Kegiatan tersebut mengusung kampanye 'Air untuk Sumba, Lestarikan Indonesia' dengan fokus utama membantu penyediaan akses air bersih bagi masyarakat di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini menjadi bagian dari komitmen InJourney dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di destinasi pariwisata unggulan Indonesia. Meski memiliki potensi wisata besar, sejumlah wilayah di Sumba masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, terutama saat musim kemarau.
Sebanyak 80 peserta ikut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Mereka membawa misi membantu masyarakat di wilayah pedesaan yang masih kesulitan memperoleh akses air bersih secara layak dan stabil.
Program ini menghadirkan berbagai infrastruktur pendukung air bersih. Bantuan tersebut meliputi instalasi tandon air, penyediaan air bersih melalui pemasok lokal, hingga pembangunan jaringan distribusi pipa, dan keran air. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung ketersediaan air bersih yang lebih mudah dijangkau masyarakat, termasuk lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Insentif PPN DTP hingga 100% untuk Mobil Listrik
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, menegaskan persoalan air bersih memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Ketika kita berbicara tentang air bersih, ini bukan sekadar infrastruktur, tapi tentang waktu, kesehatan dan kesempatan anak-anak untuk belajar dengan lebih baik. Di beberapa tempat, air menjadi hal yang harus diperjuangkan setiap hari. Anak-anak yang kami temui di sekolah-sekolah memiliki semangat belajar yang luar biasa, dan tugas kami adalah memastikan semangat itu tidak terhambat oleh keterbatasan yang seharusnya bisa kita bantu,” ujar Hendra melalui keterangan resminya.
Menjangkau Sekolah di Sumba
Selain membangun infrastruktur, peserta juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sumber air di lingkungan sekolah, seperti SD Negeri Ndata, SLB Negeri Loura, dan SD Inpres Pantai Rua. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi nyata di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan air bersih di masing-masing lokasi. Langkah ini diharapkan membuat solusi yang diberikan lebih tepat sasaran.VP Human Capital Development & Sustainability InJourney, Robby Saputra, mengatakan kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman sosial yang bermakna bagi para peserta.
Baca Juga:
Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition, Terinspirasi dari Fenomena Gerhana
“Ini menjadi pembelajaran penting bagi saya pribadi. Sebenarnya, teman-teman di sini memiliki banyak pilihan, termasuk berlibur ke luar negeri. Namun, mereka justru memilih untuk berkeliling Indonesia dan berbagi dengan masyarakat. Di situlah nilai yang sangat berarti,” ungkap Robby.
Ia menambahkan akses air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih layak dan berkelanjutan terhadap air bersih,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News