YOUR FASHION
Kain Natural Makin Diminati, Gen Z Jadi Penentu Arah
A. Firdaus
Sabtu 10 Januari 2026 / 11:10
Jakarta: Industri fashion diprediksi akan bergerak ke arah yang semakin sadar lingkungan pada 2026. Pendiri jenama busana modest TAZA, Ashila Ramadani, menyebut pakaian berbahan kain natural akan menjadi salah satu tren yang paling banyak dicari di tahun tersebut.
“Kalau 2026, aku melihat demand ke natural fabrics itu akan semakin tinggi,” ujar Ashila saat ditemui media.
Menurut Ashila, meningkatnya permintaan terhadap kain berbahan alami tak lepas dari kesadaran masyarakat yang kian kuat terhadap isu pelestarian lingkungan. Perubahan ini juga didorong oleh derasnya arus informasi mengenai keberlanjutan dan dampak industri fashion terhadap masa depan bumi.
Salah satu faktor utama pendorong tren ini adalah Generasi Z, yang kini mulai mendominasi pasar fashion. Ashila menilai Gen Z memiliki kepedulian lebih besar terhadap nilai-nilai lingkungan dibanding generasi sebelumnya.
“Dari tahun lalu isu lingkungan memang lagi naik. Apalagi Gen Z sekarang jadi market utama. Mereka lebih melek dan lebih peduli terhadap hal-hal seperti sustainability,” katanya.
Seiring bertambah dewasanya Gen Z dan peran mereka sebagai konsumen utama, industri fashion pun dituntut untuk beradaptasi. Pendekatan berkelanjutan kini tak lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan.
“Gen Z makin besar, makin dewasa, dan makin jadi main market di industri mana pun,” lanjut Ashila.
Menjawab tren tersebut, TAZA terus berupaya menghadirkan koleksi berbahan dasar alami. Beberapa di antaranya menggunakan nubuck fabric yang aman untuk kulit, serta benang yang telah melalui proses sertifikasi.
Namun, keberlanjutan bagi TAZA tidak hanya berhenti pada pemilihan material. Ashila menegaskan bahwa sustainability juga mencakup perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja di balik sebuah jenama, baik dari sisi ekonomi maupun produktivitas.
Tak hanya soal bahan, tren fashion 2026 juga akan diwarnai oleh warna-warna cerah dan penuh karakter. Ashila memprediksi palet warna yang lebih berani akan mendominasi koleksi tahun depan.
Sementara dari sisi desain, pola pakaian akan semakin beragam dan personal. Preferensi individu akan menjadi penentu utama, sehingga menghasilkan desain yang lebih fleksibel dan tidak seragam.
Dengan kombinasi kain natural, warna cerah, dan desain yang lebih personal, fashion 2026 diperkirakan akan menjadi ruang ekspresi yang tak hanya estetis, tetapi juga lebih bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
“Kalau 2026, aku melihat demand ke natural fabrics itu akan semakin tinggi,” ujar Ashila saat ditemui media.
Menurut Ashila, meningkatnya permintaan terhadap kain berbahan alami tak lepas dari kesadaran masyarakat yang kian kuat terhadap isu pelestarian lingkungan. Perubahan ini juga didorong oleh derasnya arus informasi mengenai keberlanjutan dan dampak industri fashion terhadap masa depan bumi.
Salah satu faktor utama pendorong tren ini adalah Generasi Z, yang kini mulai mendominasi pasar fashion. Ashila menilai Gen Z memiliki kepedulian lebih besar terhadap nilai-nilai lingkungan dibanding generasi sebelumnya.
“Dari tahun lalu isu lingkungan memang lagi naik. Apalagi Gen Z sekarang jadi market utama. Mereka lebih melek dan lebih peduli terhadap hal-hal seperti sustainability,” katanya.
Seiring bertambah dewasanya Gen Z dan peran mereka sebagai konsumen utama, industri fashion pun dituntut untuk beradaptasi. Pendekatan berkelanjutan kini tak lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan.
“Gen Z makin besar, makin dewasa, dan makin jadi main market di industri mana pun,” lanjut Ashila.
Koleksi berbahan dasar alami
Menjawab tren tersebut, TAZA terus berupaya menghadirkan koleksi berbahan dasar alami. Beberapa di antaranya menggunakan nubuck fabric yang aman untuk kulit, serta benang yang telah melalui proses sertifikasi.
Namun, keberlanjutan bagi TAZA tidak hanya berhenti pada pemilihan material. Ashila menegaskan bahwa sustainability juga mencakup perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja di balik sebuah jenama, baik dari sisi ekonomi maupun produktivitas.
Tak hanya soal bahan, tren fashion 2026 juga akan diwarnai oleh warna-warna cerah dan penuh karakter. Ashila memprediksi palet warna yang lebih berani akan mendominasi koleksi tahun depan.
Sementara dari sisi desain, pola pakaian akan semakin beragam dan personal. Preferensi individu akan menjadi penentu utama, sehingga menghasilkan desain yang lebih fleksibel dan tidak seragam.
Dengan kombinasi kain natural, warna cerah, dan desain yang lebih personal, fashion 2026 diperkirakan akan menjadi ruang ekspresi yang tak hanya estetis, tetapi juga lebih bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)