WISATA

Game Developer Lokal Tancap Gas, Board Games Kita Makin Diakuin Dunia

Yatin Suleha
Minggu 03 Mei 2026 / 10:24
Ringkasnya gini..
  • Kali ini Wamen Ekraf, Irene Umar, lagi ngejajaki sinergi bareng Tabletoys Indonesia.
  • Board game lokal ini dinilai punya potensi besar buat mendunia.
  • “Gim lokal bukan sekadar permainan untuk hiburan, tetapi harus mendapat lisensi atau perlindungan kekayaan intelektual," ujar Wamen Ekraf, Irene Umar.
Jakarta: Karya lokal emang enggak ada habisnya! Kali ini Wamen Ekraf, Irene Umar, lagi ngejajaki sinergi bareng Tabletoys Indonesia. Board game lokal ini dinilai punya potensi besar buat mendunia. 

Selain bikin ekosistem kreatif makin hidup, gim ini juga bawa identitas asli Indonesia biar makin dikenal sama audiens internasional.

“Gim lokal bukan sekadar permainan untuk hiburan, tetapi harus mendapat lisensi atau perlindungan kekayaan intelektual. Banyak event yang bisa kami dorong untuk tempat showcase board games bersama Tabletoys Indonesia. Dengan demikian subsektor gim bisa sukses karena memiliki nilai ekonomi dan menjadi medium edukasi,” kata Wamen Ekraf dalam audiensi di Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (30/4).
 
Menurut Wamen Ekraf, kunci utama buat board game lokal bisa mendunia adalah dengan menguatkan dulu pasar di dalam negeri. Kalau fondasinya sudah kokoh, peluang kita di pasar global bakal makin terbuka lebar, apalagi kalau kita rajin ikutan aktivasi di berbagai event internasional.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi harus melakukan aktivasi penguatan distribusi gim lokal tumbuh berkelanjutan melalui event internasional. Harapan ke depannya, setiap pegiat gim lokal juga terus berkomunikasi dengan asosiasi dan masukkan tiap produk kreatif atau gim yang dibuat melalui Ekraf Hunt,” harap Wamen Ekraf.


(“Gim lokal bukan sekadar permainan untuk hiburan, tetapi harus mendapat lisensi atau perlindungan kekayaan intelektual," ujar Wamen Ekraf, Irene Umar. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)

Tabletoys Indonesia memulai perjuangan sejak 2016 melalui Board Game Store dan berlanjut ke 2017 dengan Board Game Library sebagai masa perkenalan board game dan persiapan market. 

Hingga tahun 2018, menjadi Board Game Publisher dengan meluncurkan board game lokal: Waroong Wars serta berlanjut partisipasi ke pameran internasional.

“Kami memulai dari komunitas lalu berkembang hingga bisa membawa gim Indonesia ke pasar internasional," ucap Martin Ang sebagai Direktur Utama Tabletoys Indonesia.
 
"Tabletoys Indonesia tentu harus sustain and scale up. Fokus kami yaitu untuk menguatkan branding, baik lokal maupun internasional sehingga kami butuh bantuan untuk bisa difasilitasi. Kami juga butuh eksistensi internasional supaya mendapat pendampingan untuk registrasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).” 

Dari sisi pejuang ekraf, Martin Ang menyampaikan pula sejumlah tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan distribusi gim lokal ke pasar dalam negeri serta dukungan asosiasi yang dianggap belum mewakili kepentingan para publisher gim.

Audiensi ini turut dihadiri Direktur Gim Kementerian Ekraf Luat S.P. Sihombing dan Direktur Digital Tabletoys Indonesia Maria Wenny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH