Disutradarai Destin Daniel Cretton, film solo keempat Spider-Man sekaligus sekuel ke-38 dalam MCU ini mengambil latar empat tahun setelah peristiwa Spider-Man: No Way Home (2021). Perilisan film ini juga segera menandai akhir dari Saga Multiverse di Fase 6 MCU.
Spider-Man: Brand New Day kembali dibintangi oleh Tom Holland, Jacob Batalon, dan Zendaya. Kemudian, mereka juga ditemani para pemeran baru seperti Jon Bernthal, Sadie Sink, Tramell Tillman, hingga Liza Colón-Zayas.
Sinopsis Film Spider-Man: Brand New Day
Empat tahun setelah dunia melupakan siapa dirinya akibat mantra Doctor Strange (Benedict Cumberbatch), Peter Parker (Tom Holland) menjalani hidup dalam bayang-bayang sebagai Spider-Man. Tanpa nama dan identitas, ia tetap setia menjaga keamanan New York, meski harus menanggung kesepian dan kehilangan yang mendalam.Ketika sebuah ancaman baru muncul dengan kekuatan yang bisa mengguncang kota, Peter mendapati kemampuan supernya sendiri mulai berevolusi secara tak terduga. Ia mampu menghasilkan jaring organik tanpa teknologi tambahan. Namun, mutasi itu membawa potensi besar sekaligus bahaya yang mengancam dirinya.
Dalam perjuangan melawan musuh yang semakin kuat, ia dipaksa menghadapi pertanyaan mendasar: apakah ia masih bisa menjadi pahlawan tanpa pengakuan, atau justru akan kehilangan jati dirinya di tengah perubahan yang tak terkendali?
Review Film Spider-Man: Brand New Day
Artikel Ini Mengandung Spoiler untuk Film Spider-Man: Brand New DayPeter Parker Hidup dalam Kesendirian
Melanjutkan alur No Way Home, Peter Parker benar-benar menjalani hidup yang berbeda. Tak ada lagi Stark Tech dan tak ada satu pun orang yang mengingat dirinya sebagai Peter Parker, ia hanya mengandalkan kemampuannya untuk bertahan hidup sekaligus melindungi New York.Kesendirian itu terasa sejak menit-menit awal film. Peter bahkan harus merancang sendiri kostum Spider-Man barunya lengkap dengan berbagai fitur. Di balik rutinitas sebagai pahlawan, ia diam-diam masih memantau kehidupan Ned Leeds (Jacob Batalon) dan MJ (Zendaya) yang kini berkuliah di MIT.
Momen tersebut terasa menyayat karena mengingatkan penonton pada mimpi mereka di film sebelumnya: kuliah bersama dan tinggal serumah. Kini, Peter hanya bisa melihat semuanya dari kejauhan.
Empat tahun berselang, Peter tak berhenti menjadi Spider-Man. Ia menghabiskan hari-harinya memburu kriminal di New York sambil bekerja sama dengan detektif NYPD, Jean DeWolff (Liza Colón-Zayas).
Masalah mulai membesar ketika Spider-Man menggagalkan upaya penyusupan ke Departemen Penanganan Kerusakan (DODC). Di sanalah ia menemukan ancaman baru berupa sosok tak kasat mata yang mampu berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain.
Entitas misterius itu akhirnya membantu Scorpion (Michael Mando) meloloskan diri dari penjara dan menjadi ancaman yang jauh lebih berbahaya.
Menariknya, makhluk tersebut ternyata tidak mampu mengambil alih tubuh Peter. Setiap kali mencoba merasukinya, Spider-Man selalu berhasil memaksanya keluar.
Pertemuan tersebut membuat Peter mencari jawaban kepada Yelena Belova (Florence Pugh). Kemunculannya mengundang rasa kejut di antara penonton. Yelena juga hadir sebagai satu-satunya anggota Avengers yang muncul sepanjang film.
Baca Juga :
Disebut Film Terbaik Era Tom Holland, Spider-Man: Brand New Day Raih Skor Segini di Rotten Tomatoes
Transformasi Peter Parker menjadi Manusia Laba-Laba
Penonton juga disuguhkan penampilan baru dari Peter Parker yang benar-benar mewujudkan sosok manusia laba-laba tersebut. Setelah mengetahui bahwa MJ sudah memiliki kekasih baru, keadaan emosional Peter benar-benar terpukul.Sesampainya di apartemen, kondisinya mendadak memburuk. Perasaan tersebut membuat kepalanya sakit hingga bola matanya berubah hitam sepenuhnya. Peter pun terjatuh dan tak sadarkan diri.
Saat terbangun, ia mendapati dirinya terbungkus jaring laba-laba layaknya kepompong di balkon apartemennya. Keanehan itu belum berakhir. Ketika masuk ke dalam, hampir seluruh sudut apartemen telah dipenuhi jaring yang muncul tanpa ia sadari.
Perubahan tersebut ternyata berkaitan dengan DNA laba-laba dalam tubuh Peter yang semakin dominan dan perlahan mengambil alih sisi manusianya. Akibat mutasi itu, Peter mulai menunjukkan kemampuan baru, mulai dari indra yang jauh lebih sensitif hingga kemampuan menghasilkan jaring organik langsung dari tangannya, mengingatkan pada Spider-Man versi Tobey Maguire.
Peter juga menyadari bahwa pelontar jaring buatannya tak bisa dipakai bersamaan ketika jaring organiknya bekerja. Mau tak mau, ia harus beradaptasi dengan kemampuan baru yang selama ini belum pernah ia miliki.
Transformasi itu mencapai puncaknya saat Peter nyaris kalah menghadapi pasukan The Hand. Dalam kondisi terdesak, sisi "Spider" dalam dirinya akhirnya benar-benar lepas kendali. Indra yang semakin tajam, kekuatan fisik yang meningkat drastis, hingga jaring organik yang keluar secara alami membuat Spider-Man tampil jauh lebih buas dan sulit dihentikan.
Adegan ini menjadi salah satu sorotan terbesar di Spider-Man: Brand New Day. Koreografi pertarungan melawan The Hand dikemas brutal, cepat, dan penuh intensitas. Momen tersebut menandai awal perjalanan Peter dalam menerima sisi laba-labanya sebagai bagian dari dirinya.
Kemunculan Bruce Banner dan Savage Hulk
Merasa perubahan dalam tubuhnya semakin sulit dikendalikan, Peter pun mencari bantuan kepada Bruce Banner (Mark Ruffalo) yang kini mengajar di sebuah universitas.Ia meminta saran mengenai teknologi yang mampu menekan sisi "monster" dalam diri seseorang, terinspirasi dari cara Banner selama ini mengendalikan Hulk. Berbekal informasi tersebut, Peter kemudian merancang alat peredam versinya sendiri di apartemen.
Konflik semakin memanas ketika Peter mengejar sang musuh. Di tengah pengejaran, ia kembali bertemu Bruce Banner. Namun situasi berubah kacau setelah alat peredam milik Banner rusak dan gagal menahan transformasinya. Bruce pun berubah menjadi Savage Hulk, versi Hulk yang jauh lebih liar dan agresif, hingga menyerang siapa pun yang berada di hadapannya.
Meski kemunculannya tidak terlalu panjang, Savage Hulk menjadi salah satu kejutan terbesar dalam Spider-Man: Brand New Day. Kehadirannya juga memperkuat tema utama film tentang perjuangan Peter mengendalikan sisi "monster" dalam dirinya sebelum semuanya benar-benar lepas kendali.
Penampilan Sadie Sink Sebagai Jean Grey
Identitas sosok misterius yang selama ini mampu berpindah dari satu tubuh ke tubuh lain akhirnya terungkap. Karakter tersebut ternyata adalah Jean Grey yang diperankan oleh Sadie Sink.Bagi penggemar X-Men, nama Jean Grey tentu sudah tidak asing lagi. Ia dikenal sebagai salah satu mutan terkuat dengan kemampuan telepati. Brand New Day pun menjadi pintu masuk resminya ke MCU. Lewat film ini, Sadie Sink meneruskan warisan karakter yang sebelumnya diperankan Famke Janssen dan Sophie Turner.
Sepanjang film, Jean terus menyerang markas DODC demi mencari sesuatu yang disebut "V-Max". Kata tersebut sengaja dibuat misterius sehingga memancing rasa penasaran penonton. Awalnya, banyak yang mengira V-Max merupakan serum atau teknologi yang dapat memperkuat kekuatan Jean.
Fakta sebenarnya baru terungkap setelah Jean berhasil dilumpuhkan oleh Spider-Man, Punisher, dan Bill Metzger (Tramell Tillman). Sebelum tak sadarkan diri, ia hanya sempat menyebut satu nama: Sara. Dengan bantuan Yelena Belova, Peter akhirnya mengetahui bahwa Sara Grey (Olivia Booth-Ford) adalah kakak Jean yang memiliki kemampuan telepati serupa.
Dari situlah motif Jean perlahan terkuak. DODC ternyata selama ini menahan Sara secara paksa untuk meneliti sekaligus mereplikasi kekuatan mutan tersebut, termasuk kemampuan telepati dan berpindah antar tubuh. "V-Max" pun bukan nama serum, melainkan merek ventilasi yang digunakan untuk mengurung Sara di ruang eksperimen.
Kebenaran itu menghancurkan Jean. Setelah mengetahui sang kakak meninggal selama percobaan berlangsung, ia kehilangan kendali atas emosinya hingga melepaskan ledakan telepati yang membuat seluruh orang dalam radius sekitar satu kilometer membeku di tempat.
Momen ini menjadi salah satu adegan paling emosional sekaligus memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan Jean Grey ketika dipenuhi amarah.
Menyadari dirinya tanpa sengaja telah menyeret Jean kembali ke tangan DODC, Spider-Man memutuskan untuk membantunya. Namun, ia harus lebih dulu menghadapi The Hand, organisasi ninja yang bekerja sama dengan departemen tersebut.
Sesaat setelah Peter berhasil menenangkan Jean, insting laba-labanya tiba-tiba bereaksi keras. Bahaya itu datang dalam bentuk peluru penembak jitu yang dilepaskan Punisher untuk menghabisi Jean.
Adegan tersebut menjadi klimaks yang menegangkan bagi konflik mereka. Kemudian, Jean menggunakan kekuatan telepatinya dari jauh untuk terus menjaga Peter tetap hidup di rumah sakit.
Reuni Peter Parker dengan MJ dan Ned
Salah satu momen paling emosional dalam Spider-Man: Brand New Day hadir ketika Peter Parker akhirnya kembali bertemu dengan MJ dan Ned. Setelah seluruh dunia melupakan identitas Peter di akhir film sebelumnya, pertemuan ini menjadi reuni yang telah lama dinantikan para penggemar.Kini, MJ dan Ned diceritakan tinggal bersama setelah sama-sama melanjutkan kuliah di MIT dan menjalani kehidupan sebagai dewasa muda. Namun, Peter memilih untuk tidak mengungkapkan jati dirinya.
Film ini juga menampilkan adegan yang sempat membuat penonton berharap. MJ terlihat seolah mulai mengingat masa lalunya bersama Peter sebelum seluruh ingatan tentang dirinya terhapus.
Sayangnya, momen tersebut hanyalah tipu daya Jean yang sengaja memanipulasi pikirannya. Setelah menyadari situasi tersebut, Spider-Man segera membawa MJ ke tempat persembunyian yang aman, yakni markas Frank Castle alias Punisher.
Tak lama kemudian, emosi penonton kembali diaduk saat MJ menemukan dan membaca surat yang pernah ditulis Peter. Surat itu sebenarnya dibuat empat tahun sebelumnya, ketika Peter berniat memperkenalkan dirinya kembali kepada MJ dan Ned.
Dari surat tersebut, MJ akhirnya menyadari bahwa dirinya dan Peter pernah memiliki hubungan yang sangat berarti. Meski Peter membuka topeng dan menunjukkan wajahnya, MJ tak mampu mengingat apalagi menumbuhkan kembali perasaannya.
Setelah itu, MJ mengajak Spider-Man ke apartemen yang ia tinggali bersama Ned. Momen tersebut menghadirkan sedikit nuansa hangat sekaligus jenaka. Ned, yang kini menjadi penggemar berat Spider-Man, langsung histeris ketika perangkat Spidey Tracker miliknya berbunyi, menandakan sang pahlawan bertopeng berada di sekitar mereka.
Film pun menunjukkan salah satu adegan paling menyentuh. Peter dan Ned menghabiskan waktu bersama di ruang tengah sambil merakit LEGO, sementara MJ duduk di dekat mereka sambil menggambar kebersamaan keduanya di atas selembar kertas.
Meski kembali berada di sisi dua orang yang paling berarti dalam hidupnya, Peter tetap memilih menyembunyikan identitasnya. Sepanjang momen itu, ia tak pernah sekalipun melepas topeng Spider-Man untuk mengungkap pada Ned bahwa dirinya adalah Peter Parker.
Plot Twist Musuh, Bukan Jean Grey
Spider-Man: Brand New Day juga menghadirkan plot twist yang mengubah arah cerita di paruh akhir film. Sejak awal, penonton dibuat penasaran dengan sosok makhluk tak kasatmata yang mampu berpindah dari satu tubuh ke tubuh lainnya.Di pertengahan cerita, Jean Grey sempat digambarkan sebagai antagonis utama. Ia menyerang sebuah departemen demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Aksi Jean akhirnya berhasil dihentikan setelah Spider-Man memasangkan alat peredam kekuatan di lehernya, lalu melumpuhkannya menggunakan peluru bius.
Namun, tepat sebelum kehilangan kesadaran, Jean sempat membisikkan satu nama kepada Spider-Man, yakni Sara. Peter kemudian mengonfirmasi nama tersebut kepada Bill Metzger. Pria itu mengaku Sara hanyalah salah satu kerabatnya, sehingga Spider-Man sempat menerima penjelasan tersebut.
Kecurigaan mulai muncul setelah MJ mengaku tidak mengingat sedikit pun apa yang terjadi selama tubuhnya dikuasai Jean Grey. Dari situ, Spider-Man menyadari ada yang tidak beres dengan penjelasan Metzger.
Jika seseorang yang dirasuki sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi, seharusnya Jean juga tidak mungkin menyebut nama yang berasal dari ingatan tubuh yang ia kuasai.
Temuan itu menjadi titik balik cerita. Spider-Man akhirnya menyadari bahwa dalang sesungguhnya bukanlah Jean Grey, melainkan Bill Metzger. Ia diduga menjalankan eksperimen untuk mereplikasi kekuatan Jean Grey dan saudara perempuannya, Sara, demi kepentingannya sendiri.
Meski telah mengetahui identitas musuh sebenarnya, Spider-Man masih harus menghadapi rintangan lain. Sebelum bisa menghentikan rencana Metzger dan menyelamatkannya dari amukan Jean Grey, ia terlebih dahulu terlibat pertarungan sengit melawan organisasi kriminal The Hand.
Pada penghujung film, nasib Bill Metzger masih menjadi misteri. Setelah rangkaian peristiwa tersebut, ia menghilang tanpa jejak. Kepolisian New York pun dikisahkan tengah memburu dan melacak keberadaannya, membuka peluang bagi kelanjutan cerita di film berikutnya.
Chemistry Unik Peter Parker dan Frank Castle
Selain menyuguhkan aksi dan emosi, Spider-Man: Brand New Day juga menghadirkan dinamika menarik antara Peter Parker dan Frank Castle alias Punisher. Pertemuan dua sosok dengan prinsip yang bertolak belakang itu melahirkan chemistry yang unik sekaligus menghibur.Frank dikenal sebagai vigilante yang tak segan menghabisi musuh, sementara Spider-Man selalu berusaha menghindari pertumpahan darah. Perbedaan pandangan tersebut membuat keduanya kerap beradu argumen sepanjang film.
Meski dipenuhi pertengkaran dan saling balas sindiran, interaksi mereka justru menjadi salah satu penyegar di tengah ketegangan cerita.
Di balik sikapnya yang keras dan temperamental, Frank ternyata menyimpan rasa bersalah yang besar. Setelah Peter terkena tembakan saat berusaha melindungi Jean, Frank tanpa ragu menggendong tubuh Spider-Man yang bersimbah darah menuju Rumah Sakit Bellevue demi menyelamatkan nyawanya.
Saat Peter sadar, sosok pertama yang menunggunya adalah Frank. Ia langsung menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
Momen emosional lainnya terjadi ketika Peter diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Demi mengalihkan perhatian para penggemar dan media yang menunggu Spider-Man di luar gedung, Frank bahkan rela mengenakan kostum dan topeng Spider-Man sebagai umpan.
Adegan ini menjadi salah satu highlight film karena memperlihatkan sisi manusiawi Punisher yang jarang terlihat di layar lebar.
Kelanjutan Peter Parker sebagai Spider-Man
Menjelang akhir film, Peter memilih fokus memulihkan kondisi fisik dan mentalnya alih-alih langsung kembali beraksi sebagai Spider-Man. Dalam salah satu adegan penutup, ia bertemu Ned di toko yang sama seperti saat mereka pertama kali berkenalan.Kali ini, Peter akhirnya memperkenalkan dirinya sebagai Peter Parker. Ia kemudian mengajak Ned melakukan tos khas yang dulu menjadi kebiasaan mereka.
Di luar dugaan, Ned membalas gestur tersebut dan memberi isyarat bahwa ia masih menyimpan secuil ingatan tentang sahabat lamanya, meski tidak sepenuhnya memahami alasannya. Adegan itu pun ditutup tanpa penjelasan lebih lanjut, meninggalkan rasa penasaran bagi penonton.
Meski memilih beristirahat setelah rangkaian peristiwa yang dialaminya, perjalanan Peter Parker sebagai Spider-Man dipastikan belum berakhir.
Hal itu ditegaskan melalui adegan post-credit yang memperlihatkan Spidey Tracker milik Ned mendeteksi keberadaan Spider-Man di luar angkasa. Petunjuk tersebut menjadi isyarat bahwa sang pahlawan akan kembali muncul dalam Avengers: Doomsday.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda