Kucumbu Tubuh Indahmu (fourcolours films)
Kucumbu Tubuh Indahmu (fourcolours films)

Hentikan Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku, Joko Anwar: FPI Jangan Represif!

Hiburan joko anwar kontroversi film Indonesia
Dhaifurrakhman Abas • 17 September 2019 20:52
Jakarta: Sutradara Joko Anwar menyayangkan tindakan Front Pembela Islam (FPI) yang menghentikan pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku. Menurutnya itu tindakan represif.
 
"Kalau ada organisasi menghentikan paksa, itu tindakan represif, enggak boleh. Kucumbu Indah Tubuhku karya Garin Nugroho juga sudah lulus sensor," kata Joko, saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Senin 16 September 2019.
 
Dia melanjutkan, penghentian film yang dilakukan FPI merupakan tindakan kontra demokrasi. Katanya, ada cara lain yang dapat dilakukan FPI ataupun pihak lainnya untuk menyelesaikan perdebatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau misalnya ada masalah ada jalurnya dong. Enggak bisa langsung kita menghentikan penayangan sebuah film. Apapun isunya itu," tegas Joko.
 
Pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku dalam Festival Kota Lama di Marabunta, Kota Lama, Semarang didatangi Front Pembela Islam (FPI). Mereka meminta pemutaran film garapan sutradara Garin Nugroho tersebut dihentikan karena mengandung unsur LGBT.
 
Saat itu, Garin Nugroho hadir bersama produser eksekutif Panji Prasetyo. Garin menghargai pendapat tersebut, tetapi menolak jika film Kucumbu Tubuh Indahku diboikot. Menurutnya, film ini sudah lolos sensor dari pihak berwenang yang juga perwakilan dari institusi keagamaan.
 
"Lembaga Sensor Film telah melakukan diskusi dan pertimbangan untuk meloloskan sensor film ini. Festival Kota Lama Semarang adalah festival yang didukung oleh pemerintah Kota Semarang dan izin acara sudah diberikan oleh kepolisian setempat, maka tindakan membubarkan secara sepihak ini merupakan tindakan yang tidak menghormati prosedur hukum," kata Garin Nugroho dalam keterangan pers.
 
Panitia acara Erma Yuliati menyampaikan acara pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku telah dipublikasikan jauh-jauh hari dan telah melalui prosedur izin. Film ini terpilih untuk tayang di Festival Kota Lama karena memuat nilai budaya dan warisan kekayaan Indonesia.
 
Pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku sekaligus membuka diskusi terhadap ide pembuatan film dan nilai yang terkandung. Pihak panitia juga mengajak para ormas menyaksikan film, tetapi ditolak. Untuk mengamankan jalannya acara, pihak kepolisian ikut berjaga sejak pemutaran film hingga diskusi berakhir.
 
Festival Kota Lama Semarang berlangsung pada 19-22 September 2019. Selain pemutaran film dan diskusi, festival ini juga menghadirkan sesi booktalk, acara dansa, kolaborasi komunitas, pameran kesenian daerah, workshop, pameran sketsa, hingga kuliner.
 
"Festival adalah bagian dari edukasi masyarakat, maka keberadaannya dilindungi oleh hukum. Festival ini telah melewati seluruh prosedural perizinan dan mentaati hukum, salah satu penerapannya yaitu panitia hanya menerima penonton yang sesuai dengan kategori usia yang disebutkan Surat Tanda Lulus Sensor. Bentuk protes memboikot sebuah acara yang telah melakukan serangkaian prosedur perizinan, apalagi sampai memobilisasi massa, inilah sikap yang tidak tepat dan melanggar hukum," terang Panji Prasetyo.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif