Tarwiyah Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
ILUSTRASI: Jemaah haji Indonesia melaksanakan tarwiyah/MI/Siswantini Suryandari
Mekah:Menghadapi puncak haji di Arafah, Kementerian Agama (Kemenag) RI memberitahukan bahwa pihaknya tidak memfasilitasi program tarwiyah.

Tarwiyah adalah melakukan napak tilas perjalanan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad saw. Jemaah akan melakukan perjalanan dari Mekah ke Mina pada 8 Zulhijah sejauh 14 kilometer. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dari Mina ke Arafah untuk bergabung dengan jemaah lain yang berangkat dari Mekah.


Dalam melakukan tarwiyah, biasanya jemaah haji menempuh perjalanan Mekah-Mina dengan jalan kaki, ada pula yang naik bus.

Direktur Pelayanan Haji Kemenag RI Sri Ilhami Lubis mengatakan, meskipun tidak difasilitasi pemerintah, namun tetap diperbolehkan bagi jemaah yang ingin melakukannya.

"Silakan saja bagi jemaah yang ingin Tarwiyah. Hubungi maktab (organisasi di bawah Muasasah Asia Tenggara)," kata Sri Ilhami, di kantor Media Center Haji kawasan Syisyah, Mekah, Arab Saudi, Kamis, 9 Agustus 2018.

Agenda resmi jemaah haji Indonesia yang disiapkan Kemenag adalah bergerak ke Arafah terlebih dahulu, baru ke Mina untuk mabit dan melempar jumrah.

Guna menertibkan jemaah yang ingin melakukan tarwiyah, Kepala Kantor Urusan Haji Daerah Kerja (Daker) Mekah Endang Jumali mengeluarkan surat edaran tertanggal 7 Agustus yang ditujukan kepada Kepada Sektor 1-11 di wilayah Daker Mekah.

"Surat itu berisi tiga poin. Pertama, pada prinsipnya pemerintah Indonesia tidak melaksanakan program Tarwiyah. Bagi jemaah haji yang akan melaksanakannya agar mempertimbangkan faktor kesiapan fisik. Juga risiko keselamatan diri mengingat masih banyaknya rangkaian ibadah haji yang bersifat wajib dan rukun haji yang belum dilaksanakan," tutur Endang.

Kedua, pelaksanaan tarwiyah dikoordinasikan dengan Maktab yang berkewajiban menyampaikan permohonan kepada Muassasah Asia Tenggara. Sedangkan ketiga, jemaah harus mengajukan permohonan kepada ketua sektor yang kemudian dilaporkan kepada Kepala Daker.

"Jemaah juga diminta membuat surat pernyataan yang isinya segala aktivitas yang berakibat pada keselamatan dan kerugian materi menjadi tanggung jawab sendiri," pungkas Endang.



(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id