Panitia dan Calon Haji Mantapkan Persiapan Wukuf
Ribuan umat muslim berdoa di Jabal Rahmah, saat wukuf di padang Arafah, Arab Saudi/ANTARA/Prasetyo Utomo
Mekah: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Transportasi sudah menyiapkan empat skenario perjalanan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) pada puncak ibadah haji (wukuf dan lontar jumrah) yang diperkirakan jatuh pada 21 Agustus mendatang. Terkait dengan hal itu, PPIH bekerja sama dengan Naqabah 'Ammah Lissayyarat Arab Saudi sebagai pihak penanggungjawab.

"Pihak Naqabah sudah oke. PPIH menyosialisasikan saja kepada jemaah melalui petugas sektor dan petugas kloter," kata Kepala Bidang Transportasi PPIH, Subhan Cholid, di Mekah, Arab Saudi, Senin, 6 Agustus 2018.


Operasional transportasi bus, kata dia, dibagi dalam empat trip. Pertama, Mekah-Arafah, dilaksanakan pada 8 Zulhijah mulai pukul 07.00 hingga selesai. Kedua, Arafah-Muzdalifah, dilaksanakan pada9 Zulhijah sejak terbenam matahari hingga dini hari. Ketiga, Muzdalifah-Mina dilaksanakan pada10 Zulhijah mulai dini hari hingga pagi.

Keempat, Mina-Mekah, dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama pada 12 Zulhijah bagi yang mengambil nafar awal, pukul 07.00-16.00. Yang kedua pada 13 Zulhijah bagi yang mengambil nafar sani, mulai pukul 07.00 hingga selesai.

Baca: Jelang Puncak Haji, PPIH Siapkan Skenario Transportasi

Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 332 kloter yang terdiri dari 133.542 orang jemaah Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Sebanyak 89.649 orang, atau 66,81% di antaranya, ialah jemaah berisiko tinggi (risti) dari sisi kesehatan.

Para jemaah risti itu ditandai dengan gelang warna oranye atau tanda oranye pada kartu kesehatan jemaah haji (KKJH). Penandaan itu dimaksudkan agar petugas mudah mengenali. Selain itu, jemaah tersebut diharapkan lebih dapat mengontrol diri untuk masalah kesehatan.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Haji Melzan Dharmayuli, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan senantiasa mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan, apalagi saat menjelang Armina (puncak haji).

"Saat ini jemaah gelombang 1 dari Madinah sudah bergerak ke Mekah. Penyuluhan kepada jemaah tetap diberikan. Intinya tentang penggunaan APD (alat pengaman diri) dan persiapan Armina. Jemaah agar patuh pada arahan tim kesehatan supaya dapat beribadah optimal," tegasnya.

Kepada jemaah, Melzan mengingatkan untuk selalu menggunakan 5 APD, yaitu payung, kacamata, masker, seprotan air, dan alas kaki. "Untuk Armina, jemaah diingatkan untuk pakai APD, sering minum--jangan menunggu haus, kurangi aktivitas di luar tenda, bawa obat pribadi optimalisasi oralit, dan peduli antarjemaah," tambahnya.

Untuk mengingatkan jemaah dalam menjaga kesehatan, Tim Promotif Preventif (TPP) telah memberikan penyuluhan pada 327 kloter, mendistribusi 2.075 poster dan 200 standing banner berisi pesan kesehatan, membagikan APD, dan melakukan deteksi dini masalah kesehatan.





(SBH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id