Dipimpin oleh Bo Holmgreen selaku CEO dan Produser Eksekutif, studio ini sukses menggarap film fitur keduanya yang berjudul The Ghost and the Gun secara penuh di Bali.
Sinopsis Film The Ghost and The Gun
Film ini membawa sinopsis cerita tentang perjuangan tentara Malaya dan tentara Inggris di Malaya tahun 1948 yang harus melupakan perselisihan demi mempertahankan sebuah desa dari gempuran pemberontak bersenjata.Untuk mendukung produksi berskala kolosal yang resmi dirilis di bioskop CGV pada 23 Oktober 2026 ini, pihak studio menyediakan soundstage besar bersertifikasi kedap suara NC15, penggunaan kamera ARRI Alexa Mini LF, serta lensa premium Leica Prime Lenses.
(Sumber: YouTube @FilmsPositive)
Langkah berani tersebut sengaja diambil untuk membuktikan kepada publik dan rekan-rekan media yang hadir dalam jumpa pers di CGV Pacific Place Mall, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Oktober 2026, bahwa fasilitas perfilman di Indonesia sudah mampu memenuhi standar ketat kelas dunia.
Pemberdayaan Talenta Lokal dan Visi Hub Sinema Dunia
Keberhasilan merilis film The Ghost and the Gun di bawah arahan sutradara Anshul Tiwari menjadi bukti ketangguhan sumber daya manusia Indonesia. Terkait hal tersebut, talenta lokal Yoga Gunatika mengungkapkan pandangannya di hadapan para jurnalis.“Keterlibatan aktif para kreator dan aktor Indonesia di film ini membuktikan bahwa kualitas serta kedalaman rasa dari talenta kita sangat diperhitungkan di kancah sinema global,” kata Yoga.
Pernyataan dari talenta lokal Yoga Gunatika tersebut merangkum bagaimana keterlibatan aktif kreator Indonesia dalam penggarapan film berskala internasional di Bali dibahas secara terbuka dalam acara jumpa pers dan pemutaran perdana di CGV Pacific Place Mall pada Jumat, 23 Oktober 2026, yang membuktikan bahwa kualitas talenta lokal sangat diperhitungkan di kancah global melalui pembangunan set otentik era 1948 dan pemanfaatan teknologi modern.
Tim artistik dan kru teknis Indonesia di lapangan berhasil membangun 14 set bangunan era 1948 yang menggambarkan suasana perkampungan Malaya di kawasan Tabanan secara otentik.
Terobosan yang dilakukan Viking Sunset Studios menjadi bukti nyata perkembangan pesat ekosistem kreatif di tanah air. Inisiatif ini menandai babak baru kemampuan industri lokal dalam memproduksi film berskala internasional di Indonesia.
(Dinda Intan Ramadhani)