kalau menurut saya patut diapresiasi banget gitu. Identitas itu tetap dimunculkan itu di hari ini ya. Apalagi, ya tadi kalau kata Tretan, itu banyak banget orang tuh kemudian melihat Madura itu stigmanya bla bla bla bla. Nah ini memunculkan dalam bentuk yang beda,” ucap putri bungsu Gusdur.
Di luar konsep ceritanya, Inayah juga menikmati proses syuting bersama Bayu Skak. Ia mengatakan sang sutradara memberi ruang bagi para pemain untuk berimprovisasi sehingga mereka bisa lebih leluasa mengeksplorasi karakter.
“Eh tapi yang lebih menarik di sini karena Mas Bayu itu berapa kali, kalau misalnya take itu saya ganti joke, itu enggak masalah gitu. Itu yang juga saya nanti jadi bisa explore banyak banget gitu. Nah, itu yang sesuatu yang saya senang,” puji Inayah.
Hal lain yang paling membekas baginya adalah suasana di lokasi syuting. Aktivis tersebut juga merasakan suasana kekeluargaan yang begitu kuat selama produksi berlangsung.
Baginya, pengalaman syuting Foufo terasa berbeda karena dikelilingi oleh orang-orang yang menggunakan bahasa daerah yang akrab baginya.
“Tapi yang paling saya senang itu adalah ini pertama kalinya saya itu ada datang ke lokasi syuting terus berasa kayak pulang kampung. Ngomong pakai bahasa daerah. Semuanya itu benar-benar teman-teman sekampung,” pungkasnya.
Tentang Film Foufo
Foufo merupakan film komedi fiksi ilmiah (sci-fi comedy) sekaligus berbudaya Madura pertama di Indonesia. Sebagian besar dialog dalam film ini menggunakan bahasa Madura, khususnya dialek Bangkalan, dengan 90 persen jajaran aktor asli dari sana.Film ini disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto.
Foufo dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’farm Ade ‘Bibier’ Kurnyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizky Bibir, dan DJ Rara.
Sinopsis Film Foufo
Di tengah kesulitan ekonomi di Kampung Rombeng, Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya. Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo.Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial: memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?
Jadwal Tayang Film Foufo
Foufo dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia.(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda