ILUSTRASI: Umat Islam melakukan Tawaf keliling kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). ANTARA/Aji Styawan
ILUSTRASI: Umat Islam melakukan Tawaf keliling kakbah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). ANTARA/Aji Styawan

Awal Mula Makkah Dijuluki Tanah Haram

Haji Haji 2019
Sobih AW Adnan • 22 Juli 2019 19:30
Jakarta: Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi dan sekitarnya kerap kali disebut sebagai Tanah Haram. Bermakna sebuah zona khusus yang hanya boleh diakses orang-orang beragama Islam.
 
Syeikh Muhammad bin Alawi bin Abbas al Maliki al Hasani dalam Fi Rihab al Bait al Haram (1985) menjelaskan, penyebutan Makkah sebagai Tanah Haram ditandai dengan turunnya QS At Taubah: 28. Ayat itu menjelaskan pemberlakuan batas pemisah berdasarkan keimanan seseorang demi menjaga kesucian dan kemuliaan Masjidil Haram.
 
"Surat At Taubah ayat 28 diturunkan pada tahun keenam Hijriah," tulis Alawi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Mengapa Abrahah Ingin Sekali Menghancurkan Kakbah?
 
Masih dalam buku yang sama, Syeikh Alawi juga mencantumkan beberapa riwayat dan sumber lain. Satu versi mengatakan, status keharaman Makkah dimulai sejak Nabi Adam As. Ada pula yang berpendapat bahwa hal itu berlaku persis setelah Nabi Ibrahim As menyelesaikan pembangunan kakbah.
 
"Tapi, alangkah baiknya kita merujuk pada sumber pokok Alquran. Yakni melalui penanda surat At Taubah," tegas dia.
 
Kodrat nama
 
Alquran mengisyaratkan Kota Makkah dan sekitarnya melalui banyak nama. Selain dengan sebutan Makkah, kawasan ini juga muncul dalam sebutan nama Al Balad (QS Al Balad: 1-2), Bakkah (Ali Imran: 96), Ummul Qura (Al An'am: 92), Al Balad al Amin (At Tin: 4), dan Al Qaryah (An Nahl: 113).
 
Syeikh Muhibuddin at Thabari dalam al Qira li Qashid Umm al Qura (1983) mengatakan, meskipun terdiri dari beberapa nama, yang paling masyhur dan banyak dipakai adalah Makkah atau Bakkah.
 
Baca: Cara Nabi Ibrahim Temukan Titik Kakbah dari Palestina
 
"Dari nama Makkah sendiri sudah menunjukkan bahwa di sana telah menjadi zona ekslusif. Makkah, berarti 'mendesak'. Yakni, mendesak orang-orang yang maksiat kepada Allah Swt untuk keluar dari kawasan tersebut," tulis At Thabari.
 
Begitu pula Bakkah, lanjutnya. Maknanya, ramai dan penuh sesak. Sebab, ketika musim haji tiba, wilayah itu akan penuh sesak oleh umat muslim dari berbagai belahan dunia.
 

(SBH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif