Film Descendants of the Sun versi Indonesia menjadi adaptasi pertama cerita tersebut dalam format film. Sebelumnya, kisah yang sama telah diadaptasi oleh sejumlah negara dalam bentuk serial televisi. Proyek ini sekaligus menjadi kolaborasi perfilman antara Indonesia dan Korea Selatan.
Film tersebut diadaptasi dari serial televisi Korea Selatan berjudul Descendants of the Sun yang diproduksi oleh NEW, disutradarai Lee Eung-bok, serta ditulis oleh Kim Eun-sook dan Kim Won-suk. Untuk versi Indonesia, rumah produksi Dapur Film berkolaborasi dengan RFA, NEWKO Global Entertainment, NEW, Barunson C&C, D BAY FILM FACTORY SDN. BHD, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), dan Piring Langit.
Dian Sastro Fokus Jalani Syuting dari Hari ke Hari
Selama proses produksi, Dian mengaku memilih untuk tidak terlalu memikirkan seperti apa hasil akhir film tersebut. Ia lebih fokus menjalani setiap adegan yang harus dikerjakan dari hari ke hari.Bahkan, Dian mengaku baru menyadari besarnya skala film tersebut setelah melihat hasil akhirnya melalui proses penyuntingan.
“Aku pas syutingnya benar-benar fokus sama day to day sampai enggak kebayang ini jadinya bakal kayak gimana. Jadi pas sudah teredit seperti ini, wow, kok jadi besar ya filmnya. Pas lagi syuting itu saya cuma mikirin capeknya saja ya. Cuma pas sudah jadi, ternyata bagus banget, bagus banget,” ujar Dian dalam sesi Ideatalk Day 2 yang digelar di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
Belajar Jadi Dokter Bedah
Tantangan Dian tidak berhenti pada proses akting. Demi membuat karakter dokter bedah yang diperankannya terasa meyakinkan, ia harus menjalani persiapan khusus bersama dokter sungguhan.Dian mendapatkan pelatihan untuk memahami berbagai istilah medis sekaligus tahapan dalam prosedur operasi. Ia juga harus membayangkan dan memahami setiap tindakan yang dilakukan seorang dokter ketika menangani pasien di ruang operasi.
“Reading-nya kalau aku kan harus belajar jadi dokter ya, dokternya dokter bedah lagi. Jadi kita itu ada narasumber dokter yang kemudian melatih kita untuk paham terminologi-terminologi kedokteran pada saat operasi. Langkahnya apa dulu, cara operasi itu gimana. Jadi kita kayak harus membayangkan kita sedang operasi,” jelasnya.
Tak hanya mempelajari terminologi medis, Dian juga berlatih menggunakan berbagai peralatan operasi. Salah satu latihan yang dijalaninya adalah menjahit luka menggunakan jarum dan benang khusus untuk prosedur operasi.
Menurut Dian, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana membuat gerakan tangan terlihat natural. Ia harus membangun muscle memory agar setiap gerakan saat melakukan prosedur operasi tampak seperti dokter yang sudah terbiasa melakukannya.
“Kita jadi belajar jahit, belajar jahit luka pakai jarum dan benang jahit operasi, susah banget lagi. Dokter-dokter bedah itu kan sudah bertahun-tahun, jadi mereka memang sudah hafal luar kepala, tangannya itu sudah muscle memory. Kita harus mencoba melatih jari kita juga supaya kelihatan sangat fasih,” tuturnya.
Harus Hafal Setiap Alat Operasi
Dian juga dituntut memahami fungsi serta posisi berbagai peralatan yang digunakan selama operasi. Ia harus mampu menerima alat dari perawat dengan cepat tanpa terlihat ragu.Bahkan, dalam adegan tertentu, Dian harus mengambil alat yang diberikan perawat tanpa melihat tangan sang perawat. Fokusnya harus tetap tertuju pada pasien dan area operasi.
“Pegang alat-alat itu enggak boleh salah. Jadi kalau minta ke suster, langsung dikasih alatnya, langsung dipegang, dan kita enggak boleh lihat susternya. Benar-benar harus cuma lihat si luka operasi yang terbuka itu,” kata Dian.
Menurut Dian, seluruh proses latihan tersebut pada akhirnya terasa seperti menjalani latihan fisik. Ia harus terus mengulang setiap gerakan untuk membangun muscle memory sehingga aktivitasnya sebagai dokter bedah terlihat meyakinkan di depan kamera.
Salah satu bagian yang cukup menguras tenaga adalah mempertahankan posisi tangan tetap terangkat selama menjalankan prosedur operasi.
“Jadi kita seperti latihan fisik, tapi latihan kegiatan fisiknya dokter operasi,” pungkasnya.