YOUR FASHION
Auto Jadi Sorotan! Naomi Osaka Tampil Anggun Pakai Kimono Modern di Wimbledon 2026
A. Firdaus
Rabu 01 Juli 2026 / 10:58
- Petenis asal Jepang itu memadukan busana tenis modern dengan sentuhan kimono tradisional, dalam tampilan yang elegan dan penuh filosofi.
- Naomi mengenakan luaran kimono modern berwarna putih dengan siluet monokrom, yang dihiasi bordir bunga sakura dan burung bangau.
- Rancangan busana ini mengambil inspirasi dari junihitoe, pakaian 12 lapis yang dikenakan perempuan bangsawan Jepang, pada era Heian (794–1185).
Jakarta: Naomi Osaka sukses mencuri perhatian, bukan hanya karena aksinya di lapangan, tetapi juga lewat penampilan yang sarat makna budaya saat tampil di Wimbledon 2026.
Petenis asal Jepang itu memadukan busana tenis modern dengan sentuhan kimono tradisional, dalam tampilan yang elegan dan penuh filosofi.
Meski menghadirkan nuansa khas Jepang yang begitu kuat, seluruh rancangan tetap mengikuti aturan ketat berpakaian serba putih yang menjadi ciri khas Wimbledon. Penampilan ini pun menjadi salah satu momen fashion paling mencolok, di turnamen tahun ini.
Pada pertandingan babak pertama Wimbledon 2026, Senin 29 Juni 2026, Naomi Osaka memasuki Lapangan Nomor 3 All England Lawn Tennis and Croquet Club, untuk menghadapi petenis Prancis Elsa Jacquemot, dengan mengenakan busana bertajuk "Evolving Ceremony". Tampilan tersebut merupakan hasil kolaborasi Nike dengan desainer asal Tokyo, Hana Yagi.
Naomi mengenakan luaran kimono modern berwarna putih dengan siluet monokrom, yang dihiasi bordir bunga sakura dan burung bangau. Dalam budaya Jepang, kedua motif tersebut melambangkan keberuntungan, pembaruan hidup, dan umur panjang.
Obi atau sabuk kimono dibuat menyerupai pita dan dipadukan dengan rok transparan berlapis, yang memberikan sentuhan kontemporer pada busana tradisional tersebut.
Di balik kimono itu, Naomi mengenakan gaun tenis putih keluaran Nike dengan rok lipit dan detail bunga, yang selaras dengan motif pada kimono.
Penampilannya semakin lengkap berkat hiasan rambut tradisional kanzashi, serta perhiasan dari Mikimoto, menciptakan perpaduan harmonis antara budaya Jepang dan desain modern.
Rancangan busana ini mengambil inspirasi dari junihitoe, pakaian 12 lapis yang dikenakan perempuan bangsawan Jepang, pada era Heian (794–1185).
Luaran kimono dibuat menggunakan material kain jacquard bertekstur, sementara bagian bawahnya dipadukan dengan rok tenis ruffle bertingkat, yang memberikan kesan ringan sekaligus anggun.
Selain mengangkat warisan budaya Jepang, desain tersebut juga mendapat sentuhan estetika, dari kostum karakter berdarah Jepang-Amerika dalam film laga terkenal, Kill Bill.
Walau tampil dengan nuansa budaya yang kuat, Naomi Osaka tetap mematuhi regulasi berpakaian Wimbledon, yang mewajibkan seluruh peserta mengenakan busana serba putih.
Semua elemen pakaiannya, mulai dari lapisan kain hingga detail renda, dibuat menggunakan warna putih bersih sesuai aturan All England Club.
Kimono panjang tersebut hanya dikenakan, saat Osaka berjalan memasuki arena sebagai busana walk-on, kemudian dilepas sebelum pertandingan dimulai, sehingga tetap memenuhi ketentuan resmi turnamen.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Petenis asal Jepang itu memadukan busana tenis modern dengan sentuhan kimono tradisional, dalam tampilan yang elegan dan penuh filosofi.
Meski menghadirkan nuansa khas Jepang yang begitu kuat, seluruh rancangan tetap mengikuti aturan ketat berpakaian serba putih yang menjadi ciri khas Wimbledon. Penampilan ini pun menjadi salah satu momen fashion paling mencolok, di turnamen tahun ini.
Kimono modern dengan sentuhan budaya Jepang
Pada pertandingan babak pertama Wimbledon 2026, Senin 29 Juni 2026, Naomi Osaka memasuki Lapangan Nomor 3 All England Lawn Tennis and Croquet Club, untuk menghadapi petenis Prancis Elsa Jacquemot, dengan mengenakan busana bertajuk "Evolving Ceremony". Tampilan tersebut merupakan hasil kolaborasi Nike dengan desainer asal Tokyo, Hana Yagi.
Naomi mengenakan luaran kimono modern berwarna putih dengan siluet monokrom, yang dihiasi bordir bunga sakura dan burung bangau. Dalam budaya Jepang, kedua motif tersebut melambangkan keberuntungan, pembaruan hidup, dan umur panjang.
Obi atau sabuk kimono dibuat menyerupai pita dan dipadukan dengan rok transparan berlapis, yang memberikan sentuhan kontemporer pada busana tradisional tersebut.
Di balik kimono itu, Naomi mengenakan gaun tenis putih keluaran Nike dengan rok lipit dan detail bunga, yang selaras dengan motif pada kimono.
Penampilannya semakin lengkap berkat hiasan rambut tradisional kanzashi, serta perhiasan dari Mikimoto, menciptakan perpaduan harmonis antara budaya Jepang dan desain modern.
Terinspirasi Era Heian hingga film Kill Bill
Rancangan busana ini mengambil inspirasi dari junihitoe, pakaian 12 lapis yang dikenakan perempuan bangsawan Jepang, pada era Heian (794–1185).
Luaran kimono dibuat menggunakan material kain jacquard bertekstur, sementara bagian bawahnya dipadukan dengan rok tenis ruffle bertingkat, yang memberikan kesan ringan sekaligus anggun.
Selain mengangkat warisan budaya Jepang, desain tersebut juga mendapat sentuhan estetika, dari kostum karakter berdarah Jepang-Amerika dalam film laga terkenal, Kill Bill.
Tetap taat aturan Wimbledon
Walau tampil dengan nuansa budaya yang kuat, Naomi Osaka tetap mematuhi regulasi berpakaian Wimbledon, yang mewajibkan seluruh peserta mengenakan busana serba putih.
Semua elemen pakaiannya, mulai dari lapisan kain hingga detail renda, dibuat menggunakan warna putih bersih sesuai aturan All England Club.
Kimono panjang tersebut hanya dikenakan, saat Osaka berjalan memasuki arena sebagai busana walk-on, kemudian dilepas sebelum pertandingan dimulai, sehingga tetap memenuhi ketentuan resmi turnamen.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)