Kisah Ramayana pertama kali ditulis pada abad ke-4 SM oleh penyair sekaligus maharishi Valmiki dalam 24 ribu bait. Cerita utamanya berfokus pada petualangan Pengeran Rama, penjelmaan Dewa Wisnu, dalam menyelamatkan istrinya, Sita, yang diculik oleh Raja Ravana. Kendati telah diadaptasi berulang kali, versi terbaru ini dipastikan hadir dengan skala produksi yang jauh lebih masif serta visual memukau..
Proyek ini turut menggaet Sony Pictures sebagai distributor internasional untuk memperluas jangkauan penonton di tingkat global. Sederet bintang papan atas dipercaya mengisi jajaran pemeran utama, seprti Ranbir Kapoor sebagai Rama dan Yas sebagai Ravana. Di lini musik, komposer ternama Hollywood Hans Zimmer berkolaborasi dengan maestro musik India A.R. Rahman utnuk menggarap lagu tema film ini.
Film Termahal di India Dengan Teknologi Canggih
Biaya produksi untuk satu bagian film Ramayana diperkirakan menelan dana sekitar US $200-250 juta atau setara Rp3,1 hingga Rp3,9 triliun. Anggaran fantastis tersebut memecahkan rekor sebagai biaya pembuatan film India termahal sepnajang sejarah, melampaui rekor film Kalki 2898 AD yang dirilis pada 2024. Adapun bagian kedua film ini dirpoyeksikan membutuhkan biaya yang tidak jauh berbeda dan dijadwalkan rilis pada 2027 mendatang.Produser Ramayana, Namit Malhotra, menegaskan bahwa besarnya anggaran ini sejalan dengan target pasar yang diincar. "Sejak awal, film ini memang diranacang untuk penonton global." ungkapnya, mengutip laporan dari Bbc.
Besarnya dana produksi dialokasikan untuk pemanfaatan teknologi canggih. Pengerjaan efek visual dipercayakan kepada DNEG (Double Negative), studio asal London yang telah mengantongi delapan piala Oscar lewat karya-karya besar seperti Blade Runner 2049, Oppenheimer, Dune, dan The Oddysey. Selain visual yang megah, Ramayana juga menghadirkan terobosan teknologi melalui penerapan post-dubbing berbasisng kecerdasan buatan
Teknologi ini mampu menyesuaikan gerak bibir karakter secara presisi dengan dialog terjemahan bahasa asing, seperti bahasa Mandarin sehingga memberikan pengalaman menonton yang lebih natural bagi penonton internasional.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda