WISATA

Dunia Lagi Panas, Kemenpar Pastikan Liburan di Indonesia Tetap Aman

A. Firdaus
Jumat 13 Maret 2026 / 10:14
Ringkasnya gini..
  • emenpar menyiapkan sejumlah strategi adaptif.
  • Sektor pariwisata Indonesia tetap menunjukkan tren positif.
  • Angka perjalanan wisnus sedikit menurun sekitar 0,93 persen.
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia terus memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, serta dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor perjalanan internasional.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan destinasi wisata di Indonesia tetap aman dan nyaman bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pihaknya juga memastikan wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang optimal.
“Kami memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” kata Menpar Widiyanti dalam laporan bulanan kementerian di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki hubungan erat dengan mobilitas lintas negara. Karena itu, dinamika geopolitik di berbagai kawasan dunia dapat memunculkan ketidakpastian bagi perjalanan internasional maupun industri pariwisata global.
 

Fokus promosi ke pasar yang stabil


Sebagai langkah antisipasi, Kemenpar menyiapkan sejumlah strategi adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata nasional.

Salah satunya adalah melakukan penyesuaian target pasar wisata dengan memperkuat promosi ke negara-negara yang memiliki akses perjalanan stabil. Sebut saja kawasan Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, serta Oseania.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan promosi Pariwisata Indonesia melalui kampanye digital yang lebih masif, memperbanyak kegiatan dan event lintas negara, serta mendorong wisatawan nusantara untuk lebih banyak berlibur di dalam negeri.
 

Wisman tembus 1 juta kunjungan


Di tengah dinamika global, sektor pariwisata Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui pintu utama tercatat mencapai sekitar 1,01 juta kunjungan.

Negara dengan kontribusi wisatawan terbesar antara lain Malaysia, Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data kunjungan dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dirilis oleh Badan Pusat Statistik.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai sekitar 102,04 juta perjalanan.

Angka tersebut sedikit menurun sekitar 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh posisi bulan Januari yang berada di antara periode libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang momentum libur besar berikutnya seperti Imlek dan Lebaran.

Meski begitu, pemerintah optimistis pergerakan wisatawan domestik akan kembali meningkat seiring hadirnya berbagai momentum liburan, serta semakin banyaknya paket wisata yang ditawarkan pelaku industri.

“Pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan kembali meningkat seiring berbagai momentum liburan. Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026,” pungkas Wamenpar Ni Luh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH