Awalnya, Yerin bahkan tidak menyangka dapat peran utama. Saat mengirimkan audisi, ia mengira hanya melamar untuk figuran. Cucu dari aktris legendaris Son Sook dan mendiang aktor Kim Seong Ok ini besar di Sydney, lalu pindah ke Korea untuk sekolah seni di usia 15 tahun.
Setelah itu, ia kuliah di sekolah akting bergengsi NIDA di Australia sebelum mulai berkarier di Hollywood.
Kehadirannya di Bridgerton jadi momen penting untuk representasi Asia di industri hiburan Barat. Serial ini memang dikenal dengan pemilihan pemain yang beragam, tapi peran utama romantis seperti ini jarang diberikan pada aktris Asia. Yerin mengaku terinspirasi dari drama Korea seperti Secret Garden sewaktu kecil.
Perempuan berusia 28 tahun itu menggambarkan proses syuting seperti mimpi menjadi Cinderella, terutama saat adegan pesta topeng. Pengalaman itu ia rasakan sangat ajaib, seperti membawa fantasi masa kecilnya langsung ke dalam kenyataan di depan kamera.
Meski kini jadi pusat perhatian, Yerin sadar ada tekanan besar mengingat kesuksesan musim-musim sebelumnya. Popularitas dan ekspektasi tinggi dari para penggemar franchise ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
Namun, dengan bakat dan latar belakang pendidikannya, dia siap menjawab tantangan itu. Perjalanannya yang unik, tumbuh di antara dua budaya dan ditempa pendidikan formal akting, memberinya bekal untuk menghidupkan karakter Sophie Baek dengan meyakinkan.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News