WISATA

IPOS-X 2026: Industri Event Indonesia Masuk Era Orkestrasi, Bukan Sekadar Eksekusi

A. Firdaus
Rabu 29 April 2026 / 13:27
Ringkasnya gini..
  • Mengusung tema “A Decade of Impact: Independent, Resilient, Progressive”
  • Berbeda dari pameran konvensional, IPOS-X mengedepankan konsep curated market.
  • Pada 2026, IPOS-X mencatat lebih dari 454 business leads dengan potensi nilai transaksi melampaui Rp396 miliar.
Jakarta: Industri event di Indonesia yang nilainya mencapai lebih dari Rp84,4 triliun per tahun kini bergerak ke fase baru. Bukan lagi sekadar eksekusi acara, tetapi menuju orkestrasi yang terintegrasi dan berbasis strategi.

Menjawab kebutuhan tersebut, Indonesia Professional Organizer Summit Vol.10 (IPOS-X) 2026 resmi digelar pada 28–30 April 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Acara ini diinisiasi oleh Indonesia Professional Organizer Society bersama Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO), serta didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Mengusung tema “A Decade of Impact: Independent, Resilient, Progressive”, IPOS-X menandai satu dekade perjalanannya sebagai forum business-to-business (B2B) strategis bagi industri MICE, event, dan pariwisata di Tanah Air.

Berbeda dari pameran konvensional, IPOS-X mengedepankan konsep curated market. Pendekatan ini tidak sekadar menghadirkan keramaian, tetapi mempertemukan para pengambil keputusan yang relevan secara langsung.

“Mass market creates exposure. Curated market creates transaction. IPOS memilih yang kedua,” ujar pendiri IPOS, Harry D. Nugraha.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Pada 2026, IPOS-X mencatat lebih dari 454 business leads dengan potensi nilai transaksi melampaui Rp396 miliar.
 

Jawab tantangan industri


Ketua Umum IVENDO, Irvan Mahidin, mengungkapkan bahwa industri event nasional masih menghadapi tantangan mendasar, meski memiliki skala besar.

“Dengan lebih dari 10.000 event per tahun dan melibatkan sekitar 8,77 juta tenaga kerja, industri ini belum memiliki ‘control tower’ yang mampu mengintegrasikan data, permintaan, penawaran, hingga konversi bisnis,” jelasnya.

Sebagai solusi, IPOS-X menghadirkan empat pilar utama, yakni:

- IPOS Smart Forum: menyajikan insight berbasis data dan tren industri.
- Business Presentation: membuka akses langsung ke buyer potensial.
- 360° Business Networking: mendorong terjadinya deal secara mendalam.
- Champion’s Night: memperkuat kepercayaan dan jejaring sosial industri
High Value, Minim “Noise”

Wakil Ketua Umum III DPP IVENDO, Grace Jeanie, menegaskan bahwa IPOS-X bukan sekadar pameran dengan keramaian tinggi.

“IPOS-X adalah high-touch B2B, bukan high-noise expo. Tahun ini terdapat 160 delegasi buyers dan 70 sellers yang berpartisipasi. Forum ini menciptakan kepadatan transaksi tinggi sekaligus efisiensi waktu,” ujarnya.

Hasilnya, tingkat konversi bisnis tergolong signifikan. Mayoritas transaksi berada pada tahap “confirmed” sebesar 37,86 persen dan “in progress” mencapai 39,81 persen. Angka ini menunjukkan bahwa IPOS-X bukan hanya ajang pertemuan, tetapi juga mesin penggerak transaksi.
 

Dorong transformasi industri


Tak hanya fokus pada bisnis, IPOS-X juga mengangkat berbagai isu strategis yang relevan dengan perkembangan global maupun domestik. Beberapa di antaranya meliputi digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam event management, penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), efisiensi anggaran, hingga pengelolaan risiko operasional.

Melalui pendekatan ini, IPOS-X diharapkan mampu mendorong transformasi industri event Indonesia agar lebih adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah dinamika global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH