WISATA

Menikmati Lukisan Alam Bukit Cinta Lembata

Arthurio Oktavianus Arthadiputra
Minggu 25 April 2021 / 12:00
Lembata: Bila ingin menikmati panorama alam berupa hamparan pantai nan luas, gugusan pulau, pegunungan dan perbukitan saat berada di Pulau Lembata, ada satu tempat yang bisa dituju.

Tempat itu bernama Bukit Cinta Lembata. Suguhan keindahan yang ditawarkan Bukit Cinta Lembata boleh dibilang sangat komplet. 

Bentangan alam yang dilihat dari perbukitan bak lukisan sempurna sang pencipta. Goresan alam yang eksotis seperti mempertemukan Pulau Lembata dan Pulau Flores dalam satu kanvas.

Berada di Desa Bour, Nubatukan, Lembata, Nusa Tenggara Timur, destinasi ini hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit perjalanan untuk didatangi menggunakan kendaraan bermotor, dari ibu kota kabupaten, Lewoleba. 

Jejeran bukit dan padang savana yang berhiaskan pohon lontar, menjadi pemandang yang bisa dinikmati sekitar 10 kilometer perjalanan. Padang savana akan terlihat berwarna coklat di musim kemarau dan hijau saat musim hujan.  

Aspal mulus jalanan menjadi lintasan hingga Bukit Cinta Lembata. Penduduk setempat menyebut tempat ini sebagai Wolor Pass, dalam bahasa Lamaholot, suku Pulau Lembata. 


bukit
(Tulisan berukuran besar berlatar perbukitandi Bukit Cinta Lembata menjadi pilihan ramai pengunjung untuk mengabadikan diri. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)


Bukit Cinta Lembata pernah dijadikan lokasi perhelatan Festival Tiga Gunung, Agustus 2019. Gaungnya sebagai destinasi wisata sudah terdengar hingga mancanegara. 

Ramai turis asing datang berkunjung, untuk menikmati panorama indah yang ada. Seperti melihat gunung yang gagah menjulang tinggi, yakni Gunung Bour, Koge, Ile Boleng dan Ile Ape. 

Bukit Cinta Lembata juga menyuguhkan pesona Pulau Adonara dan Pulau Solor, yang dilihat dari ketinggian bak pulau yang mengambang di kelilingi liquid biru air pantai.

Sejauh mata memandang, perpaduan panorama pulau, gunung, perbukitan dan langit cerah di angkasa, seperti lukisan alam yang elok dilihat. Terlebih, bila berkunjung untuk menikmati sunset dan sunrise, untuk melihat guratan warna alam nan memesona di permukaan air pantai.

Tersedia pondok kuliner, lopo-lopo (pondok) kayu, taman bermain anak, venue pertunjukan dan fasilitas toilet umum di Bukit Cinta Lembata. 

Namun sayang, venue pertunjukan terlihat tidak terurus dan ubin lantainya banyak yang sudah retak. Ceceran sampah plastik juga banyak berserakan. 

Perlu digaungkan terus-menerus kepada pengunjung dan pihak pengelola, tentang kesadaran untuk menjaga lingkungan wisata, agar tidak mengganggu momen indah menikmati panorama yang ada. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH