Film Laut Bercerita (Foto: Pal8 Pictures)
Film Laut Bercerita (Foto: Pal8 Pictures)

Review Laut Bercerita: Ketika Kepulangan Jadi Penantian Panjang yang Menyakitkan

Rafi Alvirtyantoro • 29 Oktober 2026 09:32
Ringkasnya gini..
  • Film Laut Bercerita mengadaptasi novel karya Leila S. Chudori yang menyoroti kisah perjuangan serta penculikan aktivis mahasiswa.
  • Karya sutradara Yosep Anggi Noen ini berfokus pada duka dan penantian panjang keluarga korban yang kehilangan anggota terkasih.
  • Penampilan emosional jajaran pemain hingga nuansa romansa dan persahabatan berhasil memikat perhatian para penonton.
Jakarta: Laut Bercerita menjadi penantian panjang bagi mereka yang menantikan kepulangan orang terkasih.

Film Laut Bercerita merupakan karya terbaru dari sutradara Yosep Anggi Noen yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Film ini menghadirkan Reza Rahadian, Yunita Siregar, Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, hingga Eva Celia dalam jajaran pemainnya.

 

Sinopsis Film Laut Bercerita


Berawal dari ruang diskusi mahasiswa, Biru Laut Wibisono (Reza Rahadian) dan kelompok studi Winatra memilih turun ke jalan demi memperjuangkan kebebasan bersuara serta hak rakyat kecil. Namun, keberanian mereka dianggap sebagai ancaman oleh penguasa. Sebuah pengkhianatan akhirnya meruntuhkan pergerakan itu—Laut bersama rekan-rekannya diculik, disekap, dan disiksa di lokasi tersembunyi.

Saat beberapa aktivis akhirnya dipulangkan, Laut dan kawan-kawan dekatnya lenyap tanpa jejak. Di rumah, kepergian Laut meninggalkan luka yang tak kunjung sembuh. Kedua orang tuanya terus menyediakan satu piring kosong setiap kali makan bersama, bertahan pada keyakinan bahwa sang anak kelak akan pulang.



   

Review Film Laut Bercerita


Jika melihat dari cuplikannya, film Laut Bercerita tampak seperti kisah perjuangan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah yang berkuasa. Film ini seakan dirilis untuk membangkitkan semangat generasi muda agar tidak takut bersuara.

Namun saat menyaksikan film secara utuh, Laut Bercerita terasa lebih dari sekadar karya layar lebar yang mengkritik rezim pada masa itu. Film ini menghadirkan makna mendalam yang sangat menyentuh dan relevan bagi para penonton.

Laut Bercerita memperlihatkan sebuah keluarga yang menantikan kepulangan anak sulungnya. Mereka dengan tabah dan sabar menunggu kepulangan yang mungkin tidak akan pernah terjadi.

Penantian panjang ini menghadirkan kegelisahan sepanjang film berlangsung. Penonton pun ikut berharap orang yang dinantikan itu bisa pulang dengan selamat, meski pada akhirnya itu hanya sebuah harapan.

Suasana makin emosional saat adegan beralih memperlihatkan perjuangan Laut dan teman-temannya berlarian dari satu tempat ke tempat lain. Negara yang seharusnya menjadi tempat aman justru memberikan trauma yang tak pernah terbayangkan.

Sesuai dengan judulnya, Laut menceritakan isi pikiran dan perasaannya kepada penonton. Hal ini membuat siapa saja yang menyaksikan seolah berada di ruangan yang sama dan mendengarkan keluh kesahnya secara langsung.

Film Laut Bercerita juga dilengkapi kisah romansa antara Laut dan Ratih Anjani. Hubungan asmara mereka memberikan nuansa manis di tengah kesedihan yang dirasakan penonton.

Persahabatan yang ditampilkan oleh Geng Winatra turut menjadi kekuatan bagi mereka yang masih berharap atas kepulangan Laut. Walaupun terselip candaan yang "garing," Laut Bercerita sukses memikat hati penonton melalui seluruh elemen yang disajikan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA