Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin saat mengunjungi tenda jemaah di Arafah, Arab Saudi, Jumat (9/8/2019). (ANTARA/Hanni Sofia)
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin saat mengunjungi tenda jemaah di Arafah, Arab Saudi, Jumat (9/8/2019). (ANTARA/Hanni Sofia)

Pergerakan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah Lancar

Haji Haji 2019
Antara • 10 Agustus 2019 11:49
Arafah: Amirul Hajj sekaligus Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyebut perjalanan jamaah haji Indonesia ke Arafah via angkutan bus tidak mengalami kendala kemacetan yang berarti.
 
"Sejak tahap pertama pagi hari lalu, siang, dan kemudian sore, semua sudah berada di sini (Arafah)," kata Lukman di Arafah, Arab Saudi, Jumat, 9 Agustus 2019.
 
Perjalanan dari Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah di Syisyah, Makkah, menuju Arafah yang berjarak 21,9 km memakan waktu kurang dari satu jam. Kota Makkah cenderung lengang, namun jalanan menuju Arafah dipadati bus-bus yang mengangkut jemaah hingga menghadirkan beberapa titik kemacetan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi bagi jemaah haji Indonesia, dari sisi waktu cukup cepat dan tidak ada kendala kemacetan berarti di jalan raya," kata Lukman.
 
Fasilitas baik
 
Menag tiba di Arafah pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Bersama petugas, ia langsung meninjau tenda-tenda jemaah, termasuk fasilitas pendingin udara (AC), kesehatan calon haji, hingga kondisi dapur.
 
"Ada satu-dua AC yang tidak bisa bekerja normal, tapi segera dilaporkan kepada petugas dan berhasil dihidupkan kembali," kata Menag.
 
Ihwal kesiapan dapur, Lukman mengatakan semua bahan makanan lengkap bahkan sudah ada yang diolah dan siap didistribusikan ke jemaah.
 
"Pos kesehatan juga tidak ada lonjakan pasien karena ada beberapa tempat tidur terlihat kosong. Itu artinya, pasien jauh lebih sedikit daripada kapasitas yang ada," katanya.
 
Meskipun begitu, Menag mengimbau agar jemaah yang sudah sampai di Arafah lebih banyak memanfaatkan waktu untuk beristirahat agar bisa memulihkan stamina mengingat pada pelaksanaan wukuf dipresiksi suhu Arab Saudi dalam keadaan yang cukup panas.
 
"Lebih baik makan yang cukup, istirahat yang cukup," kata Lukman.
 

(SBH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif