Produser Nicki R.V. (Foto: YouTube/TVR Parlemen)
Produser Nicki R.V. (Foto: YouTube/TVR Parlemen)

Produser Film Ngadu ke DPR, Bongkar Dugaan Monopoli Jadwal Tayang Bioskop

Rafi Alvirtyantoro • 20 Mei 2026 20:26
Ringkasnya gini..
  • Produser Nicki R.V. memprotes dugaan monopoli jadwal tayang bioskop oleh sejumlah rumah produksi besar di Indonesia.
  • Protes ini mencuat setelah film garapan 786 Production ditolak tayang pada Agustus 2026 meski sudah mengantre sejak November 2025.
  • Melalui RDP bersama Komisi VII DPR RI, Nicki menuntut keadilan kuota tayang dan mengkritik asosiasi perfilman yang dinilai tebang pilih.
Jakarta: Produser film Nicki R.V. dari 786 Production menyinggung jadwal penayangan bioskop yang diduga dikuasai oleh rumah produksi tertentu.

Kritik terhadap Asosiasi Perfilman

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR RI, Nicki mengatakan bahwa beberapa asosiasi film yang menghadiri rapat di parlemen tersebut tidak sepenuhnya mewakili para pelaku industri perfilman Indonesia.
 
“Adapun rapat-rapat yang dibuat terdahulu dan kami sempat monitor beberapa rapat per tahun ini yang oleh asosiasi-asosiasi, itu kami perjelas, Pak, itu tidak mewakili perfilman Indonesia secara utuh. Itu kami lihat hanya kepentingan-kepentingan pribadi,” kata Nicki, dikutip dari saluran YouTube TVR Parlemen, pada Rabu, 20 Mei 2026.  

Dugaan Monopoli Jadwal Tayang

Ia mengaku memiliki data yang membuktikan bahwa rumah produksi yang tergabung dalam asosiasi tersebut telah menguasai jadwal tayang bioskop. Hal ini dinilai membuat ekosistem industri perfilman Indonesia menjadi sangat buruk.
 
“Saya melihat mereka terlalu menguasai jadwal tayang. Itu ekosistem yang sangat buruk,” ujar Nicki.

Adapun beberapa rumah produksi yang disebutkannya antara lain MD Pictures dan Starvision.
 
“Satu tahun kalau kita perhatikan, macam MD bisa sampai 8-9 judul, Starvision 11 judul, dan lain-lain pada Multivision, ada Falcon, dan lain-lain,” lanjutnya.  

Dominasi Rumah Produksi Besar

Sebagai catatan, MD Pictures telah merilis 9 film sepanjang tahun 2025 untuk ditayangkan di bioskop, termasuk Pabrik Gula yang tayang pada momen Lebaran tahun lalu.
 
Sementara itu, rumah produksi Starvision memiliki 10 film yang tayang di bioskop pada tahun 2025. Salah satunya adalah Petaka Gunung Gede yang masuk ke dalam jajaran film terlaris pada tahun tersebut dengan 3,4 juta penonton.

Tuntutan Keadilan Kuota Tayang

Meski begitu, Nicki menyampaikan bahwa ada beberapa rumah produksi yang cukup merilis dua hingga tiga judul film saja dalam setahun. Langkah ini dinilai dapat memberikan kesempatan kepada rumah produksi lain untuk mendapatkan jadwal tayang di bioskop.
 
Menurutnya, masalah tersebut perlu menjadi pembahasan serius. Nicki pun meminta keadilan kepada para anggota dewan terkait pembagian jatah jadwal tayang di bioskop.
 
“Kita maunya kali ini kita benar-benar Pak dapat keadilan di tempat ini yang kita bicarakan,” ucap Nicki.  

Penolakan Jadwal Tayang Sepihak

Keresahan ini diketahui muncul setelah Nicki mendapatkan kabar dari pihak bioskop bahwa film yang diproduksinya tidak mendapatkan jadwal tayang pada Agustus 2026. Padahal, ia mengaku telah mengajukan permohonan tersebut sejak November 2025.
 
"Bagaimana bisa penuh, satu tahun tanggal tayang yang saya minta tidak bisa dapat," tutur Nicki.
 
"Kami duga PH-PH ini tidak mungkin berani bikin film sampai 10 judul setahun, kalau mereka tidak dijamin jadwal tayang. Saya orang film, saya mengerti. Jadi memang ada semacam pilih kasih," tambahnya.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA