YOUR FASHION

PINTU Incubator, Wadah Talenta Baru Industri Fashion Indonesia Mewujudkan Ide

A. Firdaus
Rabu 20 April 2022 / 08:26
Jakarta: Perkembangan dunia mode yang semakin pesat turut mendorong munculnya bakat-bakat baru, para kreatif muda yang memiliki potensi untuk ikut berperan dalam perkembangan dunia fashion tanah air. Namun, banyak di antara mereka terkendala, karena kreativitas dalam berkarya tidak disertai dengan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan wirausaha.

Beragam dukungan dan peluang yang diberikan kepada para kreator muda juga tidak menajamkan kemampuan entrepreneurship. Akibatnya banyak pelaku usaha yang sebenarnya potensial, namun tidak mencapai hasil yang diinginkan.

Untuk mengembangkan potensi dari para kreatif muda ini, maka JF3 bersama LAKON Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Perancis menghadirkan PINTU Incubator. PINTU Incubator adalah sebuah program fashion incubator pertama yang hadir di Indonesia.

Nantinya PINTU Incubator akan menyajikan lingkungan profesional kreatif. Kerjasama dengan Kedutaan Besar Perancis yang terjalin melalui Institut Francais d’Indonesie (IFI), diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran wawasan dan inspirasi mode antara Indonesia dan Perancis sebagai kiblat fashion dunia.

PINTU Incubator bertujuan membantu para tenaga kreatif muda dari kedua negara, Indonesia dan Prancis agar dapat mengembangkan eksekusi bisnis mode. Program ini juga mendorong agar para kreatif muda aktif bekerja sama dengan UMKM dan pengrajin, mengolah kekayaan budaya Indonesia, sehingga keseluruhan ekosistem di industri mode Indonesia juga dapat ikut terangkat.
 
“Dalam upaya melestarikan budaya melalui industri mode, baik LAKON Indonesia maupun JF3 memiliki misi yang sama untuk mendukung para pelaku industri fashion dalam mencapai tingkat produktivitas dan kreativitas yang lebih tinggi, terutama bagi para pengrajin tradisional tersebut," ungkap Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta.

Sebelumnya, LAKON Indonesia melakukan presentasi Gantari yang diselenggarakan pada 9 Oktober 2021 lalu di Candi Prambanan. Ketika itu, LAKON Indonesia bertemu dengan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia. Ketiga pihak meyakini, bahwa start-up mode yang dikembangkan oleh pelaku usaha sekarang ini memiliki potensi besar jika dilengkapi wawasan mengenai industri mode lintas budaya, dan memiliki akses ke jaringan yang lebih luas.

"Jika hal ini dapat terwujud, maka perkembangan industri fashion Indonesia akan bertumbuh secara signifikan di pasar lokal atau bahkan mendorong label kebanggaan tanah air ke pasar internasional, dengan fokus yang kuat terhadap sustainable fashion, pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya lewat keterampilan tradisional," terang Thresia.

Sementara itu, Chairman JF3, Soegianto Nagari berharap, penyelengaraan PINTU Incubator ini, dapat mewujudkan pengembangan talenta baru di industri fashion Indonesia. Dengan dukungan bilateral dari Prancis sebagai pusat mode dunia dan LAKON Indonesia, diharapkan nantinya akan hadir brand-brand baru kebanggaan bangsa.

"Yang pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap laju sektor ekonomi kreatif, membantu terciptanya lapangan kerja, serta turut melestarikan kekayaan budaya Indonesia,” demikian dijelaskan Soegianto Nagaria.

PINTU Incubator terbuka bagi pelaku bisnis mode kreatif, baik brand mode maupun UMKM yang memiliki ide besar, konsep yang kuat, dan pelaksanaan yang baik. Serta siswa jurusan mode atau kreatif muda lainnya yang memiliki bakat dan passion di bidang fashion design. Pendaftaran dibuka mulai 14 April – 22 Mei 2022 secara online melalui website www.jfff.info dan www.lakonindonesia.com.

Pada seleksi pertama, setiap peserta yang ingin mendaftarkan diri diwajibkan menyusun ide konsep bisnis mode, yang juga dilengkapi dengan sketsa karya fashion design dan product prototype. Proses seleksi, kurasi, dan akan berlanjut dengan program inkubasi, yang dilanjutkan dengan presentasi karya dalam pagelaran fashion show di JF3 2022. Dalam pelaksanaannya, PINTU Incubator akan melibatkan para professional yang kompeten di bidangnya.
(FIR)

MOST SEARCH