YOUR FASHION

Yayasan Batik Indonesia Terima Bantuan untuk Para Perajin Batik

Mia Vale
Selasa 26 Oktober 2021 / 21:19
Jakarta: Saat ini batik bukan lagi pakaian yang hanya bisa dikenakan untuk acara-acara resmi saja. Bukan juga pakaian yang hanya bisa dikenakan oleh orang-orang 'berumur'. Namun, batik sudah menjadi busana semua kalangan, semua usia, semua gender. Bahkan batik sudah mendunia. 

Warna dan desain batik pun beragam, mulai dari yang simpel sampai yang elegan. Semua mempunyai ciri khasnya masing-masing. Semua itu tidak terlepas dari perajin batik yang sudah bekerja keras untuk menghasilkan kain batik yang mampu menyita perhatian masyarakat lokal sampai internasional.

Batik juga telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi dua juta orang, mulai dari supplier bahan, pedagang, dan perajin itu sendiri. Namun, pandemi covid-19 yang sudah melanda dua tahun belakangan ini telah menekan industri batik.  

Sampai pada akhirnya Yayasan Batik Indonesia (YBI) berkesempatan tampil di Billboard Times Square New York, Amerika Serikat. 


Yayasan Batik Indonesia
(Pada hari Senin, 25 Oktober 2021 kemarin, berlangsung penyerahan bantuan Diplomat Peduli dan Sponsorship Bank Himbara Kepada Para Perajin Batik. Foto: Dok. Yayasan Batik Indonesia/YBI) 


"Cara ini juga merupakan salah satu program promosi dan hubungan luar dari Yayasan Batik Indonesia agar lebih dikenal di dunia Internasional. Kami berupaya membantu perajin batik terlebih di era pandemi ini dan bukan hanya sekadar melestarikan batik saja, tapi juga bagaimana agar batik dapat sustain secara bisnis,” ungkap Ketua Umum YBI, Yanti Airlangga.

Ternyata apa yang diungkapkan Yanti terwujud. Masih dari serangkaian kegiatan Yayasan Batik Indonesia, pada Senin, 25 Oktober 2021, telah berlangsung penyerahan bantuan Diplomat Peduli dan sponsorship Bank Himbara kepada para perajin batik. 

Dalam acara ini, Kementerian Luar Negeri RI diwakili oleh Siti Nugraha Maulidiah, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang juga menjadi Dubes RI untuk Polandia. 

Bantuan ini nantinya akan disalurkan langsung oleh Yayasan Batik Indonesia kepada perajin, diwakili oleh Ketua Harian YBI, Coreta Louise Kapoyos. 

"Dengan bantuan ini diharapkan akan semakin banyak pihak yang peduli dengan keberadaan perajin kita, sekaligus ikut tergerak untuk memberikan bantuan. Dan akhirnya tetap bisa memberikan motivasi bagi mereka yang memutar roda industri ini," harap Coreta.

Semoga, semangat pemulihan industri batik mulai bangkit, sejalan dengan bantuan yang akan diberikan. Dan juga peluang pasar internasional yang mulai terbuka lebar. 
(TIN)

MOST SEARCH