WISATA

Bandara Soetta Sempat Delay, Ini Penyebab Sebenarnya

A. Firdaus
Selasa 07 April 2026 / 13:20
Ringkasnya gini..
  • Kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan bandara hingga mencapai kategori ekstrem.
  • Tercatat 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain.
  • Tidak ada penumpang yang terdampak langsung oleh insiden plafon bocor.
Jakarta: PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan operasional penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kembali normal setelah sebelumnya sempat terjadi pengalihan akibat cuaca buruk.

"Sudah kembali normal, hanya terdampak delay karena kan ada yang di-holding, ada yang mendaratnya jadi terlambat, sama pengalihan," kata Assistant Deputy Communication and Legal PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta Yudistiawan melansir Antara Selasa 7 April 2026.

Yudistiawan menegaskan gangguan terhadap penerbangan bukan disebabkan oleh plafon bocor di salah satu titik yang terjadi di Terminal 3, melainkan kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan bandara hingga mencapai kategori ekstrem.

Cuaca buruk tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan tidak dapat lepas landas atau mendarat sesuai jadwal. Sehingga harus melakukan holding, go-around, hingga pengalihan ke bandara lain demi keselamatan.
 
Lebih lanjut, Yudistiawan mengatakan berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC) tercatat 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron.

Seiring membaiknya kondisi cuaca, seluruh operasional penerbangan kini telah kembali berjalan normal, meskipun masih terdapat keterlambatan akibat penyesuaian jadwal sebelumnya.

Dikatakan keputusan penundaan atau pengalihan penerbangan merupakan kewenangan pilot dan juga berdasarkan arahan dari otoritas navigasi penerbangan, seperti AirNav Indonesia.

Ia menyebutkan operasional mulai kembali normal sejak sekitar pukul 14.00 WIB, ketika hujan mereda dan aktivitas kedatangan serta keberangkatan pesawat kembali berlangsung secara bertahap.

"Tadi itu hujannya selesai sekitar pukul 14.00 WIB, itu sudah selesai hujannya. Sudah mulai mendarat satu per satu, yang berangkat juga," bebernya.

Lebih lanjut, dia mengatakan insiden plafon bocor hanya terjadi di satu titik, yakni di Gate 7 Keberangkatan Internasional Terminal 3, dan tidak berdampak langsung terhadap operasional penerbangan.

Dia menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap hingga merembes ke plafon, yang kemudian jebol akibat beban air, namun tidak mengganggu aktivitas penerbangan secara langsung.

Pihaknya juga memastikan tidak ada penumpang yang terdampak langsung oleh insiden plafon bocor itu, karena area tersebut dikosongkan dan penumpang dipindahkan ke gate lain.

Sebagai langkah penanganan, area terdampak langsung dilokalisasi, dibersihkan dari genangan air, serta dilakukan penataan ulang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.

Ke depan, InJourney Airports akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi atap Terminal 3 guna mencegah kejadian serupa terulang, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

"Setelah ini, kami akan evaluasi kondisi atap (Terminal 3 Bandara Soetta) secara keseluruhan. Untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama," kata Yudistiawan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH