YOUR FASHION
Malang Fashion Runway 2026 Tampilkan Pesona FANTASTISCA dari 58 Desainer
Elang Riki Yanuar
Rabu 15 Juli 2026 / 10:00
- Malang Fashion Runway 2026 menghadirkan karya 58 desainer dari berbagai daerah dengan mengusung tema FANTASTISCA di MATOS.
- MFR Series #7 menjadi ruang kolaborasi bagi desainer, UMKM, brand, dan komunitas untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia.
- Malang Fashion Runway diharapkan memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu pusat potensial industri fashion dan ekonomi kreatif nasional.
Jakarta: Malang Fashion Runway (MFR) kembali menjadi panggung bagi kreativitas para desainer Indonesia. Memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh, Malang Fashion Runway Series #7 digelar pada 11 dan 12 Juli 2026 di Grand Hall Malang Town Square (MATOS), Kota Malang.
Tahun ini, Malang Fashion Runway 2026 mengangkat tema FANTASTISCA yang menggabungkan kebebasan imajinasi dengan nilai estetika dalam dunia mode. Tema tersebut menjadi gambaran perjalanan MFR yang terus berkembang sebagai salah satu ajang fashion di Kota Malang.
Konsep FANTASTISCA dibangun melalui tiga filosofi utama. The Unbound Imagination menggambarkan kebebasan desainer dalam mengeksplorasi berbagai inspirasi, mulai dari mitologi, dunia mimpi, hingga gambaran mengenai masa depan.
Filosofi berikutnya, The Refined Beauty, menekankan pentingnya nilai keindahan, keseimbangan, dan kualitas artistik dalam setiap karya. Sementara itu, The Sacred Seven menjadi simbol perjalanan Malang Fashion Runway yang telah memasuki tahun ketujuh dengan membawa semangat kedewasaan, harmoni, dan keberagaman.
Sebanyak 58 desainer turut ambil bagian dalam Malang Fashion Runway Series #7. Mereka berasal dari Kota Malang, sejumlah daerah di Jawa Timur, hingga berbagai kota lain di Indonesia dengan membawa karakter dan koleksi masing-masing.
Kehadiran puluhan desainer tersebut diharapkan dapat memperlihatkan perkembangan industri fashion Indonesia yang semakin beragam. Berbagai koleksi yang tampil juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat tren, kreativitas, dan identitas yang berkembang dalam industri mode nasional.
Tidak hanya para desainer dan model yang menjadi bagian dari kemeriahan acara. Pengunjung juga diajak ikut mengekspresikan kreativitas melalui dress code bertema Fantastica Wastra dan Aesthetica in Blue.
Pengunjung dengan penampilan terbaik berkesempatan mendapatkan penghargaan Best Dress Code. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kecintaan terhadap fashion dan wastra Indonesia.
Malang Fashion Runway 2026 juga menghadirkan sejumlah pertunjukan untuk melengkapi rangkaian peragaan busana. Acara dibuka dengan penampilan History Maker Dancer yang kemudian dilanjutkan dengan Theatrical Dance dari Patricia Dancer.
Sesi Fashion Kids turut menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini dengan menghadirkan penyanyi dan MC cilik. Seluruh penampilan di atas runway dikemas di bawah arahan Agoeng Soedir Poetra yang kembali dipercaya sebagai koreografer utama Malang Fashion Runway.
Selain peragaan busana, pengunjung dapat menikmati Bazaar Fashion yang berlangsung lebih panjang, yakni pada 8 hingga 12 Juli 2026 di Hall Lobby Utama Malang Town Square. Bazaar tersebut menghadirkan berbagai produk fashion, kosmetik, karya desainer, produk tenant MATOS, hingga produk dari pelaku UMKM lokal.
Kehadiran Bazaar Fashion diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan produk mereka. Pengunjung juga mendapatkan kesempatan menikmati pengalaman berbelanja sekaligus mengenal berbagai karya dan produk lokal.
Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur, Fifi Trijanti, mengatakan Malang Fashion Runway tidak hanya dirancang sebagai sebuah pertunjukan mode. Ajang tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak yang bergerak dalam ekosistem industri kreatif.
"Malang Fashion Runway bukan sekadar peragaan busana, tetapi merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, brand, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Kami percaya industri fashion memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui karya-karya yang inovatif dan berdaya saing," kata Fifi.
Sebagai bagian dari Lippo Malls Indonesia, dia terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja dan mencari hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi komunitas dan industri kreatif untuk berkembang.
Penyelenggaraan Malang Fashion Runway juga diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu kota dengan potensi besar dalam industri fashion dan ekonomi kreatif. Kehadiran berbagai desainer dari sejumlah daerah menjadi peluang untuk memperluas jejaring sekaligus membuka kolaborasi baru.
"Melalui MFR, kami ingin menghadirkan panggung yang mampu melahirkan talenta-talenta baru serta memperluas peluang kolaborasi bagi para pelaku industri fashion," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)
Tahun ini, Malang Fashion Runway 2026 mengangkat tema FANTASTISCA yang menggabungkan kebebasan imajinasi dengan nilai estetika dalam dunia mode. Tema tersebut menjadi gambaran perjalanan MFR yang terus berkembang sebagai salah satu ajang fashion di Kota Malang.
Konsep FANTASTISCA dibangun melalui tiga filosofi utama. The Unbound Imagination menggambarkan kebebasan desainer dalam mengeksplorasi berbagai inspirasi, mulai dari mitologi, dunia mimpi, hingga gambaran mengenai masa depan.
Filosofi berikutnya, The Refined Beauty, menekankan pentingnya nilai keindahan, keseimbangan, dan kualitas artistik dalam setiap karya. Sementara itu, The Sacred Seven menjadi simbol perjalanan Malang Fashion Runway yang telah memasuki tahun ketujuh dengan membawa semangat kedewasaan, harmoni, dan keberagaman.
Sebanyak 58 desainer turut ambil bagian dalam Malang Fashion Runway Series #7. Mereka berasal dari Kota Malang, sejumlah daerah di Jawa Timur, hingga berbagai kota lain di Indonesia dengan membawa karakter dan koleksi masing-masing.
Kehadiran puluhan desainer tersebut diharapkan dapat memperlihatkan perkembangan industri fashion Indonesia yang semakin beragam. Berbagai koleksi yang tampil juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat tren, kreativitas, dan identitas yang berkembang dalam industri mode nasional.
Tidak hanya para desainer dan model yang menjadi bagian dari kemeriahan acara. Pengunjung juga diajak ikut mengekspresikan kreativitas melalui dress code bertema Fantastica Wastra dan Aesthetica in Blue.
Pengunjung dengan penampilan terbaik berkesempatan mendapatkan penghargaan Best Dress Code. Program tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kecintaan terhadap fashion dan wastra Indonesia.
Malang Fashion Runway 2026 juga menghadirkan sejumlah pertunjukan untuk melengkapi rangkaian peragaan busana. Acara dibuka dengan penampilan History Maker Dancer yang kemudian dilanjutkan dengan Theatrical Dance dari Patricia Dancer.
Sesi Fashion Kids turut menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini dengan menghadirkan penyanyi dan MC cilik. Seluruh penampilan di atas runway dikemas di bawah arahan Agoeng Soedir Poetra yang kembali dipercaya sebagai koreografer utama Malang Fashion Runway.
Selain peragaan busana, pengunjung dapat menikmati Bazaar Fashion yang berlangsung lebih panjang, yakni pada 8 hingga 12 Juli 2026 di Hall Lobby Utama Malang Town Square. Bazaar tersebut menghadirkan berbagai produk fashion, kosmetik, karya desainer, produk tenant MATOS, hingga produk dari pelaku UMKM lokal.
Kehadiran Bazaar Fashion diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan produk mereka. Pengunjung juga mendapatkan kesempatan menikmati pengalaman berbelanja sekaligus mengenal berbagai karya dan produk lokal.
Regional Mall Director Lippo Malls Jawa Timur, Fifi Trijanti, mengatakan Malang Fashion Runway tidak hanya dirancang sebagai sebuah pertunjukan mode. Ajang tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi berbagai pihak yang bergerak dalam ekosistem industri kreatif.
"Malang Fashion Runway bukan sekadar peragaan busana, tetapi merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku industri kreatif, brand, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Kami percaya industri fashion memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia melalui karya-karya yang inovatif dan berdaya saing," kata Fifi.
Sebagai bagian dari Lippo Malls Indonesia, dia terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja dan mencari hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi komunitas dan industri kreatif untuk berkembang.
Penyelenggaraan Malang Fashion Runway juga diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu kota dengan potensi besar dalam industri fashion dan ekonomi kreatif. Kehadiran berbagai desainer dari sejumlah daerah menjadi peluang untuk memperluas jejaring sekaligus membuka kolaborasi baru.
"Melalui MFR, kami ingin menghadirkan panggung yang mampu melahirkan talenta-talenta baru serta memperluas peluang kolaborasi bagi para pelaku industri fashion," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)