Street Fighter merupakan film seni bela diri yang digarap oleh sutradara Kitao Sakurai. Diadaptasi dari video game berjudul sama produksi Capcom, film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026.
Film Street Fighter dibintangi oleh Noah Centineo, Andrew Koji, Callina Liang, Joe "Roman Reigns" Anoa'i, David Dastmalchian, Cody Rhodes, Eric André, Andrew Schulz, Vidyut Jammwal, Curtis "50 Cent" Jackson, dan Jason Momoa.
Sinopsis Film Street Fighter
Street Fighter menceritakan tentang dua petarung berbakat yang pernah menempuh jalan yang sama, Ryu (Andrew Koji) dan Ken Masters (Noah Centineo), menjalani hidup yang berbeda setelah hubungan mereka merenggang. Masing-masing berusaha membuktikan kemampuan dan menemukan tujuan hidupnya sendiri melalui pertarungan demi pertarungan. Namun, masa lalu yang belum terselesaikan terus membayangi keduanya, meninggalkan luka serta pertanyaan yang tidak pernah benar-benar terjawab.
Ketika Chun-Li (Callina Liang) merekrut mereka untuk mengikuti World Warrior Tournament berikutnya, Ryu dan Ken melihat kesempatan tersebut sebagai ajang untuk menguji diri dan mengukur sejauh mana perjalanan mereka telah membawa mereka. Akan tetapi, turnamen bergengsi itu ternyata menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi antarpetarung terbaik dunia.
Review Film Street Fighter
Street Fighter bisa dikatakan sebagai tontonan yang menghibur para penonton. Entah berapa kali tawa terdengar di dalam studio sepanjang film tersebut diputar.Film Street Fighter memang menawarkan adegan laga yang dibalut dengan komedi, termasuk slapstick. Bahkan, ada sejumlah komedi yang justru menjadi plot twist karena tidak bisa ditebak oleh penonton.
Salah satunya adalah adegan pertarungan antara Ryu dan E. Honda, yang diperankan oleh Hirooki Goto. Mereka berdua bertarung dengan sengit sebagai penentuan Ryu untuk ikut dalam World Warrior Tournament.
Namun, siapa sangka bahwa selama pertarungan serius tersebut, ada orang lain yang menyaksikan mereka dan berada di dalam ruangan yang sama. Padahal, penonton mengira bahwa pertarungan intens itu hanya disaksikan oleh mereka berdua saja.
Balutan komedi yang muncul membantu penonton untuk menikmati film Street Fighter, mengingat alur ceritanya tidak terlalu menarik untuk disorot. Apalagi dengan persona Ken Masters yang cukup tengil dan narsis, tingkahnya semakin menghibur.
Selain komedi, film Street Fighter juga menghadirkan visual yang akan memanjakan mata para penonton, khususnya yang menonton di studio IMAX. Salah satu yang menarik adalah bagaimana Kitao Sakurai menggabungkan live-action dengan animasi.
Penonton akan disuguhkan dengan adegan-adegan yang dikemas dalam format animasi, bahkan sejak awal film diputar. Treatment ini semakin membuat para penonton bernostalgia dengan video game Street Fighter.
Oleh karena itu, film Street Fighter sangat cocok untuk generasi milenial yang ingin bernostalgia. Film ini akan mewujudkan imajinasi dan memicu inner child mereka.