YOUR FASHION

Ketika Batik Indonesia Berpadu dengan Kain Sutra Korea

Elang Riki Yanuar
Minggu 13 November 2022 / 07:00
Jakarta: Kolaborasi unik antara batik Indonesia dan Jinju Silk dipamerkan di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 11-12 November 2022. Kolaborasi ini hadir berkat kerjasama Yayasan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jinju dan batik karya BINhouse.

Dalam kolaborasi yang bertema Kisah Batik Indonesia dan Jinju Silk itu coba melakukan terobosan di industri fesyen. Menurut Direktur Yayasan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jinju, Min Won-sik, motif batik yang dipilih merupakan batik yang berasal Jawa Tengah berupa titik-titik dan lurik yang kemudian diaplikasikan pada kain sutera produksi Jinju Silk.

Pameran ini juga terwujud berkat kerjasama antar KBRI Korea Selatan dengan KOSRI (Korea Silk Research Institute) dan didukung oleh Kota Jinju serta KOFICE (Korean Foundation for International Culture Exchange). Dipamerkan pula Hanbok artis-artis Korea Selatan karya desainer Park Seon-ock dan Hanbok Dal Hangari hasil kolaborasi dengan Kim Yeon-ah.

"Batik adalah teknik pewarnaan kain menggunakan malam dan motifnya memiliki arti simbolis. Batik merupakan seni kehidupan yang mendampingi perjalanan hidup sehingga dapat disebut sebagai jiwa masyarakat Indonesia," kata CEO BINHouse Josephine Komara.



Jinju Silk adalah pusat industri sutra Korea Selatan. Tak hanya sebagai produsen 80% sutra di Korea Selatan, Kota Jinju juga merupakan salah satu dari lima produsen sutra terbesar di dunia.

Brokat yang diproduksi di Kota Jinju memiliki reputasi konservatif karena telah digunakan oleh keluarga kerajaan dari Dinasti Goryeo hingga Kekaisaran Korea.

"Kota Jinju yang ditetapkan sebagai Kota Kreatif dalam bidang kerajinan dan kesenian rakyat oleh UNESCO adalah gudang harta berupa konten budaya,” kata Min Won-sik.





 
(ELG)

MOST SEARCH