Edy Khemod, sutradara film Operasi Pesta Copet (Foto: dok. Imajinari)
Edy Khemod, sutradara film Operasi Pesta Copet (Foto: dok. Imajinari)

Edy Khemod Potret Skena Musik Indonesia Lewat Film Operasi Pesta Copet

Basuki Rachmat • 22 Juli 2026 22:28
Ringkasnya gini..
  • Edy Khemod menjadikan Operasi Pesta Copet sebagai potret skena musik Indonesia 2020-an lewat merchandise band hingga kultur festival.
  • Iqbaal Ramadhan berharap Operasi Pesta Copet menjadi dokumentasi skena musik Indonesia yang bisa dikenang hingga puluhan tahun mendatang.
  • Operasi Pesta Copet mengungkap cara pencopet mempelajari lagu, aksi panggung, hingga kebiasaan penonton demi menentukan waktu beraksi.
Jakarta: Ada detail menarik yang disisipkan sutradara Edy Khemod dalam film debutnya bersama rumah produksi Imajinari, Operasi Pesta Copet. Di balik kisah empat anak muda yang nekat mencopet di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora, Khemod turut memanfaatkan film ini sebagai ruang untuk memperkenalkan band-band independen Tanah Air melalui berbagai elemen visual, salah satunya lewat kaus merchandise yang dikenakan para pemain.
 
Khemod, yang juga dikenal sebagai drummer band high-octane rock Seringai, sengaja memasukkan merchandise dari sejumlah band lintas skena sebagai bagian dari identitas karakter sekaligus penanda era musik Indonesia saat ini.
 
Dalam official trailer terbaru, misalnya, Kristo Immanuel terlihat mengenakan kaus kolaborasi Seringai x Raisa serta The Panturas. Sementara itu, Iqbaal Ramadhan tampil memakai kaus The Adams dan Teenage Death Star. Adapun Kawai Labiba terlihat mengenakan merchandise band The Adams dan The Jansen.

Edy Khemod Potret Skena Musik Indonesia Lewat Film Operasi Pesta Copet
Kristo Imannuel pakai merch Seringai x Raisa (Foto: YouTube Imajinari)
 
Saat ditemui dalam sesi doorstop usai peluncuran official trailer Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026, Medcom.id pun sempat menanyakan kepada jajaran cast dan para film maker Operasi Pesta Copet mengenai alasan di balik pemilihan wardrobe tersebut.
Kawai Labiba mengaku riset tim wardrobe dilakukan secara sangat detail, bukan hanya untuk karakter utama, tetapi juga ratusan figuran yang tampil dalam film.
 
"Kebetulan tim wardrobe kami ini sangat-sangat luar biasa ya, karena memang riset yang mereka lakukan tuh bukan cuma untuk ke karakter kita, tapi even ke 500 extras-nya tuh juga dijagain banget gitu untuk menghidupkan universe si Operasi Pesta Copet ini," ungkap Kawai.
 
Iqbaal Ramadhan menambahkan, kehadiran merchandise band dalam film bukan sekadar pelengkap visual, melainkan juga menjadi dokumentasi mengenai wajah skena musik Indonesia saat ini.
 
Edy Khemod Potret Skena Musik Indonesia Lewat Film Operasi Pesta Copet
Jajaran cast film Operasi Pesta Copet (Foto: Medcom/Basuki)
 
"Musisi-musisi yang dipakai gitu merch-nya memang kebanyakan musisi-musisi yang kurang lebih menjadi penanda zaman untuk di hari ini. Sehingga harapannya film Operasi Pesta Copet kalau ditonton 15-25 tahun kemudian, keponakan-keponakan gue, saudara-saudara kita yang masih kecil akan terbayang kira-kira di 2020-an tuh skena musik kita tuh seperti apa sih gitu," ujar Iqbaal.
 
Bagi Edy Khemod sendiri, film panjang debutannya ini memang sejak awal dirancang untuk merekam kultur festival musik Indonesia, namun dari sudut pandang yang tak biasa.
 
"Justru sebenernya niatan gua membuat film ini adalah gua bisa mempotret skena musik Indonesia sekarang, tapi dari kacamata sosiologi copet. Jadi, copet ternyata sekarang yang mempelajari skena musik lebih dari kita, mereka mempelajari skena musik buat makan," tutur Edy Khemod.
"Kita-kita mempelajari skena musik buat gaya mereka mempelajari skena musik buat survive," lanjutnya seraya tertawa.
 
Sementara itu, produser Dipa Andika mengungkapkan bahwa riset mengenai pola kerja para pencopet menjadi salah satu hal yang paling mengejutkan selama proses pengembangan cerita.
 
"Kita juga baru paham dari Khemod bahwa copet-copet ini kalau lagi mau ber-atraksi mereka tuh ngetahuin dulu lagu mana yang paling nge-beat, lagu mana yang paling mungkin dicopet, di menit keberapa, bahkan bentuk performnya dan fans club-nya kayak gimana dipelajarin juga," tutur Dipa.
 
Hal senada disampaikan oleh promotor Pestapora, Ucup. Menurutnya, para pencopet bahkan memahami dinamika pertunjukan sebuah band hingga momen-momen tertentu yang berpotensi menciptakan kerumunan.
 
"Mereka tahu, misalnya di band tertentu lagu sebelum terakhir pasti ada momen penonton disuruh tabrakan, jongkok, atau lompat bareng. Nah, momen-momen seperti itu justru dipelajari sama copet-copet," ungkap Ucup.

Sinopsis Operasi Pesta Copet 

Operasi Pesta Copet dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Film ini disutradarai oleh Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.
 
Ijal, Adut, Tia, dan Melodi tinggal di kawasan pinggiran kota, yang memaksa mereka tak mendapat pekerjaan layak. Sementara biaya hidup terus meninggi, tapi mereka tak pernah bisa mencicipi hidup cukup. Nyopet di konser bukanlah pilihan utama mereka, mereka melakukannya karena terpepet.
 
Kisah itulah yang tersaji dalam official trailer terbaru Operasi Pesta Copet. Penonton diajak untuk mengenal kisah di balik aksi copet konser lewat kisah empat sahabat yang memilih menjadi keluarga di saat hidup tidak berjalan baik-baik saja. Tak hanya menggali sisi manusiawinya, official trailer terbaru juga mengajak kita untuk selalu waspada dan terhindar dari aksi pencopetan di konser.
 
Bagi Sobat Medcom yang penasaran dengan karya debut dari drummer Seringai, Edy Khemod sebagai sutradara. Film Operasi Pesta Copet bisa kalian saksikan di bioskop mulai 27 Agustus 2026.
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA