YOUR FASHION
A Tale of Tomorrow, Pameran Solo TAZA tentang Nilai dan Keberlanjutan Busana
A. Firdaus
Sabtu 10 Januari 2026 / 08:10
Jakarta: Brand modest fashion Indonesia, TAZA secara resmi mempersembahkan solo exhibition bertajuk A Tale of Tomorrow - Where Virtue Meets Responsibility, yang diselenggarakan pada 9 - 15 Januari 2026.
Pameran ini mengajak publik memaknai kembali busana bukan hanya sebatas produk, namun sebagai sebuah amanah, baik tentang pilihan yang dibuat hari ini, proses yang dijaga, dan dampaknya bagi masa depan.
Bertempat di D’Gallerie, Jakarta Selatan, A Tale of Tomorrow resmi dibuka oleh Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, bersama Ashila Ramadhani, Founder TAZA, serta Afina Maharani, Co-Founder TAZA.
"A Tale of Tomorrow lebih dari sekadar sebuah exhibition. Pameran ini menjadi undangan untuk berhenti sejenak, merefleksikan, dan memahami makna di balik setiap pilihan yang kita ambil," ujar Ashila dalam keterangan pers.
"Ruang ini kami hadirkan untuk menghormati perjalanan yang membawa TAZA hingga hari ini, merayakan para tangan dan komunitas yang telah berjalan bersama kami, serta membayangkan masa depan modest fashion yang dibangun di atas tanggung jawab, ketulusan, dan tujuan," sambungnya.
.jpg)
Sejalan dengan itu, Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasinya terhadap TAZA yang menunjukkan bahwa brand lokal Indonesia mampu menghadirkan karya dengan integritas.
"Bagi kami, kehadiran ruang seperti ini menjadi penting, sebagai pengingat bahwa proses kreatif tidak hanya tentang merespons tren, tetapi tentang menyusun arah dan nilai yang ingin dibawa ke masa depan. Kami harap ini akan menjadi sumber inspirasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan subsektor fashion dan penguatan brand lokal Indonesia di masa mendatang," kata Yuke.
A Tale of Tomorrow dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu commitment, assurance, dan comfort. Ketiganya tercermin lewat cara TAZA memandang busana semestinya memberi penggunanya ruang untuk bernapas dan bergerak dengan nyaman. Berawal dari pemilihan material yang dipikirkan secara matang, serta niat yang lurus dengan kesadaran akan
keberlanjutan dan tanggung jawab.
Setiap keputusan mencerminkan komitmen TAZA pada proses sebuah karya yang mindful. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan perjalanan TAZA, termasuk pengalaman yang dihadirkan dalam exhibition ini.
Setiap area pameran A Tale of Tomorrow dirancang bukan sekadar sebagai ruang visual, melainkan sebagai perjalanan nilai. Instalasi pameran ini terbagi ke lima area utama:
- The Shared Home
Area pembuka yang mengingatkan bahwa bumi adalah rumah bersama yang dititipkan sang pencipta. Pengunjung diajak memasuki pengalaman immersive melalui visual dan cerita sebagai refleksi atas hubungan manusia dan alam.
- The Hands Behind
Ruang apresiasi bagi seluruh tangan di balik perjalanan TAZA, dari keluarga hingga tim, yang menegaskan bahwa setiap karya lahir dari proses, doa, dan kebersamaan.
- The Piece That Gets You
Section yang memperlihatkan koleksi TAZA sebagai perwujudan nilai, menyatukan estetika, kenyamanan, dan tanggung jawab dalam karya yang dapat dikenakan.
- You
.jpg)
Area yang menempatkan pengguna setia TAZA, sebagai bagian penting dari perjalanan brand, di mana setiap karya menemukan makna dan keberlanjutan kisahnya.
The Ones to Come
Sebagai penutup, section ini mengajak pengunjung menatap masa depan sebagai hasil dari pilihan-pilihan sadar yang dijaga hari ini.
"Kami ingin pengunjung benar-benar merasakan kehangatan di balik perjalanan TAZA. Pengalaman yang ingin kami tinggalkan adalah rasa dekat, rasa dimiliki, dan ruang untuk
bertumbuh bersama. Pameran ini menjadi cerminan perjalanan kami dalam menghadirkan modest fashion yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar
Afina Maharani, Co-Founder TAZA.
Selama exhibition A Tale of Tomorrow, kamu tidak hanya datang untuk melihat, tetapi benar-benar diajak merasakan sebuah perjalanan. Sepanjang tanggal 9–15 Januari 2026, kunjungan dibagi ke dalam sesi-sesi yang dikurasi secara intimate agar setiap pengalaman terasa lebih personal.
- Khusus pada tanggal 11–12 Januari 2026, TAZA membuka penjualan tiket mulai dari Rp100.000 dengan sistem time slot dan kuota terbatas melalui website resmi tazalabel.id. Tiket ini dibundling dengan berbagai aktivitas, seperti workshop dari brand kolaborator serta akses pembelian koleksi spesial.
- Sementara itu, pada tanggal 14–15 Januari 2026, exhibition dibuka untuk umum tanpa penjualan produk, agar pengunjung sepenuhnya menikmati cerita dan pengalaman yang dihadirkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Pameran ini mengajak publik memaknai kembali busana bukan hanya sebatas produk, namun sebagai sebuah amanah, baik tentang pilihan yang dibuat hari ini, proses yang dijaga, dan dampaknya bagi masa depan.
Bertempat di D’Gallerie, Jakarta Selatan, A Tale of Tomorrow resmi dibuka oleh Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, bersama Ashila Ramadhani, Founder TAZA, serta Afina Maharani, Co-Founder TAZA.
"A Tale of Tomorrow lebih dari sekadar sebuah exhibition. Pameran ini menjadi undangan untuk berhenti sejenak, merefleksikan, dan memahami makna di balik setiap pilihan yang kita ambil," ujar Ashila dalam keterangan pers.
"Ruang ini kami hadirkan untuk menghormati perjalanan yang membawa TAZA hingga hari ini, merayakan para tangan dan komunitas yang telah berjalan bersama kami, serta membayangkan masa depan modest fashion yang dibangun di atas tanggung jawab, ketulusan, dan tujuan," sambungnya.
.jpg)
Sejalan dengan itu, Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasinya terhadap TAZA yang menunjukkan bahwa brand lokal Indonesia mampu menghadirkan karya dengan integritas.
"Bagi kami, kehadiran ruang seperti ini menjadi penting, sebagai pengingat bahwa proses kreatif tidak hanya tentang merespons tren, tetapi tentang menyusun arah dan nilai yang ingin dibawa ke masa depan. Kami harap ini akan menjadi sumber inspirasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan subsektor fashion dan penguatan brand lokal Indonesia di masa mendatang," kata Yuke.
A Tale of Tomorrow: Sebuah Perjalanan tentang Pilihan, Proses, dan Masa Depan
A Tale of Tomorrow dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu commitment, assurance, dan comfort. Ketiganya tercermin lewat cara TAZA memandang busana semestinya memberi penggunanya ruang untuk bernapas dan bergerak dengan nyaman. Berawal dari pemilihan material yang dipikirkan secara matang, serta niat yang lurus dengan kesadaran akan
keberlanjutan dan tanggung jawab.
Setiap keputusan mencerminkan komitmen TAZA pada proses sebuah karya yang mindful. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan perjalanan TAZA, termasuk pengalaman yang dihadirkan dalam exhibition ini.
Setiap area pameran A Tale of Tomorrow dirancang bukan sekadar sebagai ruang visual, melainkan sebagai perjalanan nilai. Instalasi pameran ini terbagi ke lima area utama:
- The Shared Home
Area pembuka yang mengingatkan bahwa bumi adalah rumah bersama yang dititipkan sang pencipta. Pengunjung diajak memasuki pengalaman immersive melalui visual dan cerita sebagai refleksi atas hubungan manusia dan alam.
- The Hands Behind
Ruang apresiasi bagi seluruh tangan di balik perjalanan TAZA, dari keluarga hingga tim, yang menegaskan bahwa setiap karya lahir dari proses, doa, dan kebersamaan.
- The Piece That Gets You
Section yang memperlihatkan koleksi TAZA sebagai perwujudan nilai, menyatukan estetika, kenyamanan, dan tanggung jawab dalam karya yang dapat dikenakan.
- You
.jpg)
Area yang menempatkan pengguna setia TAZA, sebagai bagian penting dari perjalanan brand, di mana setiap karya menemukan makna dan keberlanjutan kisahnya.
The Ones to Come
Sebagai penutup, section ini mengajak pengunjung menatap masa depan sebagai hasil dari pilihan-pilihan sadar yang dijaga hari ini.
"Kami ingin pengunjung benar-benar merasakan kehangatan di balik perjalanan TAZA. Pengalaman yang ingin kami tinggalkan adalah rasa dekat, rasa dimiliki, dan ruang untuk
bertumbuh bersama. Pameran ini menjadi cerminan perjalanan kami dalam menghadirkan modest fashion yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar
Afina Maharani, Co-Founder TAZA.
Jadwal Kunjungan dan Koleksi Pilihan
Selama exhibition A Tale of Tomorrow, kamu tidak hanya datang untuk melihat, tetapi benar-benar diajak merasakan sebuah perjalanan. Sepanjang tanggal 9–15 Januari 2026, kunjungan dibagi ke dalam sesi-sesi yang dikurasi secara intimate agar setiap pengalaman terasa lebih personal.
- Khusus pada tanggal 11–12 Januari 2026, TAZA membuka penjualan tiket mulai dari Rp100.000 dengan sistem time slot dan kuota terbatas melalui website resmi tazalabel.id. Tiket ini dibundling dengan berbagai aktivitas, seperti workshop dari brand kolaborator serta akses pembelian koleksi spesial.
- Sementara itu, pada tanggal 14–15 Januari 2026, exhibition dibuka untuk umum tanpa penjualan produk, agar pengunjung sepenuhnya menikmati cerita dan pengalaman yang dihadirkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)